I hope you can back again
-Athaya Zoya
-Athaya-
Setelah selesai membersihkan kamar mandi, memungut sampah di taman dan mengepel koridor, kini dua orang itu berdiri dengan posisi hormat dihadapan tiang bendera. Peluh membasahi tubuh mereka.Terik matahari siang ini sangat menyengat, membuat mereka mengeluh karena sudah satu jam mereka berdiri.Banyak siswi yang melihat dan menjadikannya sebagai tontonan gratis di siang hari.
“Ah elah! Gara gara lo ni ah!” maki Artha. Ia mengelap dahinya yang berkeringat.
“LOH KOK GUE?!” elak Luthfi membuat Artha mencibir kesal.
Mereka telat dan tidak mengikuti upacara, padahal Luthfi sudah menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi tetapi masih terhalang oleh padatnya lalu lintas Jakarta. Menyebabkan mereka sampai disekolah pukul 08.45 yang otomatis upacara bendera sudah selesai dan gerbang sudah ditutup. Luthfi melakukan negoisasi ke Satpam yang sedang berjaga tapi itu gagal. Akhirnya mereka memutuskan untuk bolos tetapi niat itu terurungkan karena teriakkan Bu Muk di depan gerbang. Setelah melemparkan beberapa kata saktinya, Bu Muk menyuruh mereka mengerjakan beberapa hal. Dan... berakhirlah mereka disini—dilapangan dengan peluh membasahi tubuh mereka--.
“Lah iyalah! Coba kalo tadi lo gak telat jemput gue, gak bakal begini ceritanya.”
“Heh kambing! Kok lo malah nyalahin gue?! Siapa suruh semalem lo mabok! Kalo gak ada gue yang nampung lo balik kerumah mau jadi apa lo hah?” cerocos Luthfi.
“AN— hmmppt hmmmptt.” Belum sempat Artha mengeluarkan sumpah serapahnya. Dion sudah terlebih dulu membekap mulutnya memakai botol air mineral.
“Nih.” Dion menyerahkan botol lainnya ke Luthfi. “Kasian gue liat kalian kesiksa.”
“Aiihhh abang Dion manis banget dewwh.” Ucap Luthfi dengan suara menye-menye.
“JIJIK!”
“ Nyiyir aje mbanya. Kayak lambe turah.”
“Udah selesaikan hukumannya?” tanya Dion ditanggapi dua kali anggukan dari mereka. “Yaudah kantin yo. Udah bel ini.”
Mereka bertiga pergi meninggalkan lapangan menuju kantin yang sudah dipadati oleh siswa siswi. Ketika memasuki kantin ternyata semua meja sudah terisi.
“Yah penuh.” Terdengar nada kecewa dari Luthfi. “ Padahal gue laper banget.”
“Yaudah ke rooftop aj—“
“TAPI GUE LAPER MONYEDH.” Teriakkan Luthfi membuat semua penghuni kantin melihat kearah mereka.
“Aisshh.”
“Bentar gue cari tempat dulu.”
Luthfi mengedarkan pandangannya, menemukan tetangganya yang sedang melahap batagor dengan temannya.
“Gotcha! Ayo gue udah nemu.”
“Nemu apaan lo? Udah jelas ini penuh semua.” Ucap Dion.
“Udeh ayo.”
Ketika mereka berjalan menuju meja yang dituju banyak sekali tatapan memuja dari kalangan siswi.
“Duduk sini aja kak!”
“Jangan disitu! Dion disini aja. Nyaman kok.”
“Dasar cabe. Gatel amat.”

KAMU SEDANG MEMBACA
Athaya
Teen FictionIni tentang cinta lama yang hadir kembali. Tentang kedua insan yang sama-sama menyukai. Tetapi mereka tidak bisa bersama karena beberapa hal. Athaya dan Dion. Ketika mereka hampir bersama, ada masalah besar yang menimpa Athaya. Sehingga tidak memu...