Jangan datang.
Jangan datang kesini jika tak ingin terluka. Mungkin kelihatannya bagimu aku biasa saja bahkan sangat baik baik saja saat kau datang, Tidak.
Taukah bahwa sebelum kau datang ada seorang lain datang dan merapuhkan segalanya?
Seorang pencundang yang bahkan tak mengakui semua kesalahannya.
Seorang pengecut.Seorang manusia yang bahkan mirip seperti seekor serigala dan Dia telah merusakkan segalanya.
Jangan datang sekarang.
Kembalilah nanti ketika serpihan itu sudah kembali perlahan.
Aku menghindarimu dari ancaman goresan luka yang akan diciptakan dari puing hatiku ketika menyentuh hatimu.
Atau jika tidak, tak usah pernah datang kesini.
dia memang seorang yang tak pantas , tapi terbaik bagiku.
dia memang seorang pengecut yang bahkan malu mengakui kesalahan yang dibuatnya sendiri , tapi dialah letak kebahagiaanku.Dia memang mengatakanku perusak atas segalanya, tapi jika dia hilang dan pergi , justru dialah yang akan merusak hidupku.
dan semuanya terjadi .Aku memang sedang rapuh , tapi tak pula membutuhkan uluran tangan dan hati orang lain.
Setidaknya berikan saja aku waktu , sembari membuktikan seberapa jauh titik letihmu mengejarku yang sedang menunggu seorang yang sudah mati untuk kembali disampingku lagi.
Atau berikan aku waktu untuk lupa .
lupa akan fantasi yang diberikan darinya kepadaku.Jangan datang.
Aku sudah memperingatkanmu .
jika nanti hatimu terluka , jangan salahkan aku.Akumasih menunggu bulanku pindah dari dalam matanya.
dan selama aku menunggu bulan itu pergi,jangan .
— y.
*Backsound : Fiersa Besari - Lembayung.
*Puisi dan Kutipan lainnya ; instagram @petikan.rasa----------------------------------------
KAMU SEDANG MEMBACA
YANG TAK TERSIRAT
PuisiApapun yang dirasa dalam hati , mungkin saja tak tersirat bagi mereka yang kita tuju. Bagi mereka tempat perasaan kita bernaung, yang meski raga kita rapuh dimakan waktu perasaan kita tetap sama adanya pada mereka. Terluka ataupun tidak terluka...