Taeyeon Pov
"Aku perlu bicara berdua denganmu"
Fany menarik tanganku tapi aku menahan tubuhku agar tidak berpindah dari kursi.
"Ya Fany, bicaralah di sini"
Umma memegang tanganku yang satu lagi. Anak ini benar-benar tidak tahu situasi, kami bisa diinterogasi habis-habisan.
"Tidak apa ahjumma, biarkan mereka bicara dulu"
Baekhyun menggerakkan sedikit kepalanya, memberi isyarat padaku untuk keluar. Umma akhirnya merelakanku. Fany berjalan cepat sambil menarik tanganku sampai halaman depan restoran.
"Ya, bagaimana bisa kau berkencan dengan orang lain padahal kita masih pacaran"
"Apa bedanya kau dengan aku?"
"Yuri menjebakku, sungguh"
"Aku cukup susah payah mempercayaimu selama ini. Player will always be player, right?
Aku memalingkan wajahku darinya karena matanya berair. Itu kelemahanku, melihatnya menangis. Kalau aku terus melihatnya, aku takut menjadi bodoh dan memaafkannya begitu saja.
"Okay, aku akan masuk sekarang dan memberitahu mereka semua kalau kita pacaran. Itu akan membuatmu percaya kan?"
Butuh sekian detik untuk menyadari dia sudah berjalan masuk. Aku mengejarnya, menghadang langkahnya.
"Jangan, kumohon"
"Waeyo? Aku yang meragukanmu sekarang"
Aku hanya menunduk.
"Kita sudah 4 tahun seperti ini, butuh berapa tahun lagi Taeyeon~ah!"
"Aku belum siap"
Tubuhku seketika lemas, kusandarkan punggungku pada tembok. Kugigit bibir bawahku.
"Appa akan melakukan apapun untuk memisahkan kita. Itu yang kutakutkan. Juga kalau Ju Hyun tahu, aku benar-benar menyayanginya"
Kami hanya saling menatap beberapa detik. Sungguh aku merasa bersalah membawanya terlalu dalam. Jika waktu itu aku tidak nekat menciumnya, apakah hari ini Fany sudah bahagia bersama seorang lelaki? Apa dia benar-benar bahagia menjalani hubungan semacam ini?
"Beri aku waktu Fany~ah. Kalimat pengakuan itu akan keluar dari mulutku pertama kali"
Entah keberanian darimana yg membuatku mengatakan itu. Fany mengecup bibirku cepat.
"Aku mencintaimu Taeyeon~ah"
"Nado"
Aku berjalan kembali ke ruangan VIP diikuti Fany. Tawa mereka seketika hilang melihat kami masuk. Kami kembali tempat duduk kami. Melahap beberapa sendok makanan, kemudian aku menatap mereka satu per satu.
"Aku akan mencoba berkencan dengan Baekhyun, tapi jika kami berdua tidak merasa cocok, kalian tak apa kan?"
Aku berusaha menata kalimat yang tidak menyinggung siapa pun. Padahal sudah jelas ujungnya aku akan mengaku tidak nyaman. Ini hanya strategi untuk memperpanjang umur rahasiaku dan Fany.
"Ah... tentu"
Kata Appa diikuti anggukan yang lain. Malam ini aku tidak bisa menghabiskan makanku. Ada sesuatu yang seperti mencengkeram perutku. Begitu juga Fany. Kami menyedihkan sekali.
---
Aku dan Baekhyun baru saja selesai menonton festival music malam ini. Sebelum mengenal Fany, ini salah satu kebiasaan kami.
"Gomawo tiketnya"
"Apa kau senang?"
"Tentu"
KAMU SEDANG MEMBACA
togetHER
Fanfiction18+ Aku tidak suka keramaian. Ketika seseorang terlalu banyak bicara, aku akan merasa sangat tertekan. Tetapi, saat kamu bercerita tentang hal-hal tak masuk akal, semua ocehanmu, entah kenapa aku menikmati setiap detiknya. -Kim Taeyeon- Dia bilang a...
