"Euunnggghh....." lenguh Hyo Mi saat tersadar dari pingsannya.
Bau obat langsung menusuk di Indra penciumannya, dan yang pertama ia lihat adalah semua keluarganya dengan wajah khawatir.
"Hyo" Ny. Jeon dan ibunya langsung memeluk Hyo Mi yang baru sadar.
"Nan gwenchana Hyo?" tanya Ny. Jeon.
"....." Hyo Mi tak menjawab, Pikirannya hanya berada pada satu orang.
"Hyo?" ucap eommanya lembut.
"Jungkook" satu nama keluar dari Hyo Mi.
satu nama yang telah mengisi hari harinya selama ini, satu nama yang menjadi pendampingnya saat pengucapan janji pernikahan di atas altar, satu nama yang berhasil membuatnya melupakan masa lalunya, satu nama yang telah menjadi pendamping hidupnya.
"Mana Jungkook oppa?" tanya Hyo Mi.
"Hyo" ucap eommanya.
Mereka semua menangis tak terkecuali Ny. Jeon yang menangis di pelukan Tn. Jeon.
"Mana Jungkook oppa?" ulang Hyo Mi dengan nada menuntut.
"Hyo" ucap eommanya yang juga ikut menangis.
"Jawablah! Aku hanya bertanya dimana Jungkook oppa?!" ucap Hyo Mi sedikit menggertak.
"Sayang tenangkan dirimu" ucap Tn. Song sambil mengelus lembut rambut Hyo Mi.
"Apa yang terjadi dengan suamiku! Jawab!" Hyo Mi menepis kasar tangan Tn. Song, dia benar benar tak terkendali.
"Hyo dia keritis, kecelakaan itu berakibat fatal bagi jantungnya, dan....." Je Sup sudah tak bisa berkata kata lagi, dia jatuh di pelukan Taeyong sambil menangis.
"Fatal?.... Jantung?" Hyo Mi masih mencerna kata kata yang diucapkan Je Sup, ia ingin sekali berteriak namun, apa teriakannya itu akan menyelamatkan nyawa Jungkook.
Hyo Mi menangis, namun Hyo Mi segera di rengkuh oleh pelukan hangat Luhan.
"Sshht.... Uljima Hyo, dia pria yang kuat" ucap Luhan sambil mengelus punggung adiknya itu.
"Oppa" lagi lagi Hyo Mi tak bisa mengatakan sesuatu, lidahnya terlalu kelu untuk mengatakan hal yang lebih.
"Aakkkhhhhh......" Hyo Mi meringis kesakitan saat kepalanya kembali sakit.
"Hyo!" Luhan panik sambil melepaskan pelukannya.
Taeyong segera berlari kearah Hyo Mi dan memeriksanya.
Terlihat wajah tegang Taeyong,
"Sus, siapkan ruang operasi!" titah Taeyong.
"Apa yang terjadi?" tanya Suho.
"Kita harus segera, melangsungkan operasi keadaanya semakin buruk karena kanker otaknya yang semakin ganas" ucap Taeyong sambil mengikuti Hyo Mi yang di bawa oleh suster suster.
"Sayang! Bertahanlah" ucap Ny. Song sambil menggenggam tangan mungil Hyo Mi yang terasa sangat dingin.
Keluarga Hyo Mi mengikuti Taeyong yang berjalan kearah ruang operasi.
"Bertahanlah sayang!" ucap Ny. Song sebelum ia benar benar tak melihat putrinya di balik tembok.
"Dia pasti bisa, aku yakin, aku ayahnya dia adalah putriku yang pemberani, dia seorang polisi" ucap Tn. Song sambil menenangkan istrinya yang terus saja menangis.
Namun nihil, ucapannya tak mempan, Ny. Song tetap menangis, tenggelam dalam rasa kesedihannya.
"Tae" panggil Tn. Song.
"Ah, ne?" Taehyung agak gugup saat di panggil oleh Tn. Song.
"Aku sangat berterima Kasih padamu, jika kau tak membawa putriku dan menantuku kesini tepat waktu, entah apa yang terjadi" ucap Tn. Song sambil menepuk bahu Taehyung.
"Aku hanya menolong Tuan, jangan terlalu berlebihan" ucap Taehyung.
"Sekali lagi terima kasih, dan jangan panggil aku Tuan" ucap Tn. Song.
"Lalu?" tanya Taehyung.
"Panggil aku appa, dan panggil istriku ini eomma, kau sudah kuanggap anakku sendiri, walau bagaimana pun kau adalah anak temanku sendiri" ucap Tn. Song.
"Jinjja?" tanya Taehyung dengan mata berbinar.
Orang tua Taehyung itu sudah meninggal sejak beberapa tahun lalu karena kecelakaan.
"Ne" ucap Tn. Song.
"Bolehkah aku memeluk kalian?" tanya Taehyung hati hati.
"Tentu" ucap Tn. Song sambil merentangkan tangannya.
Taehyung segera menghambur ke pelukan Tn. Song, pelukan yang sudah lama ia rindukan, pelukan appanya.
******
Sudah 3 jam keluarga Hyo Mi menunggu operasi yang dilakukan Taeyong.
Tak henti hentinya mereka semua memanjatkan doa untuk Hyo Mi maupun untuk Jungkook -besan mereka-.
Tak jarang Ny. Song ataupun Ny. Jeon terlihat meneteskan air matanya.
Lampu operasi tiba tiba berwarna merah, menandakan operasi telah selesai.
Semua keluarga Hyo Mi berdiri dan menunggu Taeyong keluar.
Kriett....
Pintu operasi terbuka.
"Taeyong bagaimana operasinya?" Luhan mengawali.
"Operasinya berjalan lancar, keadaan Hyo Mi sekarang tidak sadar karena pengaruh obat bius dan kritis, keadaan Jungkook...." Taeyong berhenti dan menghela nafas.
"Jungkook kenapa?" tanya Suho.
"Kalian harus bisa mencari pendonor jantung yang tepat untuknya, akan kuberi kalian waktu 5 jam, jika kalian tak bisa menemukannya dalam kurun waktu yang aku berikan, mungkin hanya mukjizat yang akan menyelamatkannya" ucap Taeyong panjang lebar.
"Tidak tidak, Kookie" ucap Ny. Jeon sambil menangis.
"5 jam" Suho berpikir kritis, dimana dia akan menemukan pendonor jantung untuk Jungkook dalam waktu 5 jam.
"Hyo Mi akan di pindahkan ke ruangannya" ucap Taeyong.
"Aku permisi dulu, jika Hyo Mi sudah sadar cepat panggil aku" lanjut Taeyong.
Mereka semua menatap nanar keadaan Hyo Mi dari kaca, tubuhnya kurus dan putih, seperti mayat hidup.
Dan Jungkook, terbaring lemah dengan berbagai alat kedokteran canggih di tubuhnya, alat EKG yang terus menunjukkan seberapa lemahnya jantung Jungkook.
Mereka semua tenggelam dalam kesedihan yang tak akan pernah habis itu, terdiam, menangis dan tenggelam dalam pikiran masing masing.
Tbc......
Mian Chapter yang ini pendek.
Authornya bingung, kasian sama nggak sanggup ngetiknya 😭.
Sad Ending or Happy Ending?
Jangan lupa vomment
Gomawo 😊
KAMU SEDANG MEMBACA
My Stepbrother [END]
Fanfiction- Song Hyo Mi - Jungkook - Taehyung - All member EXO - Song Je Sup - Author Kenalkan namaku Song Hyo Mi aku anak tunggal dari seorang CEO. tapi kehidupanku berubah setelah ayahku menikah lagi dengan seorang Wanita yang mempunyai 12 anak. jadi ikut...
![My Stepbrother [END]](https://img.wattpad.com/cover/124558506-64-k852764.jpg)