A Thousand Years

634 57 10
                                        

Playlist for this chapter :

Glee Cast - A Thousand Years

-❤️-

Tzuyu memandang wajah cantiknya melalui cermin. Senyuman mengembang ketika sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela di sisi kanannya, membuatnya harus sedikit menyipit karena hal itu membuatnya sedikit silau. Gaun panjang berwarna putih yang kini membalut tubuhnya dengan begitu pas membuat Tzuyu nampak seperti seorang putri dari kerajaan. Mahkota bunga yang melingkar di atas kepalanya serta sebuah renda tipis yang menutupi sebagian wajahnya tak bisa memungkiri jika dirinya akan menjadi wanita tercantik hari ini.

Kedua tangannya terbalut sarung tangan sutera berwarna putih, lalu sebuah kalung Tiara yang tidak terlalu besar mempercantik penampilan Tzuyu di pagi hari ini, bertepatan dengan tanggal 29 Maret, hari yang paling ia tunggu-tunggu.

Ya, hari ini, Chou Tzuyu akan menjalani hari pernikahannya, hari dimana ia akan mengucap janji suci bersama sosok lelaki yang sudah menemaninya dalam waktu yang tidak sebentar. Di umurnya yang menginjak 24 tahun, sebuah rasa syukur hinggap di hatinya karena ia akan segera hidup bersama pendamping nya hingga maut nanti memisahkan. Dimana ia akan bangun di pagi hari untuk menyiapkan sarapan, lalu mengurus anaknya hingga akhirnya menua. Ini mimpi Tzuyu, atau mungkin memang mimpi semua orang di dunia ini.

Senyuman manisnya makin melengkung tatkala suara pintu yang terbuka menampilkan sosok ayahnya, yang kini memandang dirinya dengan tatapan teduh dibalik kacamata bening yang ia kenakan. Jas berwarna Cream yang membalut tubuh ayah Tzuyu membuat lelaki yang merupakan cinta pertamanya itu makin terlihat tampan.

"Baba..."

"Keluarlah, calon suami mu menunggu,"

Tzuyu segera berdiri dari kursi yang ia duduki. Ia berjalan dengan anggun kearah sang ayah, tak lupa ia memegang buket bunga di tangan kanannya. Dengan mata berbinar, Tzuyu meraih tangan ayahnya dan berjalan berdampingan menuju sebuah pintu tebal berwarna cokelat muda.

Tzuyu bisa merasakan jantungnya berdetak dengan sangat kuat dari balik dadanya, tapi hal itu sama sekali tidak menyakitkan, sebaliknya Tzuyu begitu menikmati dentuman tak beraturan itu. Sebentar lagi, ketika pintu itu terbuka, ia akan melihat sosok lelaki yang selama ini selalu mencintainya, yang membuatnya nyaman dan akan berjanji selalu bersama hingga maut memisahkan.

"Kau gugup? Tanganmu sangat dingin," Tuan Chou yang mengetahui Tzuyu tengah gugup sedikit menepuk tangan putrinya, ia menyalurkan kehangatan dan kekuatan agar anak semata wayangnya ini siap untuk segera berjalan menuju altar.

"Aku merasa seperti mimpi, Baba. Aku... Aku sangat gugup" Tzuyu melirih dan menatap mata tua ayahnya yang kini ikut tersenyum seperti bibirnya. Tzuyu bahkan sempat tertegun ketika melihat setetes air mata terlihat di ujung mata ayahnya, namun Tzuyu tahu jika air mata itu bukanlah pertanda kesedihan, namun sebuah rasa haru karena ia akan mengantarkan anaknya menuju kebahagiaan.

"Jangan gugup. Asal kau tahu, calon suami-mu yang sedang menunggu lah yang akan merasa beribu-ribu kali lebih gugup. Baba pernah merasakan hal itu, tepatnya 26 tahun yang lalu"

Tzuyu terkekeh pelan ketika melihat ayahnya seperti tengah menerawang, dimana ia dulu pernah menjadi mempelai lelaki yang menunggu ibunya menuju altar. Sekarang, Tzuyu berada di posisi sang ibu dan calon suaminya tengah menunggunya seperti sang ayah dulu.

Ayah Tzuyu menatap dalam kearah mata anaknya, lalu kembali melihat kearah depan, dimana pintu kayu itu perlahan terbuka.

Tzuyu dan ayahnya berjalan berdampingan dengan pelan lalu disambut oleh tepuk tangan meriah. Banyak yang terpesona dengan Tzuyu yang kini begitu cantik dibalut oleh baju pernikahan. Langkahnya yang anggun menambah decakan kagum dari para tamu yang hadir, dan tidak terkecuali sosok pemuda dengan Tuxedo hitam yang berdiri didepan pastor, menatap Tzuyu dengan pandangan memuja.

Ice Cream  [ Tzuyu x Mingyu ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang