TDOAW || Part (5)

162 24 8
                                    

Aku turun dari mobil jungkook,dia sibuk mencari tempat parkir yang kosong. Banyak tatapan sinis yang menyorot padaku,tapi itu bukan hal yang baru untukku. Aku memasuki ruangan bernamakan kelas. Disana hanya ada beberapa orang yang baru saja datang,seperti eunwoo,aerin,mingyu,yugyeom,dan chaemin. Sejenak aku ingin melupakan insiden tiga hari yang lalu.

Aku duduk di kursiku,jungkook sedari tadi belum muncul. Kulihat chaemin datang ke arah mejaku,aku hanya membuka buku lalu membacanya iseng.

Brakkkk

Chaemin memukul mejaku beruntung tak terlalu keras jadi hanya aku dan chaemin yang mendengarnya. Dia memberikan sorotan tak sukanya padaku. Aku hanya bertingkah cuek.

"Dengar nona jung!kejadian kemarin baru permulaan,bersiaplah untuk mendapatkan kejutan lainnya. Siapkan saja tissue yang banyak,agar saat kau menangis kau tidak kesulitan mencarinya. Dan yang terakhir kuperingatkan kau untuk menjauhi park jimin,ingat itu baik-baik jalang!!"papar chaemin dengan nada jahatnya,aku hanya menyimak dalam diam. "Bagus,aku suka kejutan dan beri aku kejutan yang menantang. Siapa kau berani menyuruh menjauhi kekasihku sendiri,kau tak berhak sedikitpun atasnya! Dan disini yang jalang adalah kau! Yang dengan tak tahu malunya mendekati kekasih orang. Bercerminlah sebelum berkat-"

Plakkkk...

Aku merasakan panas menjalar dibagian pipiku. Ini sudah kuduga,aku sengaja memancing amarahnya.

"Jaga kata-katamu itu hani!!"teriak chaemin marah. Aku hanya memasang wajah polosku. "Sudah kubilang bercermin sebelum berkata,siapa yang lebih dulu berkata seperti itu. Aku hanya membenarkan kalimatmu chaemin!"ujarku yang masih santai.

"Semua ada balasannya jung hani!"ucap chaemin lalu pergi,tapi dia berhenti karena jimin menghalangi jalannya. Apalagi ini tuhan!!

"Ji-jimin."ucap chaemin gugup karena ketakutan. Kulihat tangan jimin terkepal kuat. Tak mau ambil resiko aku segera mendekati mereka. Baru ingin menampar chaemin,aku langsung menangkap tangan jimin. Chaemin langsung tertunduk lemas. "Apa yang kau lakukan?"tanyaku sambil emosi,aku hanya tak mau chaemin terluka. Bagaimana pun aku masih punya hati,tak terima jika seorang perempuan diperlakukan tak layak seperti itu.

"Membuat dia mengerti tentang batasan seseorang!"jawab jimin yang masih menatap tajam chaemin. "Dengan menamparnya dan kau juga melampaui batasanmu?"jimin kembali menghadap kearah ku.

"Dia juga sudah menamparmu hani!"bela jimin yang masih kesal. "Kau juga menamparku saat sedang membela dia,dan sekarang kau ingin menampar dia demi membelaku. Membela seseorang tidak perlu memakai kekerasan jim. Aku juga seorang wanita yang tak terima melihat wanita lain diperlakukan tak adil seperti itu."tuturku membuat jimin terdiam.

Aku pergi meninggalkan mereka yang mematung terdiam,mereka masih tertunduk. Kaki ku berlari melewati lorong,menaiki tangga dan sampai di rooftop. Hembusan angin terus membawa rambutku. Kurentangkan kedua tanganku,sambil menghirup udara pagi.

"Jika masih mencintainya,jangan menutupinya."ucap seseorang dibelakangku. Aku menoleh kebelakang dan...alien tampan sedang menatapku dengan intens. Aku memutar kedua bola mataku malas,selalu saja dia yang datang. "Apa maksudmu?"tanyaku sambil menatapnya.

"Kau pasti tahu apa maksudku,aku bisa melihat dari tatapan sendumu,saat dia bersama yeoja itu. Semua nya terekam dalam matamu. Kau bisa aja selalu mengumpatinya dan menolaknya. Tetapi jauh dilubuk hatimu,masih tersimpan cinta disana. Buktikan kalau dia sudah berubah untukmu. Beri dia kesempatan untuk memulainya kembali."tutur taehyung menohok hatiku. Benarkah seperti itu?aku bahkan tidak menyadarinya,kenapa dia bisa mengetahuinya?apakah dia cenayang?

"Aku bukan cenayang hani-ya,buanglah pikiran negatifmu!"shit!aku ketahuan apa dia bisa membaca pikiran orang?
"Bagaimana kau tahu kalau jimin sudah berubah?"tanyaku memastikan,aku tak mau langsung percaya dengan kata katanya. "Seperti yang kau katakan,aku bisa membaca pikiran orang."jawabnya santai,dugaanku tak pernah salah.

"Jika aku salah,kau bisa memutuskannya kembali. Tapi beri dia kesempatan dahulu. Kalau dia menyakitimu lagi,akulah orang pertama yang memberinya pelajaran."ucap taehyung lagi,aku abu-abu percaya atau tidak dengan kata-katanya. Tapi memang benar aku masih sangat sangat mencintai jimin,apakah aku harus menerima jimin kembali?

"Arraseo,akan kupikirkan lagi oppa."apa yang baru saja kukatakan. Ya tuhan semoga dia tak mendengarnya. "Apa yang kau katakan?"tanya taehyung,sudah kudugong mian sudah kuduga dia pasti mendengarnya. "Akan kupikirkan lagi!"ujarku.

"Kata terakhir hani,kau menyebutku apa?oppa?katakan sekali lagi!"pintanya membuatku malu. Bodohnya kau jung hani,dimana otakmu sekarang. "Apa?"tanyaku dengan polos.

"Coba sebut lagi panggilan itu!"jawab taehyung yang mulai kesal. "Yang mana?"tanyaku tergugup. "Kapan aku mengatakannya?kau saja yang salah dengar."ucapku berbohong.

"Haishhh aku pasti tak salah dengar,jelas-jelas tadi kau menyebutku oppa tanpa kusuruh. Apa jangan-jangan kau sudah mulai menyukaiku hani?"goda taehyung membuat pipiku merona. Jung hani ingat kau masih mencintai jimin,mana mungkin kau menyukai alien aneh ini. "Mana mungkin aku menyukai orang gila seperti mu,sudahlah aku ingin ke kelas sebentar lagi kelas dimulai. Kau juga harus kembali sunbae"ucapku lalu pergi meninggalkan taehyung,tapi sebelum itu "gomawo oppa!"teriakku membuat taehyung terkejut tak percaya,kulihat dia hanya menggarukan kepalanya. Aku terkekeh pelan.

***

"Jungkook-ah!"panggilku membuat namja bermarga jeon itu menoleh. "Mwoya?"jawabnya seraya memasukkan bukunya kedalam tas. "Hari ini kau ada jadwal?"tanyaku memastikan.

"Hari ini aku ada kerja kelompok bersama lalu ada eskul tambahan bersama mingyu dan taehyung sunbae,waeyo?"tuturnya membuat mataku membulat seketika,bagaimana aku bisa mengajaknya jalan-jalan kalau jadwalnya padat begitu.

"Aniya aku hanya ingin mengajakmu jalan hari ini. Tapi sayangnya hari ini kau padat sekali."lirihku lemas,mau bagaimana lagi jika sudah menyangkut basket aku tak bisa apa apa. Jungkook adalah ketua basket di sekolah,jika dirinya tak latihan sekali saja maka taruhannya adalah jabatannya. Impiannya selama ini hanyalah menjadi ketua tim basket di sekolah.

"Mianhe aku tak bisa menemanimu hani-ya."ucapnya dengan nada menyesal.
"Tak apa mungkin lain kali kookie,jangan sedih. Kalau begitu aku pulang dulu annyeong gaseyo kookie~ah!"ucapku sambil melambaikan tangan padanya,lalu pergi meninggalkan kelas.

Aku berjalan sampai di halte,aku berniat meminta supirku untuk menjemputku. Tak jauh dari sini aku melihat segerombolan orang sedang menggoda yeoja,sepertinya aku kenal dia tunggu!itu chaemin! Aku berlari kesana dan cepat berdiri di belakang chaemin.

"Hani!tolong aku,mereka berusaha merampokku!"ujar chaemin padaku. "Apa yang kau lakukan nona,kau mau berakhir seperti dia juga?"ucap salah satu pria berambut coklat dengan tindik di hidungnya. "Kalian yang akan berakhir di tanganku!"

Bughhhh....

Aku menendang titik hara pria tadi hingga jatuh ke tanah. Merasa tak terima salah satu temannya kalah,mereka bertiga mengepungku. Aku memukul perut pria yang ada di depanku,lalu menendang telinga nya. Pria itu terjatuh sambil memegangi kedua teliganya. Dan aku menendang kemaluan pria yang ada di sampingku sampai dia tersungkur tak berdaya. Dimana satu lagi?omo!

Tiba-tiba sebuah benda berserat membekap mulut dan hidungku. Aku terperanjat kaget. Aku jatuh dengan lemas,obat apa yang mereka berikan di sapu tangannya hingga semua menjadi gelap....

***

To be continued
Dont forget to vomment<3<3

Endingnya mau Hankook,Hanmin atau Taehan. Please comment and thank you so much for the read my work. Ohiya comment kalo ada yang typo:v

The Disappointment Of a WomanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang