Kringgg...
Alarm di hp azima berdering. Azima mengucek matanya pelan dan mematikan alarmnya. Iapun bangun, mandi dan solat subuh.
Kini azima sudah berpenampilan rapih. Hari ini, ia akan ke pondok pesantren Al-Amin.
Azima sudah rapi dengan style muslimah disertai dengan slim bag yang senada dengan warna kerudung dan bajunya.
"Pagi umi, abi" ucap azima
Lalu azima duduk dimeja makan
"Pagi sayang. Udah rapi aja, mau kemana?" tanya umi
"Ke ponpes. Udah kangen pengen ke sana" ucap azima
"Oh.. Kangen sama ponpes apa Azmi?" goda umi
Azima tersenyum malu.
"Sebaiknya kamu jangan pernah menemui azmi" ucap abi dingin dan datar
"Kenapa?" heran azima
"Kamu sudah abi jodohkan." ucap abi
Azima membelalakan matanya.
Omong kosong macam apa ini? Gak lucu!! -batin azima
"Umi??" ucap azima beralih menatap uminya
"Iya sayang. Sebenarnya kami sudah sepakat untuk menjodohkan kamu" ucap umi
"Apa-apaan sih!! Gak lucu sumpah!!" ucap azima
"Kamu akan kami jodohkan" tegas abi
"Tapi aku nggak mau" tolak azima mentah-mentah
"Ini bukan tawaran. Tapi perintah" ucap Abi
"Pokoknya aku nggak mau..titik!!" kekeuh azima
"Itu artinya kamu durhaka sama kami" ucap abi
Azima mengusap wajahnya kasar.
"Ya nggak gitu abii. Aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai. Bukan nggak jelas kayak gini. Kenal aja nggak" ucap Azima kesal
Azima bangkit dari duduknya dan pergi keluar rumah.
"Tapi nak.." ucap umi
Perkataan umi dicekal oleh azima.
"Aku butuh waktu sendiri!!" ucap azima
Azima menaiki mobil red sport nya.
Abi sama umi apa-apaan sih!! Emangnya jaman siti nurbaya apa main jodoh-jodohan segala. Astagfirullah. -gerutu azima dalam hati
Sepanjang perjalanan azima terus menggerutu. Hingga tak terasa ia sudah sampai didepan ponpes al-amin.
Baru sampai gerbangnya saja, hati Azima sudah menghangat. Segala masalah yang ada dibenaknya seketika lenyap.
Yang ada dipikirannya satu. Yaitu Azmi Hamdan.
Azima mengetuk pintu ruangan ustadz soleh. Ia akan menemui pimpinan pesantren sebelum berkeliling lingkungan pesantren.
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum, ustadz" ucap azima
"Waalaikumsalam" ucap seseorang membukakan pintu. Tapi tunggu, itu bukan ustadz soleh, tapi azmi.
Mata mereka memancarkan binar bahagia
"Azmi?"
"Azima?"
Ucap mereka serempak.
Seketika darah ditubuh mereka berdesir hebat. Jantung mereka berlomba memompa. Lidah mereka kelu, terlalu bahagia rasanya hingga tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pantaskah Surga Untukku?
Non-FictionHighest rank #10 (16-08-2018) Highest rank #6 (19-08-2018) Petualangan bermula saat aku masuk ke tempat ini, yakni Pondok pesantren Al-Amin. Bagaimana caraku menyesuaikan diri disini? Tempat seperti ini hanya pantas dihuni oleh orang-orang suci, buk...
