V O T I N G
****
"bagaimana tidak bahkan dokter cantik itu,ah bukan cantik lagi tapi sangan cantik itu yang menginteruksi kami bahwa tunangan anda tak bisa diselamatkan dengan gelengan kepala!" jelas Kania,sebenarnya dia takut setelah melihat hasil CCTV.bulu2 mereka seolah bergidik
"lalu apa yang selanjutnya terjadi,kalian ceritakan saja semua!" pinta Aldo yang sudah mengepalkan tangannya,dia siap atau tidak siap harus mendengar cerita dari saksi dari kematian kekasihnya itu yang berarti harus membuka luka empat tahun yang lalu.
Alan tahu bahwa hal ini sangat menyakitkan untuk seorang Aldo meski ia terlihat sangat baik2 saja.Alan menepuk bahu Aldo memberi ketenangan pada sahabatnya
"kami sebenarnya juga shock saat melihat hasil CCTV ini,tapi kami sangat yakin bahwa ada dokter bernama dokter Yo yang kami tahu saat itu.kami bahkan tak curiga dengan dokter itu" Linda menjeda ucapannya melihat reaksi dari para lelaki dalam ruangan yang tiba2 menjadi sesak baginya dan juga pengap
Josh yang tak pernah mengenal dokter Yo itu,apa lagi melihat wajahnya.sedang Alan tetap datar dan terus menatap wajah Linda yang diam,Aldo merasakan bahwa dia tidak sedang berhalusinasi setidaknya
"karna kami pikir dokter rekrutan baru dari pihak rumah sakit.bahkan saat sudah masuk dia tersenyum sangat manis dan ramah pada kami,dia terlihat sangat muda!" Kania meneruskan cerita Linda dengan binar,dia bahkan tidak lupa sama sekali dengan wajah dokter cantik itu
"saya kira dia Angel,karna kulit dan seluruh yang ada di dalam dirinya sangat bersinar bagi saya!" tambah Kania,sungguh Alan di buat gemas karna Kania malah berbinar dan menceritakan bagaimana dokter misterius dan bukan ke intinya
"ya yang di ceritakan Kania benar,kami bahkan hanya mematung saat dia mulai mendekati ranjang tunangan anda tuan!" Linda menunduk menyesal,mungkin bagi kode etik di bidangnya tidak seharusnya dia diam saat keadaan darurat.Aldo mengepalkan tangannya
"kalian! kalian bagaimana bisa hanya diam saat tunanganku dalam keadaan sekarat?!" bentak Aldo,sungguh mata elang tajamnya mampu menusuk ke dalam manik mata lawannya.dan benar Kania dan Linda hanya menunduk
"lanjutkan cerita kalian!" pinta Alan,dengan tangan menepuk bahu sahabatnya agar tenang.Aldo menghembuskan nafas kasar,dia lalu ingat bahwa dia tidak akan sedih ataupun merasa kehilangan lagi.itu janjinya pada Claudia tunangannya saat tubuh kaku itu di masukkan kedalam peti mati
"dokter tak melakukan apa2 setelah menggeleng menginterupsi kami agar tak melakukan apa2 untuk menyelematkan tunangan anda!" entah kenapa Kania meneteskan air mata
"dokter Yo itu tersenyum saat tunangan anda membuka mata" sontak Aldo dan semuanya menatap Kania
"maksud kalian tunanganku pernah sadar sebelum dinyatakan meninggalkan?" tanya Aldo dengan tatapan tajam yang siap menerkam,Kania mengangguk
"tunangan anda melepas selang oksigennya,dokter Yo mendekat dan lagi dokter Yo memberikan senyuman yang amat membuat kami terpukau!" Aldo serasa muak mendengar dua suster di hadapannya ini terus saja memuji fisik dokter yang membawa pesan terakhir calon istrinya itu
"tunangan anda juga membalas senyum pada dokter Yo,seolah mereka sudah sangat kenal!" Aldo melebarkan matanya tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Kania
"k-kenal?" Aldo mengingat2 bahwa tunangannya itu tak pernah mengenal dokter manapun selain dokter pribadi dari keluarganya
"kami tidak mendengar apa yang tunangan anda katakan tunangan anda tak bersuara,setelah hembusan nafas terakhir dokter tersenyum lalu mengusap kepala tunangan anda.lalu kami sibuk melepas semua alat bantu penunjang hidup tunangan anda hingga kami tak tahu kapan dokter Yo pergi!" ya bahkan semua laki2 melihat bagaimana dua suster itu melepas alat penunjang hidup Claudia
"kalian apa tak melihat dokter itu melakukan sesuatu seperti menyuntikkan sesuatu?" tanya Alan,sedang Aldo memijit pelipisnya yang terasa pusing
"tidak tuan,dokter Yo hanya bersidekap dada saat masuk dan memilih diam melihat tunangan anda sampai sadar,dan kami tak menemukan kulit tunangan tuan membiru atau hal yang lain saat membersihkannya.jadi kami yakin bahwa kematian tunangan anda adalah memang kehendak tuhan!" jelas Linda
dari keterangan yang di simpulkan oleh mereka bahwa kematian bukan karna kelalaian rumah sakit.namun dalam pikiran mereka bertanya siapa sosok dokter Yo dan suster Emily itu.bahkan CCTV pun tak dapat menjangkau mereka.apa mereka benar2 angel?
****
cerita ini berbau fantasi karena memang ini adalah imajinasi author sendiri
maaf jika alurnya agak membingungkan tapi author akan tetep berusaha dengan baik
jangan lupa vote
thank's see next chapter

KAMU SEDANG MEMBACA
Future Husband
Romance"hancurkan secepatnya!" pinta seorang lelaki yang menahan amarahnya. "baik tuan!" jawab seorang laki2 yang berjas hitam.lalu mennunduk hormat pada atasannya. beberapa dokter berlarian kearah ruangan dimana seorang pasien tengah mengalami kejang2. "d...