❄ 13

2K 319 13
                                        

🙋🙋👆 Dont Forget To vote 💙💙
-----------------------------------------------------------
• A Series of Christmas Story •
... Chanyeol & Kyungsoo ...
|Chansoo|
|EXO|
----------------------------------------------------------

Kyungsoo's POV
.
.

Entah sudah berapa lama diri ini tak bertegur sapa dengan sang pemeran utama. Rasa segan, malu, benci, cinta, takut, semua membelenggu hingga tak mampu diriku memberanikan diri sekedar bertatap wajah dengannya. Sakit yang kurasakan kemungkinan adalah balasan dari semua hadiah yang kuterima dalam waktu singkat.

Perlukah pertanggung jawaban?

Sinterklas membutuhkan itu?

Namun kemungkinan besar lainnya tetap memaksa untuk masuk. Diriku yang tega mengerjai baekhyun dengan mengatakan kevin datang ke asrama seorang diri, hingga dirinya bolak balik mengunjungi kevin di rumah adiknya, bisa menjadi sebuah kesalahan fatal dariku dan kudapatkan balasannya saat ini.

"kau akan ke kota, eoh? Tumben..?"

Tersenyum getir ku melihat chen dan baekhyun yang masih setia duduk di kamar sembari melakukan aktivitasnya masing masing.

"ingin mendinginkan pikiran saja.."

Klek...

Keheningan yang menyelimuti kamar serta merta memperjelas buramnya suasana salah satu hati yang ada di asrama. Tak kupungkiri diriku lah yang terlalu berlebihan dalam menyikapinya.

Kami tak ada hubungan apapun...

Tak kuhiraukan sehun dan kai yang sedang asik memainkan xbox di ruang tengah, jauh lebih menarik gelapnya malam ini di tengah kota dengan gemerlap cahaya lampu natal seiring para manusia kecil yang tersenyum lebar memainkan jenggot palsu sang sinterklas.

Seandainya ini adalah thanksgiving...

Mungkin tak akan sesakit ini..

Moment natal yang cukup memberikan banyak sekali harapan di setiap hati yang memelas tak berujung akan rasa malu. Hati yang selalu ingin merasakan kehangatan berarti namun langka. Namun, sekali lagi kalimat teror ini terus bermunculan. Hanya manusia yang berada di list anak baik mampu mendapatkan hadiah dari sang pemberi. Kadang rasa ragu menyerangku selama beberapa hari ini, dilema antara mempercayai keadaan yang bersikap melankolis mempermainkanku ataukah mempercayai bayangan abstrak sang Sinterklas yang berputar mengelilingi mimpiku

Mimpi yang selalu membuatku tertekan..

Mimpi akan dirinya yang akan menjadi belahan jiwa..

Bagaikan menelan pisau yang memberi rasa manis hingga membuatku lebih memilih untuk tenggelam dalam kebahagiaan sesaat.

Berjalan ku menyusuri gelapnya malam namun masih mampu menerima cahaya dari segala penjuru. Terangnya semakin membuat rasa sedih ini terasa nyata.
Menoleh ku ke arah kanan dan kiri seakan mencari sesosok tikus yang tengah kabur dengan membawa sepotong berlian di tangannya. Berlian yang sempat memberikan kebahagiaan di hati semua manusia namun anggaplah itu hanya khayalan sementara.

Tak ada kebahagiaan yang mampu datang semudah itu...

Terlebih lagi hati yang cukup dalam terjatuh...

DEG!

cukup...

Dalam....

Hingga aku tak mampu....

Bangkit kembali.....

Kusentuh permukaan bening dari sebuah kaca yang seakan baru saja di bersihkan secara serius oleh sang pemilik. Terlihat dari dalam, Tatapan yang terus terlempar satu sama lain dari para pasangan yang saling mencurahkan semua kasih sayang tanpa perlu menunjukkan rasa malu kepada peri yang berputar mengelilingi. Semua aura kebahagiaan menusukku hingga ke jantung terdalam. Tak mampu lagi air mata terbendung, hingga dirinya menetes deras tanpa menunggu izin dari sang empu.

Tes..
Tes..

Tersenyum ku mengelus pantulan wajah chanyeol yang tengah duduk berhadapan dengan yeoja itu. Wajahnya yang tertawa bahagia, serta tangan sang yeoja yang secara terus menerus mengelus lembut rambut sang pangeran. Tak kupungkiri apa yang kulihat adalah genggaman tangannya seakan chanyeol adalah sang penghangat.

 Tak kupungkiri apa yang kulihat adalah genggaman tangannya seakan chanyeol adalah sang penghangat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Aku tau bagaimana rasanya menjadi seorang putri Auriel...

Tenggelam di dasar lautan dan membiarkan semua bagian tubuhku berubah menjadi buih yang mengapung demi membebaskan semua rasa sakit hati seakan ingin membuat semua ini hanyalah kenangan yang tak akan bermasalah jika di ubah menjadi seorang mayat Amnesia.

"kau .... Hanyalah mimpiku.... Yang tak akan pernah mampu ku raih..."

Lirihku yang memejamkan mata dan membiarkan jari jariku mengusap air yang semakin membuat tubuh ini tak tau arah. Hembusan nafas mencoba lega pun kulakukan seiring berjalan menjauh dari dinding cafe, membiarkan kegelapan membawa hati ini hingga tak ada satupun yang mampu menopangnya.

Ini adalah pilihanku...

Walau Sinterklas kembali memberiku hadiah..

Itu hanya akan semakin menyakitiku...

Hanya akan semakin...

Sakit...

-TBC-

Mistletoe (Mini S) [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang