vote pleasehappy readingggg....
****hari ini hujan turun sejak satu jam yang lalu,dan seorang wanita cantik sedang berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan sepatu kets persis seperti kesukaannya.mata coklat yang indah dan jernih serta rambut pirang yang panjang.apalagi senyumnya? bahkan dari dia mulai berjalan banyak mata yang serasa terhipnotis olehnya
"thank's ya Je kamu dah bantuin mecahin masalah aku!" ucap seorang pria yang seumuran dengannya.Jeje tersenyum pada sahabatnya yang bernama Taufan,yang juga seprofesi dengannya
"aku gak nyangka kamu pulang,aku kira kamu betah tinggal sama kakek kamu!" ucap Taufan yang tadi minta tolong sama Jeje karna satu masalah yang tidak bisa ia tangani
"hahha rumahku itu disini kenapa aku tak pulang kerumah?" tanya Jeje balik
"pasti disana banyak cowok ganteng gebetan kamu ya? makanya kamu bisa betah maybe!" Jeje tertawa,dia sedang memikirkan sesuatu
"aku akan pulang!" Taufan menghentikan langkahnya
"loh kenapa aku mau ajak kamu makan siang!" Jeje menggeleng
"tidak terima kasih Fan,tapi aku ada perlu!" tolak Jeje halus"apa gak bisa di tunda?" tanya Taufan memastikan
"gak,aku mau nolongin lagi.panggilan mendadak!" jawab Jeje
"oh baiklah!"
"bye Fan!"
"bye Je!"setelah melambai2kan tangannya Jeje sedikit berlari menuju pintu keluar rumah sakit dengan dorongan penuh dan tanpa di sangkanya juga seseorang akan masuk kedalam rumah sakit hingga tubuh seseorang itu terpelanting ke belakang karna ulah Jeje
"ahh Sial!" umpat suara seorang laki2 yang tadi terdorong oleh pintu
"ah sorry a-!" ucapan Jeje terhenti saat kepala orang tadi mendongak ke arahnya.laki2 itu melotot tajam pada Jeje sedangkan Jeje malah tertawa keras melihat siapa yang bokongnya menjadi korban dari lantai rumah sakit
"ck kamu lagi kamu lagi,duniaku sempit sekali!" kata Jeje tanpa dosa
"kamu!" ucap laki2 itu geram
"oh billionare sombong itu!" tekan Jeje pada kata billionare"sial ketemu wanita ini lagi!" umpat Aldo,ya Aldolah yang tadi terpelanting ke belakang saat dia akan masuk ke rumah sakit guna menjenguk rekan bisnisnya
"apa kamu bilang?" tanya Jeje mendekati Aldo yang masih terduduk,Aldo mendengus
"Dahlan!" panggil Aldo pada orang kepercayaannya itu yang baru tiba dan baru tahu bahwa bosnya sudah terduduk di lantai rumah sakit
"ya tuan!" Aldo segera berdiri dari duduknya menatap tajam pada Jeje yang bersidekap dada angkuh menantang sang billionare
"dari pada kau gunakan untuk ganti rugi mending kau sumbangkan kerumah sakit ini!" ucap Jeje saat melihat tangan Aldo yang menengadah meminta cek pada Dahlan
"siapa yang ingin menggantimu nona ceroboh,aku ingin minta ganti rugi darimu" Jeje di buat melongo atas ucapan pria yang baginya sungguh membuatnya muak setengah mati
"ini" Aldo menyodorkan kertas ceknya pada Jeje,Dahlan tertawa geli di belakang Aldo.sungguh mereka lucu bagi Dahlan
Jeje menerima kertas cek dari Aldo,bukan menulis nominal dia malah menuliskan no. ponselnya pada kertas cek itu
"aku tak butuh no. ponselmu nona!" Aldo menatap tak percaya pada wanita dihadapannya
"apa ini caramu ingin berkenalan denganku?" Aldo tersenyum mengejek,Jeje menaikkan satu alisnya
"oh sungguh kau bukan hanya sombong tapi juga terlalu percaya diri tuan billionare!" balas Jeje dengan senyum mengejek yang lebih menusuk dari pada Aldo.sungguh Dahlan bahkan sedikit mundur karna perdebatan serta wajah wanita itu yang lebih dominan bagi Dahlan
"kau hubungi aku untuk ganti rugimu,aku tak ingin berlama2 menulis pada cekmu itu,oh sungguh waktuku sangat berharga!" Jeje berlalu dari hadapan Aldo yang tertegun pada gadis berani itu.Aldo mendengus sebal 'sial' batinnya
"kau hubungi dia dan minta ganti rugi sebanyak yang kau mau,aku ingin lihat apa dia masih mau mengganti rugi?" Dahlan mengangguk sopan
"aku akan menculiknya jika aku bertemu dengannya untuk yang ketiga kalinya!"
"tuan yakin akan menculiknya?" tanya Dahlan yang tak percaya atas ucapan sang majikan
"ya,agar aku tak bertemu dengannya!" Dahlan diam dan tak bisa protes lagi,mereka masuk ke dalam rumah sakit dan mereka melakukan apa yang menjadi niatan awal dari kedatanan mereka tadi
****
V O T I N G

KAMU SEDANG MEMBACA
Future Husband
Romance"hancurkan secepatnya!" pinta seorang lelaki yang menahan amarahnya. "baik tuan!" jawab seorang laki2 yang berjas hitam.lalu mennunduk hormat pada atasannya. beberapa dokter berlarian kearah ruangan dimana seorang pasien tengah mengalami kejang2. "d...