[20] Campfire

2.2K 376 113
                                    

Apapun ending nya kalian harus terima chinguuu, love u all!



Our inner feelings  that couldn’t be seen
Now we’ll know more easily
Because now we know the looks in each other’s eyes
(Seventeen, Campfire)


"Udah, Jung. Gak usah nangis." Wonwoo mencoba menenangkan gadis mungil yang sedang terisak di sebelahnya.

"Gi-gimana g-gak nangis, kak? Paper yang gue bikin selama 3 minggu, ditolak mentah-mentah sama Pak Suho." Tangisan Yoojung semakin hebat saat dia memperlihatkan paper nya yang penuh spidol merah.


Kalau ada awards dosen tertega, mungkin Pak Suho udah bawa pulang banyak piala.


"Pak Suho emang gitu, Jung. Lo mending cuma dicorat-coret punya gue dulu langsung dibuang kesana sama dia." Sahut Wonwoo sambil menunjuk tong sampah besar di sebrang pendopo.

"Udah Jung, tenang. Kita bantuin lo revisi, lo gak sendiri." Timpal Jihoon sambil menepuk-nepuk bahu Yoojung, diikuti anggukan dari Doyeon dan Woojin. Kalo orang-orang bilang sih mereka ini bestfriend goals banget.

"WONWOO!!!!!!" Padahal Junhoe cuma manggil Wonwoo tapi semuanya noleh. Junhoe pun berlari kecil nyamperin Wonwoo dan geng teletubbies di pendopo fakultas.

"Apaan?" Tanya Wonwoo.

"Lo dicari Pak Suho." Jawab Junhoe.

Wonwoo mengkerutkan kening, "Hadeh, perasaan gua gaenak. Ada apaan lagi?"

"Skripsi lo ada yang harus di revisi lagi katanya. Buruan gih samperin keburu berangkat ke Dubai lagi dia."

Inilah yang buat Wonwoo istighfar tujuh hari tujuh malem begitu dapet dosen pembimbing bentukan Pak Suho. Kalo udah kayak gini, impian lulus 3,5 tahun dengan embel embel cumlaude pun harus Wonwoo kubur dalam dalam. Hhhh sial bener.

Selama 6 bulan terakhir ini, Wonwoo cukup sibuk dengan urusan skripsinya. Hal itu yang bikin Wonwoo lupa sama kejadian 7 bulan lalu. Kejadian yang bikin hidup Wonwoo lumpuh selama satu bulan. Kalau bukan karena support dari keluarga dan temen-temen nya, Wonwoo gak akan bisa skripsian kayak sekarang.


7 Bulan lalu, Wonwoo dan temen-temen nya langsung dateng ke TKP begitu baca berita yang mulai tersebar di sosial media.

Dan bener, disitu ditemukan 5 orang mayat dengan kondisi mengenaskan. Leher dan muka yang menghitam akibat menghirup gas karbon monoksida yang terlalu banyak.

Mesin genset, yang seharusnya dinyalakan di ruangan terbuka, Jun nyalakan di tengah rumah yang sempit. Dan Mingyu ada di dalamnya.

Biadab, satu kata buat Jun yang langsung terlintas di otak Wonwoo saat itu.

He hates himself for being such a fool.

Dengan tolol nya Wonwoo merasa tersanjung sama semua sikap dan perlakuan Jun tanpa sadar kalo selama ini ada orang yang mati-matian lindungin dia. Mingyu.


7 months ago

Gak segan-segan Wonwoo menerobos kerumunan orang orang di depan rumah tua itu. Dia ngebentak siapapun yang berani ngehalangin dia buat nyari Mingyu, bahkan polisi sekalipun. Garis polisi yang dipasang di TKP pun dia terobos demi melihat sosok kelima korban.

24/7 ➖ meanie✔Where stories live. Discover now