Aku cuma mau satu hal. Hati kamu buat aku. Tapi maaf aku belum bisa memberikan hatiku untukmu--D
-Athaya-
Siang ini, setelah pulang sekolah dan mandi Athaya berkutat dengan berbagai soal Fisika di hadapannya. Ditemani dengan lagu imagination dari Shawn Mendes mengalun dengan indah di kamarnya.
I keep craving craving
you don't know it but it's true
Can't get my mouth to say the words
They want to say to you
This is typical of love
Can't wait anymore
I won't wait I need to tell you
How I feel when I see us together foreverIn my dreams, you're with me
We'll be everything I want us to be
And from there, who knows, maybe this will be the night that we kiss for the first time
Or is that just me and my imaginationAthaya tertawa hambar, mendengar satu bait terakhir lagu itu yang cocok untuk dirinya.
"Haha. Just imagination."
DrrrttDrrrtDrrrt
Getaran di ponsel membangunkan Athaya ke dunia nyata. Ia menaruh pulpennya diatas meja. Satu notifikasi. Sebuah pesan online. Ia memasukkan beberapa kode yang terpampang di lockscreen nya.
Fero : Hai!
Athaya melompat kaget melihat nama pengirimnya. Ia melihat pesan itu berkali kali dan memastikan bahwa pengirimnya adalah Fero.
"Salah kirim kali ya," Athaya gelisah, yang bisa dilakukannya hanyalah melihat pesan itu benar benar dari Fero. Setelah kejadian itu, baru sekarang Fero mau mengirim pesan duluan.
Sepuluh menit berlalu, Athaya masih di posisinya, ia tidak fokus lagi ke soal fisikanya.
DrrrttDrrrtDrrrt
Satu getaran yang berasal dari ponsel nya berhasil mencuri perhatian seluruh perhatian Athaya. Dengan cepat ia membuka pesannya.
Fero : Ath! Lo nggak pingsan gara gara dapet notif dari gue kan?
Seketika perasaan gelisahnya berubah menjadi perasaan jengkel setengah mati.
"NAJIS AMATAN!" umpat Athaya.
Athaya : nggak lah! Ya kali gue pingsan gara gara dapet notif dari babi utan.
/read/
"LAH BANGKE AMAT NI ORANG UTAN. TADI GREET GUE DULUAN! GILIRAN GUE BALES CUMA DI READ!"
"AYA JANGAN TERIAK TERIAK DONG! KAYAK LAGI DI HUTAN AJA." teriak Disa dari bawah.
" IYA BUN MAAF," Athaya menjawabnya dengan sedikit teriak.
Pintu kamar Athaya terbuka lebar bersamaan dengan munculnya figur Bunda Athaya. " Teriak teriak aja kamu, ini bukan hutan sayang. Apa sih yang harus kamu teriakin?"
"Nggak bun, sekarang bunda keluar yaa, Aya mau kerjain tugas fisika lagi," pinta Athaya.
"Kamu ngusir bunda? Yang kamu lakukan ke bunda itu JAHAT Aya. Huuh tega bang--"

KAMU SEDANG MEMBACA
Athaya
Teen FictionIni tentang cinta lama yang hadir kembali. Tentang kedua insan yang sama-sama menyukai. Tetapi mereka tidak bisa bersama karena beberapa hal. Athaya dan Dion. Ketika mereka hampir bersama, ada masalah besar yang menimpa Athaya. Sehingga tidak memu...