The Last Gift
Final Chapter
Jungkook membuang nafas lelah, di dalam kamar rawat Taehyung sekarang mereka berkumpul dengan suasana panas. Bagaimana Pak Min memandang Namjoon sengit, dan senyuman Namjoon yang seolah meremehkannya. Jungkook tidak pernah tahu sebenarnya masalah apa yang melatarbelakangi pertikaian mereka. Dia tidak ingin tahu sebenarnya, namun jika itu mempengaruhi apa yang akan mereka kerjakan sekarang, mau tidak mau Jungkook harus bicara.
"Kita dalam masalah besar sekarang, bisakah kalian buang masalah pribadi kalian berdua ke laut? Aku tidak ingin rivalitas kalian merusak semuanya!" tegas Jungkook pada Pak Min dan Namjoon yang masih saling berpandangan sengit.
Jungkook hanya geleng kepala melihat tingkah keduanya, perhatiannya teralih pada Yesung dan Hyukjae yang duduk tenang di sofa hitam sebelah pintu masuk. Wajah mereka tidak menunjukan ekspresi kosong, ada sesuatu yang tengah Hyukjae dan Yesung pikirkan.
"Aku terlalu lelah untuk memikirkannya sendiri, dan tim kami tidak punya banyak kekuatan, kami membutuhkan kalian."
Jungkook mulai mengemukakan maksud ajakannya untuk berkumpul.
"Sebelum itu, kalian harus tahu satu hal, bahwa apa yang telah Taehyung lihat pasti akan terjadi. Kita tidak bisa mencegahnya," lanjut Seokjin, atas apa yang telah Jungkook mulai.
"Yang kami lakukan selama ini hanya mengurangi jumlah jatuhnya korban," ungkap Yoongi, "karena itu, sebutkan rencana terbaik kalian untuk menghadapi bencana besar ini!" lanjutnya dengan keraguan pada suaranya. Pertama kalinya mereka bersama, disatukan oleh sesuatu yang benar-benar mengerikan. Wajar jika dalam setiap kata yang keluar dari mulut Yoongi penuh dengan keraguan dan rasa takut.
***
Hyukjae dan Yesung jalan beriringan ketika melihat Taehyung keluar dari kamar rawat Donghae, dengan wajah penuh beban bersandar pada pintu. Membuang nafasnya perlahan, dan kembali menampilkan senyumnya ketika melihat Hyukjae dan Jimin jalan mendekat.
"Hyung," sapa Taehyung singkat, sedikit membungkuk.
"Apa yang kalian bicarakan? Apa ada sesuatu yang Donghae sembunyikan?" Hyukjae mencegah kepergian Taehyung.
Lama bagi Taehyung untuk menjawab pertanyaan itu, seolah tengah dihadapkam pada dua pilihan yang mustahil. Hyukjae bisa melihatnya, bagaimana Taehyung sama tersiksanya dengan sang adik, tanggung jawab yang datang bersamaan dengan kelebihan mereka mungkin terlalu berat untuk ditanggung.
Genggamannya pada lengan Taehyung mengendur, mungkin bukan saat yang tepat memaksa Taehyung untuk mengatakan sesuatu yang Hyukjae ingin ketahui.
"Apa pun yang ingin Donghae Hyung lakukan, Hyung harus mendukungnya, jangan larang dia Hyung, aku mohon," mohon Taehyung lirih.
Hyukjae kembali mengeratkan genggamannya, menuntut penjelasan lebih.
"Apa yang tidak aku ketahui mengenai Donghae? Cepat, katakan!"
"Aku tahu Donghae Hyung tidak akan mengatakan apa pun soal ini. Jadi aku mohon, katakan saja kalau kau mendukungnya Hyung. Apa pun itu."
"Sebenarnya apa yang kau katakan? Jangan bertele-tele!" emosi Hyukjae mulai tersulut, dia cengkram kerah baju rumah sakit Taehyung. Hyukjae benar-benar tidak tahan sekarang, dia ingin tahu segalanya mengenai Donghae. Bukan hanya jadi pelakon yang mengiyakan semua perintah sutradara.
Hyukjae ingin tahu yang sebenarnya, dia berhak untuk berteriak "tidak", dan "jangan lakukan" pada Donghae. Kenapa dia harus menuruti saran Taehyung. Hanya karena dia tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Last GIFT [Completed]
FanfictionDonghae tidak sendiri, ada yang lain, yang sama sepertinya. Another Story of GIFT and Another GIFT 😊 LEE DONGHAE SUPER JUNIOR BTS
![The Last GIFT [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/119522011-64-k340439.jpg)