Di sisi lain
"Hendrik , apa kau yakin membawa ku ke negara singapura ?" Kata putra
"Iya , ada apa putri ?" Kata hendrik
"Tak apa , aku hanya ragu meninggalkan orangtua ku lagi , kau tau kan walau aku membenci perjodohan itu , aku tak bisa membenci orangtua ku "kata putri lesu
"Kau tak perlu membenci orangtuamu , kau hanya perlu mengintrospeksi diri dan berpikir apa yang akan kau lakukan selanjutnya "kata hendrik sambil merangkul putri dan membuat putri terkejut akn hal itu
"Maaf"kata hendrik sambil melepaskan tangan dari bahu putri
"Tak apa "kata putri dan memegang punggung tangan hendrik dan meletakan tangan mereka berdua di paha hendrik
"Kenapa kau menjadi tegang begitu , seperti melihat setan " kata putri
"Gak papa " kata hendrik dan berusaha rileks
'Bagaimana aku tak menegang jika kau sentuh seperti itu , kau membuatku semakin tergila gila padamu putri , aku takkan membiarkan mu pergi lagi ' batin hendrik dan tersenyum miring
Sekarang mereka berada didalam pesawat dan duduk di tempat masing masing
"Hendrik , terimakasih untuk semua bantuanmu " kata putri dan tersenyum tulus
"Iya sama sama " kata hendrik dan putri langsung memejamkan matanya
____________________
Di singapura
"Putri , bangun kita sudah sampai " kata hendrik
"Iya " kata putri lesu
"Ayo , lihatlah jalanmu jangan sampai terjatuh " kata hendrik
"Iya " kata putri dan menuruni tangga pesawat
"Putri kau ingin makan atau langsung ke apartemen ?" Kata hendrik
"Langsung ke apartemen " kata putri
"Ya sudah ayo "
Setelah sampai di apartemen , putri langsung memasuki kamar yang ditunjuk hendrik sebagai kamarnya
Dret....dret
"Halo ada apa ma ?" Kata putri ketus
"Nak....hiiks...hiks...pa...pa..putri " kata anebet tersedu sedu
"Papa kenapa ?" Tanya putri
"Papa ke..ce..la..kaan nak....hiks..hiks" kata anabet
"Apa ?!" Teriak putri
"Kembalilah ke indonesia dengan cepat nak "kata anabet
"Baiklah ma " kata putri dan langsung memanggil hendrik
"Hendrik kita harus balik ke indonesia , ayahku kecelakaan " kata putri
"Baiklah " kata hendrik
Setelah menempuh perjalanan yanh cukup dekat , akhirnya putri dan hendrik sampai dan langsung ke rumah sakit tempat papanya dirawat
Sesampai dirumah sakit , putri langsung berlali ke arah ruangan papanya
"Bagaiman ini terjadi ma ?, bagaimana keadaan papa ?, kenapa itu bisa terjadi ?" Kata putri
"Papa kecelakaan tapi untung saja tidak parah papa hanya mengalami cedera ringan tapi putra... , dia meninggal hiks....hiks..." kata anabet
Bagai kesambar petir di siang bolong putri langsung terduduk lemas , dan entah kenapa putri merasa hatinya perih ketika mendengar hal itu seperti sakit tapi tak tau dimana letaknya
"ma-mama beneran , gak lagi bercanda kan ?" Kata putri bergetqr dan entah kenapa air matanya lolos begitu saja
"Iya nak , mama gak bohong ,putra meninggal karena ketakbrakan , setelah kamu meninggalkan pernikahan dan membatalkannya dia langsung mengendarai mobil dengan keadaan kalut sehingga ia menabraki beberapa orang dan salah satunya papa mu yang ingin menghentikan nya , tapi papa mu malah terkena serempetan mobilnya dan setelah itu putra mengebut hingga ketika ia melewati tikungan ada truk dengan kecepatan cukup tinggi dari arah berlawanan hingga membuat putra membanting stir tapi malah mobil putra menabrak pohon dan bagian belakangannya di serempet mobil yang datang dari arah belakang dan membuat mobil putra berbalik dan terbakar " kata anabet
'Ya tuhan , aku merasa bersalah atas hal ini , aku harus menemui mayatnya dan meminta maaf dengan ikhlas ' kata putri
"Ma mana mayat putra diletakkan ?" Kata putri
"Di ruang mayat " kata anabet
"Baiklah aku kesana " kata putri
"Nak apakah sampai putra pergilun kau tak pernah merasakan cintanya ?" Kata anebet
"Aku tak pernah mencintainya ma , aku hanya merasa dia masa lalu ku tapi aku susah mengingat tentang masa laluku itu " kata putri datar
"Kau tau , dia lah masa lalu mu yang sangat kau cintai " kata anabet
"Apa maksud mama ?" Kata putri
"Putra itu adalah...."akhirnya anabet menceritakan tentang masa lalu putri secara keseluruhan
"Apakah itu benar , berarti aku jahat ma..hiks..hiks aku tak tau itu " kata putri dan memeluk putra
"Sekarang temuilah dia untuk yang terakhir" kata anabet
"Iya ma" kata putri
Sesampai di kamar mayat
Dia melihat tubuh putra terbaling lemah dengan wajah pucat dan dingin
"Putra , apa kau mendengar ku ?, aku yakin kau ada disini , maafkan aku putra , aku mengacuhkan mu , sebenarnya aku bodoh aku tak bisa menyadari bahwa kau lah cinta pertama yang kutunggu tapj entah mengapa jantungku tak pernah berdetak untukmu , aku tak pernah peka terhadap perjuanganmu , maafkan aku , jika kau membolehkan aku di beri kesempatan aku ingin kau bangun dan kita akan bersama , aku mohon....hiks...hiks " kata putri dan tanpa sadar air mata putri jatuh di mata putra dan entah mengapa putri merasa ada tangan yang bergetar di genggamannya , dilihatnya tangan itu dan ternyata tangan iti punya putra dan bibir putra yang pucat mulai berkedut dan membuat putri langsung lari keluar
"Dokter , suster , mama " teriak putri
"Ada apa nona ?" Tanya dokter
"Lihatlah dokter tangan putra bergerak " kata putri
"Tak mungkin dia sudah meninggal " kata dokter tak percaya
"Jika kau tak percaya ayo ikut aku ke dalam" kata putri
"Baikalh " kata dokter dan betapa terkejutnya dokter ketika melihat putra memegang kepalanya
"Putra " kata putri dan menghambur ke pelukan putra
"Putri , apakah aku bermimpi , apakah aku sudah mati , aku berhalusinasi kah ?" Tanya putra bertubi tubi
"Tidak putra ini nyata " kata putri dan memandang lekat ke wajah putra
Jangan lupa vote dan komen ya ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Putra Putri (COMPLETE)
Ficção Adolescente"Your mine " kata putra lalu mencium kening putri , yang membuat putri sangat marah Plak Satu tamparan berhasil mendarat di pipi putra "Lo..... , lo itu boleh ganggu gue , nyari masalah ama gue , tapi lo itu gak boleh nyium gue sembarangan , emang...
