12.Zalano Kelvin

2.9K 134 1
                                    


V     O      T       I      N      G

****

sehari sudah berlalu dan Aldo masih di kantor pagi ini.di hadapannya ada sahabatnya yang tiba2 datang dengan pakaian ganti yang baru untuk Aldo dan makanan tentunya

"kau tidak pulang lagi?" tanya Alan saat masuk

"ya kau lihat sendiri bukan?" Aldo memperlihatkan tumpukan berkas miliknya

"ya aku tahu,tapi kapan kau akan dapat wanita jika kau terus saja bekerja?" tanya Alan prihatin,Aldo menaikkan satu alisnya

"kau sendiri?" Alan mengedikkan bahunya acuh

"setidaknya aku masih bisa dekat dengan wanita!!" Aldo memutar matanya malas,tahu bahwa Alan sangat sering keluar masuk club malam

"terserah" jawab Aldo

suara dering ponsel Alan memenuhi ruangan kerja Aldo,Alan menaikkan satu alisnya

"ya sweety!" jawabnya

"jangan panggil aku sweety kak menjijikkan!" ketus suara di seberang,Alan terkekeh.sedangkan Aldo hanya menatap interaksi sahabatnya dengan entahlah Aldo juga tidak tahu.mungkin juga kekasihnya

"baiklah2 aku menyerah! kapan kau pulang?" tanya Alan

"emm hehhe!" Alan memicingkan mata dan mempertajam pendengaran meski orang di seberang tidak tahu

"jangan bilang kau sudah pulang?" tebak Alan

"maaf kak aku pulang sebulan yang lalu,dan aku menginap di hotel!"

"APA???" teriak Alan,Aldo sontak kaget dan menatap sahabatnya kesal karna teriakan Alan

"ish kau mengganggu saja!" kesal Aldo yang tadi sibuk pada berkasnya.Alan mengangkat tangannya pertanda peace

"kakak ada dimana?"

"jangan mengalihkan topik sayang,sekarang kau pulang atau kakak akan menyeretmu?" ancam Alan,Aldo mengerutkan dahinya 'kakak!' batinnya

"tapi sayangnya aku tidak bisa sekarang kakak!" Alan menghembuskan nafas kasar

"ada apa?" tanyanya berusaha sabar agar adik perempuannya itu luluh

"kau pasti tahulah banyak orang yang ingin kejeniusanku!" jawab suara di seberang dengan percaya dirinya

"ya I know,sekarang katakan dimana letak kau berada?" tanya Alan mulai khawatir

"tak perlu khawatir kakak,kau tahu akukan?" Alan mencibir

"kenapa kau selalu merusak alat  keluargamu untuk mendeteksi keberadaanmu?" tanya Alan heran dengan adikknya itu

"kakak jangan khawatir ok!"

"aku akan cepat keluar,berdoa saja agar aku tak sampai menyuntik kebiri orang itu!" Alan terkekeh,dia sedikit tak terlalu khawatir tentang adikknya

"ok jangan kau kebiri lagi para laki2 brengsek itu,kasian istri dan wanitanya!" nasehat Alan,terdengar tawa di seberang

"baiklah kakak,lagian nanti malam aku akan ada operasi dadakan!" Alan memutar matanya malas

"lalu kapan kau pulang,kau tahu dad pasti akan mengamuk!"

"ok2 salam untuk mama dan papa,bye!" setelah itu sambungan terputus sebelum Alan menjawabnya.Alan mendengus

"selalu saja!!" gerutu Alan.Aldo menaikkan satu alisnya bingung

"salah satu wanitamu!" tanya Aldo,Alan menatap sahabatnya karna tadi dia menatap layar ponselnya

"bukan,tapi adikku!" Aldo semakin bingung

"kau anak tunggalkan?" tanya Aldo,Alan tersenyum

"tidak,aku punya adik perempuan!" Aldo menatap sahabatnya tak percaya

"sejak kapan?" entah pertanyaan Aldo yang bodoh atau karna Alan merasa aneh dengan pertanyaan Aldo membuatnya tertawa

"ya sejak dia lahir dari rahim momlah!"

"ck maksudku kenapa aku tidak tahu,padahal aku sering kerumahmu walau kau tak ada!"

"jelas saja karna dari awal adikku tak tinggal bersama kami,karna insiden penculikannya dulu.kami memutuskan untuk mempercayakan pertumbuhannya pada oma dan opa!"

"dia sangat cantik dan jenius di keluarga kami jadi banyak perusahaan yang ingin memanfaatkan kejeniusannya,so kami juga jarang bertemu!" jelas Alan

"lalu sekarang?" tanya Aldo

"dia juga berada dalam masalah tadi,tapi ya begitulah dia.aku rasa aku pulang bukan untuk melindunginya! yang ada aku yang di lindunginya" Aldo semakin penasaran

"aku dengar tadi kau menyebut kebiri!" Aldo ragu2 menyebut kata terakhir,Alan tertawa

"ya adikku seorang dokter yang nanti akan meneruskan rumah sakit yang dad dirikan!" Aldo mulai mengerti sekarang mungkin ini yang Alan bicarakan waktu dengan dokter Josh saat di rumah sakit

"lalu kebiri itu,ya adikku pernah mengibiri orang yang menculiknya.dan bodohnya para penculik tidak tahu kapan adikku membawanya.ataukah adikku yang terlalu pintar? aku juga tidak tahu!" Alan tertawa membayangkan bagaimana sulitnya mengerti tindakan2 yang tak semua orang duga bisa gampang di lakukan adiknya

"lalu?"

"sekarang dia sedang di culik!" Alan kembali merasa khawatir,Aldo juga terlihat bingung

"kenapa kau tak menolongnya?"

"dia yang menolak dan lagi dia tak bisa terlacak,entahlah dia merusak semua alat agar tak melacak ponsel ataupun keberadaannya

kau tahu dad dan mom sampai bingung.kami menghubunginya bisa namun kami tak dapat merasakan dimana keberadaannya!" Aldo sebenarnya tak paham,namun dia hanya mengangguk saja.

Aldo jadi teringat dengan gadis yang sekarang dia sekap di mansionnya.'apa itu termasuk penculikan?' batin Aldo

Aldo menggeleng lalu mencoba fokus pada pekerjaannya dan segera menyelesaikan semuanya

****

V    O     T       I       N        G

Future HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang