Sekali lagi Aliska memastikan penampilannya di depan cermin. Dia nampak sederhana dengan cocktail dress tanpa lengan berwarna navy dan flatshoes berwarna senada. Aliska tak tahu Sion akan membawanya kemana, tapi semoga saja dia tak salah kostum. Kalau sampai Sion membawanya ke tempat yang tak sesuai dengan pakaian yang dikenakannya, sudah pasti Aliska akan malu. Aliska juga membiarkan rambut sebahunya yang bervolume tergerai. Cewek itu hanya menggunakan bedak tipis dan lipbloss. Tampak tak terlihat mencolok.
Ia terus melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Jam kini sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Aliska terus mondar-mandir di depan ranjangnya. Ia merasa gelisah, seperti telah melupakan sesuatu. Entah itu apa.
Ketukan pintu dan sebuah suara dari luar menghentikan kegiatan mondar-mandinya. Ia membuka pintunya dengan pelan, menampakkan Kirana yang sedang tersenyum cerah.
Kirana mengacak rambut putri bungsunya itu dengan sayang. "Anak bunda cantik banget yah?"
Aliska menatap kesal Kirana, karena telah mengacak rambutnya "Bunda mah gitu. Udah cantik juga, malah rambut aku di berantakin!"
"Hahaha maaf deh. Udah buruan turun. Di bawah ada Lion lagi nungguin kamu!" kekeh Kirana.
"Bunda ihh, di kira singa apa! Nama dia itu Sion Bun bukan Lion!" Peringat Aliska.
"Sama aja perasaan," cibir Kirana pada anaknya.
Aliska menatap Kirana kesal "Beda Bunda!"
Kirana hanya memutar kedua bola matanya malas "Iya...iya...terserah!" Kirana berjalan keluar mendahului Aliska yang kembali memperhatikan penampilannya di depan cermin.
Setelah merasa siap, ia turun ke lantai bawah menemui Sion. Saat di tangga, Aliska dapat melihat punggung kekar Sion yang sedang berdiri di dekat sofa dengan membelakanginya.
Aliska menepuk punggung Sion dengan pelan. "Hay kak," sapa Aliska tersenyum malu.
Sion membalikkan badannya dan menatap Aliska dengan takjub. "Ha-hay juga!" Gugupnya.
"Lah, kok malah gugup kak?" Tanya bingung Aliska.
"Lo sih, pake dandan. Gue kan jadi gak fokus gini," ucap Sion sambil mengerjapkan beberapa kali matanya agar kembali fokus.
"Hm. yaudah deh kak gue ganti baju dulu," Aliska hendak kembali ke kamarnya.
"E--eh gak usah. Gini aja," tutur Sion terbata-bata. Yang langsung mendapat anggukan dari Aliska.
Sion mendekatkan bibirnya di dekat telinga Aliska lalu berbisik. "Sumpah, lo cantik banget malam ini!"
Aliska begidik ngeri setelah merasakan hembusan nafas Sion yang begitu terasa di lehernya. "Makasih kak," ucap Aliska malu.
"Yaudah, yok jalan?"
"Lahh kita jalan kak? Kirain naik motor atau mobil gitu!"
Sion menoyor kepala Aliska pelan. "Kumat deh penyakit lo,"
Tanpa pikir panjang, Sion langsung menarik tangan Aliska keluar ke tempat mobilnya terparkir. Setelah pamit kepada orang tua Aliska.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALRICK [TAMAT-TELAH TERBIT]
Teen FictionBagi yang memiliki penyakit kebaperan, di harapkan untuk menghindari cerita ini. Takutnya nanti terjadi sesuatu pada jantung anda, ehh. Cerita ini dapat menyebabkan pembaca jadi gila, karena tak jarang mereka sampai tertawa sendiri, emosi, dan membu...
![ALRICK [TAMAT-TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/124562648-64-k23803.jpg)