Azmi dan azima berkirim-kirim pesan melalui sms.
Assalamualaikum azima. Ini aku, azmi.
Waalaikumsalam az. Ada apa?
Azmi nampak ragu membalas pesan azima. Tapi ia harus mengatakannya.
Aku mau nanya, apa kamu serius mau dijodohin?
Hati azima bergetar. Apa yang harus ia jawab pada azmi?
Hmm,,iya az. Tanggal 3 september nanti, aku akan menikah. Datang ya ke pernikahanku.
Hati azmi tersayat. Tak pernah ia merasa sakit hati sesakit ini. Namun ia berpura-pura tegar.
Oh ya? Selamat ya. Tapi mungkin aku takkan bisa datang.
Lho, kenapa az?
Pada tanggal itu juga aku akan menikah azima.
Tumpah sudah air mata azima. Pesan dari azmi sungguh mencabik-cabik hatinya.
Azima tak kuasa membalas pesan dari Azmi. Terlalu sakit rasanya walau hanya sekedar mengucapkan selamat.
Ya allah,jika ini jalan terbaik untuk kami berdua. Hamba ikhlas. Berilah azmi kebahagiaan ya allah. Biarkanlah aku menjadi hanya sekedar pengangum senyum manisnya, walau bukan pemilik apalagi penyebab. -batin azima lirih
Bismillah ya allah. Kuatkanlah aku untuk meninggalkan azima. Walau sepertinya tak mungkin, tapi dengan kehendakmu, bantulah aku untuk bisa mengikhlaskannya bahagia walau bukan bersamaku. -batin azmi
Sejak saat itulah azmi dan azima tak pernah berkomunikasi.
Niatnya tidak berkomunikasi agar bisa saling melupakan, tetapi malah menjadikan cinta dihati mereka tumbuh semakin besar.
Hingga dada mereka sesak saking bersarnya cinta dihati mereka.
S k i p >>>
3 September 2018
Dikediaman Azima..
Azima sudah mengenakan gaun khas pengantin berwarna putih. Ditaburi berlian dan aksesoris lainnya. Menjadikan azima bagaikan bidadari surga.
Sekarang wajah azima Yang aslinya sudah cantik sedang dipoles (di make up) agar terlihat lebih memukau.
Namun sikap azima membuat perias azima bingung. Karena dari awal make up, azima selalu menangis.
"Neng, jangan nangis terus atuh. Make up nya luntur terus." ucap seorang wanita perias azima
Umi azima menghampiri azima.
"Ada apa?" tanya umi
"Ini,,si neng nya nangis terus. Atuh make up nya luntur terus. Duh gustii,,jangan nangis atuh neng. Kan initeh hari bahagia bagi neng" ucap perias
"Harusnya sih gitu" lirih azima
Umi membuang nafasnya kasar.
"Azima,,jangan nangis dong sayang. Kan ini hari bahagianya kamu." ucap umi
"Bahagia apaan sih,mi?!! Aku nggak tau siapa yang mau menikah sama aku, parah banget umi nggak ngasih tau aku. Gimana mau bahagia?!" ucap azima kesal sambil terus menangis
Abipun datang.
"Hey, ada apa ini? Sudah sudah jangan menangis. Kamu akan bahagia, percayalah. 20 menit lagi pengantin pria datang. Dan abi tidak ingin melihat kamu menangis, kalau kamu menangis, malu dilihat tamu undangan. Pokoknya jangan nangis. Ingat itu azima." ucap abi
"Sudah sekarang dandan lagi. Azima, jangan keluar sampai calon kamu sudah mengucap ijab qobul. Nanti setelah mengucapkan ijab qobul selesai, ada intruksi kamu keluar, barulah kamu keluar ya. Dan ingat, jangan menangis. Umi, awasi azima." sambung abi
Umi mengangguk patuh
Lalu abipun meninggalkan mereka.
"Sudahlah nak, kamu harus ikhlas. Demi umi, azima sayang kan sama umi?. Jangan nangis lagi, oke" ucap umi tersenyum lembut
Azima mengangguk dengan senyum terpaksa. Jangankan untuk tersenyum, lidah azimapun sudah terlalu kelu untuk berbicara. Menolak perjodoham inipun percuma. Hanya akan menguras tenaganya saja.
Hatinya hancur hingga menjadi serpihan.
Perias terus memoles wajah azima. Azima hanya diam saja.
"Selesai" pekik si perias
Azima melihat bayangan dirinya di cermin.
Tak dapat dipungkiri, ia terlihat cantik terlebih lagi karena ia memakai gaun ratu sehari, yaitu gaun pengantin.
Perias sangat profesional memoles wajah azima. Terlihat natural dan hebatnya, lingkaran hitam dimata azima yang disebabkan karena tadi habis menangispun tertutupi.
"Wah kamu sangat cantik,nak" puji umi
Azima tersenyum. Senyum terpaksa tentunya.
Tak lama setelah itu, azima mendengar riuh tepuk tangan diluar.
Pasti calon suamiku sudah sampai. -batin azima
Azima menutup matanya pasrah.
Beberapa saat lagi ia akan sah menjadi istri dari seseorang yang tidak dikenalnya.
Hati azima berdoa mengharapkan itu adalah azmi.
Suara speaker menggema ditelinga azima. Sangat terdengar jelas.
Saya nikahkan dan kawinkan azima hafifa binti abdullah dengan azmi hamdan bin soleh dengan mas kawin seperangkat alat solat dibayar tunai. -ucap penghulu
Saya terima nikahnya azima hafifa binti abdullah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai -ucap azmi
Bagaimana saksi? Sah? -ucap penghulu
Sah -ucap saksi
Alhamdulillah -ucap seluruh hadirin
Azima merasa suara itu sangat familiar ditelinganya. Otaknya masih belum mencerna dengan sempurna.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
Azima membelalakan matanya kaget.
Apa tadi? Penghulu bilang azmi hamdan?
Oh tuhan, benarkah ini?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hayy..
Jangan lupa voment yaa.
Syukron❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Pantaskah Surga Untukku?
No FicciónHighest rank #10 (16-08-2018) Highest rank #6 (19-08-2018) Petualangan bermula saat aku masuk ke tempat ini, yakni Pondok pesantren Al-Amin. Bagaimana caraku menyesuaikan diri disini? Tempat seperti ini hanya pantas dihuni oleh orang-orang suci, buk...
