Tiffany Pov
"Oh, Yul. Bagaimana pemotretan hari ini?"
Kataku setelah wanita cantik tinggi semampai itu masuk ke dalam ruanganku tanpa mengetuk pintu. Suara sepatu hak tingginya semakin keras, ditariknya kursi di hadapanku kemudian duduk tanpa permisi. Tak apa, dia model nomor 1 di agency model milik Appa Kim yang kini aku pegang "Insight Model Inc", jadi kuperlakukan dia istimewa.
"Sangat lancar. Kapan bonusku keluar huh?"
Yul memainkan ujung rambutnya dengan jari, membasahi bibirnya dengan lidah. Kuperhatikan detail wajahnya, sempurna sekali. Dia salah satu model papan atas di Korea, aku beruntung memilikinya sebagai mesin uangku.
"Akan kuberikan akhir bulan ini"
"Uhm, bagaimana kalau aku memintanya dalam bentuk lain?"
"Huh?"
I don't get it. Yul menatapku dengan tatapan mengintimidasi. Dia menyatukan jari-jarinya, meletakkan kedua tangannya di atas mejaku menopang dagu. Sejak berpacaran dengan Taeyeon Unnie, aku menyadari sesuatu. Yes, i am a bisexual. Dan wanita di hadapanku ini semakin memperkuat itu semua. Argh.
Drtt... drtt... drtt...
Yul mendengus kesal melihat nama yang tertera di layar handphoneku "My Boo". Aku cepat-cepat mengambilnya.
"Ah... Ne."
Kujawab telpon dari kekasih 4 tahunku itu sambil melihat raut wajah Yul yang terlihat kesal.
"Tentu aku ingat. Aku akan menjemput Ju Hyun dan ke sana"
Aku menutup teleponku dan memasukkan barang-barang yang perlu kubawa ke dalam tas.
"Taeyeon?"
"Masalah bonusmu kita bahas lagi nanti"
Aku berjalan ke arah pintu dan kutarik dengan sedikit usaha, aish pintu ini berat dan semakin berat karena aku salah tingkah.
"Fany~ah"
Aku menoleh ke arahnya. Yul sekarang duduk di atas mejaku. Kaki kanannya dia letakkan menyilang di atas kaki kirinya, membuat paha mulusnya terkeskpos akibat dressnya sangat mini. Tangannya dia lipat di depan dada.
"Dia pengecut, tidak mengakuimu di depan publik"
Aku menutup pintu yang sudah sedikit terbuka, memastikan tidak ada satupun yang mendengar pembicaraan kami.
"Aku bisa memberimu lebih Fany~ah"
Yul berjalan perlahan mendekatiku yang mematung di depan pintu, tangannya masih dia lipat. Dia mendekatkan wajahnya hingga berjarak beberapa senti saja dari telinga kiriku.
"Jika dia bangga memilikimu, dia akan mengakuimu"
Aku menelan ludah, sedikit bergidik mendengar ucapannya.
"Sudah berapa kali kujelaskan Yul, kenapa kau selalu menganggap aku dan Taeyeon pacaran?"
Untuk kesekian kalinya aku berbohong dan mungkin aku tidak cukup pintar sehingga Yul selalu mencurigaiku. Dia tersenyum sinis kemudian meninggalkanku. Aku menghembuskan napas panjang dan menatap langit-langit. Tidak, aku tidak boleh terpengaruh kata-katanya barusan.
---
Aku duduk di lobby tempat kursus musik ini. Beberapa anak belarian mencari sosok yang mereka kenal. Kadang miris memang, melihat anak-anak ini dijemput lengkap oleh Umma dan Appanya sedangkan Ju Hyun-ku tidak akan pernah merasakannya.
"Umma"
Aku menoleh ke arah suara yang begitu kukenal. Aku berdiri dari dudukku dan merentangkan kedua tanganku. Gadis kecil berambut sebahu dan berponi itu berlari kemudian memelukku. Kepalanya dia tenggelamkan di perutku. Aku membungkuk menyelimutinya dengan pelukanku. Kukecup pucuk kepalanya. Aku berjongkok di hadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
togetHER
Fanfiction18+ Aku tidak suka keramaian. Ketika seseorang terlalu banyak bicara, aku akan merasa sangat tertekan. Tetapi, saat kamu bercerita tentang hal-hal tak masuk akal, semua ocehanmu, entah kenapa aku menikmati setiap detiknya. -Kim Taeyeon- Dia bilang a...
