Love You

928 71 9
                                        


Playlist for this chapter :

HowL - Love U

-❤️-

Pandangan mataku tak lepas dari sosok tegap yang kini tengah sibuk dengan segala berkas-berkas pentingnya. Dasi yang melingkar di lehernya tergantung karena sekarang ia tengah membungkuk, menjangkau dokumen lainnya yang akan ia bawa kedalam ruang rapat. Wajahnya yang memang tampan terlihat sedikit meringis tatkala melihat seluruh berkas yang begitu banyak, lalu ia terkekeh dan melihat kesekitar.

Tak berapa lama, seorang pemuda lain datang mendekatinya, membawa setengah dari dokumen itu lalu membawanya kedalam ruang rapat yang sudah mulai diisi oleh petinggi perusahaan. Sepatu mengkilat milik pemuda tampan tadi mulai menjauhi meja kerjanya, berjalan tanpa beban seolah seluruh bahan untuk rapat hari ini berada di dalam otaknya. Hingga sepasang mata tajam itu menoleh ke arahku, menatap diriku yang kini terkejut karena diberikan sebuah senyuman manis beberapa detik kemudian.

"Semangat bekerjanya, Chou Tzuyu-ssi,"

Dan setelahnya tubuh itu menghilang dibalik pintu kayu tersebut. Meninggalkan ku yang kini hanya bisa merasakan detak jantung yang sudah tidak karuan.

Jika kalian bertanya dia siapa, maka aku akan menceritakan dirinya pada kalian.

Nama pemuda tadi adalah Kim Mingyu, atasanku yang selalu berada dibalik meja kerjanya meski demam menyerang dirinya. Ia adalah seorang pimpinan yang begitu penyabar, lembut, namun tetap bijaksana. Banyak pegawai yang menyukai dirinya karena sifat terbukanya. Meski ia adalah seorang petinggi, namun dirinya tetap dekat dengan karyawan di bawahnya. Tidak ada batasan antara Kim Mingyu dan juga pegawai yang lain, dan hal itulah yang membuatku bisa jatuh hati padanya.

Lagipula, siapa yang tidak akan jatuh cinta pada sosok tampan nan baik hati itu? Kurasa hanya orang bodoh yang tidak jatuh cinta pada Kim Mingyu.

Dan aku adalah orang bodoh itu diawal pertemuan kami.

Aku berpikir bahwa Mingyu hanya seorang lelaki yang suka cari perhatian banyak wanita menggunakan wajah yang sialnya tampan itu. Ia akan melakukan kebaikan lalu disusul oleh senyuman manis sebagai penutup. Itu sungguh licik menurutku, hingga akhirnya aku merasakan apa yang dirasakan oleh banyak wanita yang mendapatkan perhatian dari Mingyu.

Ia datang padaku saat aku harus membawa setumpuk dokumen, 2 cup kopi panas, serta satu tas selempang yang berisi seluruh peralatan pribadi ku. Aku sempat bingung dan mulai mengutuk temanku yang meminta kopi panas yang sama denganku, bahkan aku sempat mengumpat pada dokumen yang bahkan jika ditumpuk diatas meja akan setinggi dadaku. Saat tengah dilanda kebingungan, sebuah tangan menyentuh bahuku dengan lembut. Ia menyerukan namaku dengan nada sedikit ragu, lalu ia secara tiba-tiba menawarkan sebuah bantuan.

Awalnya aku menolak, tapi kemudian ia berucap dengan senyuman manis di bibir tebalnya,

"Tidak baik membiarkan wanita membawa ini semua, kau adalah bawahanku dan bukan kesalahan jika aku membantumu, iyakan?"

Dan setelah itu seluruh dokumenku sudah berada di tangan kuatnya. Ia berjalan mendahuluiku menuju lift, dan mempersilahkan diriku masuk terlebih dahulu. Ia banyak bertanya seputar pekerjaan padaku saat berada didalam lift dan tentu saja aku jawab dengan lancar. Hingga ia melangkah kearah mejaku dan menaruh seluruh dokumennya diatas meja. Ia menoleh ke arahku lalu entah ia sadar atau tidak, tangan hangatnya mengusap pelan rambut panjangku.

Ice Cream  [ Tzuyu x Mingyu ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang