votinggg
****
happy readinggg
"ada apa?" tanya Aldo,Jeje tersenyum
"aku akan menangani kasus my future husband.kau penuhi janji dengan mama,dan kalau dia bertanya bilang penanganan kasus seperti biasa!" Jeje akan membuka pintu mobil namun tangannya di cekal Aldo
Aldo bergeming dari posisinya.matanya menatap kearah manik mata Jeje
"apakah harus pergi sekarang?" Jeje tersenyum,ibu jarinya mengusap punggung tangan Aldo
"aku harus pergi sekarang,Al!" Aldo menutup matanya sebentar,menikmati sensasi panggilan yang di berikan Jeje.entahlah dia merasa tenang
"aku akan pulang jika urusanku selesai!"
"setidaknya katakan kau akan pergi kemana?" tanya Aldo,Jeje tersenyum kecut
"aku akan ke rumah sakit yang ada di Rusia!"
"aku akan antar kamu ke bandara!" Jeje menggeleng lalu mengusap pipi Aldo,memberi senyum terbaiknya
"aku akan naik taksi,itu taksinya sudah di depan!" Aldo menatap ke depan,dan benar ada sebuah taksi.tapi sejak kapan?
"baiklah aku tidak bisa memaksamu!" Aldo melepas cekalannya dengan nada merajuk,sungguh Jeje menahan tertawa sekarang
'CUP'
Aldo mematung tanpa bisa berkedip,apa tadi barusan? apa Aldo halusinasi lagi? samar2 Aldo mendengar
"Tomy jaga my future husband!" entahlah siapa yang di panggil Tomy oleh Jeje sebelum akhirnya pintu samping Aldo tertutup
Aldo tersadar dan setelahnya taksi yang di tumpangi Jeje sudah pergi.Aldo mengangkat sudut bibirnya,apa yang dia lakukan tanpa sadar
****
Aldo memasuki kawasan pertokoan elit,disana juga ada butik ternama yang tak lain adalah milik keluarga Kelvin.
Kelv Boutique,adalah salah satu aset milik mama dari Jeje setelah Safanya memutuskan berhenti menjadi dokter kandungan saat setelah melahirkan Jeje.itu yang Aldo tahu saat Safanya bercerita singkat tentang dari mana Jeje bisa menjadi dokter.jadi tak heran kalau keluarga Kelv membangun banyak rumah sakit di dunia,bukan tanpa alasan
"hai sayang!" Safanya memeluk Aldo
"loh dimana gadis nakal itu?" tanya Safanya setelah menyadari bahwa putrinya tidak bersama Aldo,Aldo meringis
"dia hanya bilang dia akan mengurus kasus biasa mom!" jawab Aldo singkat,Safanya mendengus sebal
"ck apa tak bisa di tunda,awas saja mom akan mengomelinya nanti!" kesal Safanya di ubun2
"udah mom gak apa2!" kata Aldo menenangkan
"gadis itu,apanya yang tak apa2? mom harus telfon dia!" Safanya meraih ponselnya di atas meja.Aldo hanya menggaruk tengkuknya,membiarkan calon mertuanya itu
"aishh gadis ini pasti me-nonaktifkan ponselnya!" gerutu Safanya yang terus menekan layar ponselnya
"mom aku pilih aja,nanti Jeje biar menyesuaikannya!" bujuk Aldo,Safanya tersenyum kearah Aldo.mengusap pipi laki2 yang akan jadi menantunya dengan sayang
"maafkan Jeje ya Al,kamu harus sabar ngadepin dia!" ujar Safanya menyesal,Aldo tersenyum
"mom aku janji akan jaga dia dan aku juga akan sabar ngadepin dia!" kata2 yang keluar dari Aldo begitu tulus,bagaimana perasaan Aldo? hanya Aldo yang tahu
"mom percaya padamu Al!" Safanya tersenyum,membawa sang calon menantu kearah mejanya
"mom ini foto Jeje saat kecil?" tanya Aldo saat melihat figura kecil di atas meja kerja Safanya
"ya,itu sebelum tragedi penculikan dimana Jeje harus di bawa ke Rusia dan di asuh kakek dan neneknya!" Aldo menaikkan satu alisnya
"sini!" pinta Safanya menepuk2 kursi panjang agar Aldo duduk di sebelahnya
"mom akan jawab semua pertanyaan kamu soal Jeje,mom yakin Alan tak pernah cerita!" Aldo mengangguk lalu mengikuti arahan Safanya agar duduk
"jadi alasan Jeje di culik karna apa mom?" tanya Aldo,Safanya tersenyum seolah dapat menebak kalau itu pertanyaan yang pasti di tanyakan oleh Aldo
"kau dengar bukan kalau Jeje adalah anggota keluarga Kelv paling jenius?" Aldo mengangguk karna dia mendengarnya dari Alan
"nah karna itulah Al,dia adalah anak yang menyimpan segala hal yang berkaitan dengan rahasia dari keluarga Kelv.mengenai kode rahasia perusahaan dari kakek buyutnya hanya dia yang tahu dan kapan2 dia bisa menggantinya.karna itulah banyak perusahaan mengincarnya!" Safanya berubah sendu saat mengingat bagaimana nasib putri satu2nya dalam bahaya
"mom tak tahu bagaimana otaknya bisa menampung hal yang tak bisa mom duga atau mom pikirkan!" Aldo menggenggam tangan Safanya
"tapi mom bahagia karna dia anak yang sangat cerdas dan tangkas,sebelum dia berumur 5th dia sudah mampu memperagakan gerakan bela diri dari berbagai negara,cara menembak dengan jitu.hal yang tak pernah mom tahu,karna kakek buyutnya yang mengajarinya!" ada nada menyesal di balik rasa sendu seorang Safanya dan Aldo menangkapnya
"menembak?" Safanya tersenyum maklum atas keterkejutan Aldo.Safanya mengangguk
"meski mom percaya dia bisa menjaga diri,tapi mom tahu sekuat apapun dia.dia tetap seorang wanita,dia akan butuh seorang lelaki seperti kamu!" Aldo tersenyum,rasanya tidak mudah untuk menjaga calon istrinya itu tapi lagi dia seorang pria meski tanpa adanya keahlian dalam hal berkelahi ataupun memainkan senjata.dia tetap akan menjaga wanitanya
****
V O T I N G

KAMU SEDANG MEMBACA
Future Husband
Romance"hancurkan secepatnya!" pinta seorang lelaki yang menahan amarahnya. "baik tuan!" jawab seorang laki2 yang berjas hitam.lalu mennunduk hormat pada atasannya. beberapa dokter berlarian kearah ruangan dimana seorang pasien tengah mengalami kejang2. "d...