Keesokan harinya
Azmi dengan setia menunggu azima sadar.
Ia menatap tubuh azima yang lemah tak berdaya, disertai suara alat pendeteksi jantung yang menggema diseluruh sudut ruangan.
Azmi kian diliputi rasa bersalah.
Andai aku larang kamu hujan-hujanan, andai aku membukakan pintu untukmu dan membiarkanmu menjelaskan semuanya, andai aku turunkan sedikit egoku sehingga aku bisa memaafkanmu, andai andai dan andai..
Itulah segenap penyesalan yang hinggap dihati azmi.
"Maafin aku azima. Cepat sembuh ya." ucap azmi
Azmi menengadahkan kedua tangannya, lantas ia berdoa
"Ya Allah, berikanlah kesembuhan untuk teman hamba. Angkatlah penyakitnya dan jadikanlah ia manusia yang berakhlak mulia. Aamiinn.." ucap azmi.
30 menit kemudian..
Azmi melihat jari-jari tangan azima bergerak-gerak. Lalu azima mulai menggerak-gerakkan matanya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya yang berebut masuk kedalam retinanya.
Seulas senyuman terukir dibibir azmi
"Enggh, aku dimana?" gumam azima setengah sadar
"Azima kamu sudah sadar? Alhamdulillah. Sebentar ya aku panggilin dokter dulu." ucap Azmi
Lalu azmi memanggil dokter. Setelah itu azima diperiksa oleh dokter.
"Bagaimana keadaannya,dok?" tanya azmi penasaran
"Alhamdulillah. Berkat karunia Allah, nona azima tidak apa-apa. Tapi ia harus dirawat inap selama 2 hari untuk memulihkan kestabilan jantungnya. Sekarang ia akan kami pindahkan ke ruang VIP" ucap dokter
"Alhamdulillah, terimakasih dok" ucap Azmi
"Iya. Kalau begitu saya permisi" ucap dokter
"Iya dok, silahkan" ucap azmi
Lalu azimapun dibawa oleh beberapa perawat untuk dipindahkan keruang VIP.
Azmi merogoh sakunya dan mengambil handphone nya. Ia akan memberitahu kabar baik ini pada abinya.
Assalamualaikum abi. Azima sudah sadar
.............
Iya, sekarang ia dipindahkan keruang VIP.
............
Iya tidak apa-apa kok. Abi selesaikan saja dulu urusan abi, baru nanti kesini.
............
Iya bi. Wassalamualaikum.
*****
Perawat yang menangani azima sudah keluar dari ruangan. Yang tersisa diruangan hanya azmi dan azima.
"Azmi"
"Azima"
Ucap mereka serempak.
"Kamu aja duluan" ucap azima
"Gapapa kamu aja duluan. Ladies first" ucap Azmi
"Aku,,aku minta maaf sama kamu Az. Sumpah aku nggak bermaksud pengan ganti tutor. Aku nyaman kok kamu yang jadi tutor aku. Waktu yang sama zamzam, aku bisa jelasin." ucap Azima
Azmi menyimak dengan seksama
"Jadi gini. Pas jam 7 itu emang aku iseng aja sengaja pengen duduk-duduk digazebo. Sambil nungguin kamu juga. Tapi aku ngeliat zamzam lewat. Akhirnya aku panggil zamzam. Zamzam nyamperin aku dan nyeramahin aku karena aku gak pernah solat, dan saat itu yaaa,, mungkin udah takdirnya pintu hatiku terbuka, jadi aku minta ajarin cara solat. Terus yaudah dia ajarin aku cara solat, wudhu dan lain-lain." ucap azima
KAMU SEDANG MEMBACA
Pantaskah Surga Untukku?
Non-FictionHighest rank #10 (16-08-2018) Highest rank #6 (19-08-2018) Petualangan bermula saat aku masuk ke tempat ini, yakni Pondok pesantren Al-Amin. Bagaimana caraku menyesuaikan diri disini? Tempat seperti ini hanya pantas dihuni oleh orang-orang suci, buk...
