Sebuah Rasa

1.3K 72 2
                                        

Klek

Seseorang membuka pintu.

"Assalamualaikum" ucap abi dan zamzam setelah sampai diruangan azima

"Waalaikumsalam" ucap Azmi dan azima

Azmi dan azima menengok kesumber suara.

Azmi membelalakan matanya begitu tau siapa yang datang.

"Ceng.."

"Gus.."

Gumam azmi dan zamzam bersamaan.

"Azmi ini bajunya. Abi akan belikan makanan diluar untuk kalian" ucap abi. Lalu abi meninggalkan azmi, zamzam dan azima diruangan.

Azmi menghampiri zamzam. Begitupun sebaliknya, zamzam menghampiri azmi.

"Aku minta maaf" ucap mereka serempak

Alis keduanya bertaut heran

"Aku yang salah" ucap mereka serempak 'lagi'

Mereka diam sejenak.
Hingga zamzam membuka suara.

"Aku minta maaf,gus. Aku tau kok kamu marah sama aku karena aku mengajari azima berjam-jam. Padahal itu sudah waktunya kamu mengajar dia. Demi Allah aku nggak ada niatan kok buat merebut posisi kamu. Maafin aku udah lancang mengajari azima tanpa seizin kamu, padahal kamu tutornya. Aku bisa jelasin semuanya" ucap zamzam

"Kamu gak perlu jelasin apa-apa. Justru aku yang minta maaf, ceng. Aku udah suudzon sama kamu. Seharusnya aku dengerin penjelasan kalian. Aku egois. Aku hanya menarik kesimpulan tanpa tau alasannya. Aku yang salah. Aku minta maaf" ucap azmi

"Nggak gus, ini salah aku" ucap zamzam

"Nggak, ini salah aku" ucap azmi

"Gus, ini salahku. Aku minta maaf" ucap zamzam

"Ceng, aku yang salah. Aku yang seharusnya minta maaf" ucap azmi

Azima yang merasa risih dengan perdebatan inipun buka suara

"Diam!!" teriak azima lantang

Sontak azmi dan zamzam melihat kearah azima.

Dilihatnya mata Azima memerah

"Diantara kalian gak ada yang salah!! Ini semua salah aku" teriak Azima

"Akulah akar dari semua ini. Aku yang harusnya minta maaf sama kalian. Aku,,aku minta maaf" ucap Azima. Nada bicaranya melemah. Menandakan ia merasa bersalah.

"Maafin aku. Aku udah bikin persahabatan kalian renggang dan aku udah menyakiti hati kalian." ucap azima lirih

Azima lekas membaringkan tubuhnya membelakangi azmi dan Zamzam.

Tetes demi tetes air mata keluar dari mata indah azima.

Dalam hati, azima mengucapkan beribu-ribu maaf.

Lalu azimapun tertidur.

Azmi dan zamzam bertukar pandang sejenak.

"Yaudah ceng, anggap peristiwa kayak gini gak pernah terjadi diantara kita. Anggap semuanya baik-baik saja. Tak ada yang bersalah. Baik aku, kamu maupun azima" ucap azmi

"Dan aku berterimakasih, berkat kamu, azima menjadi lebih baik. Setidaknya ia bisa merubah gaya bahasa nya" sambung Azmi

"Ah nggak juga. Ini semua kan berkat kamu. Kamu udah merubah penampilan dia sehingga sekarang dia menjadi lebih baik" ucap zamzam

Mereka berdua terkekeh pelan.

Skenario tuhan adalah yang terbaik. Semuanya kembali berjalan normal seperti biasa.

Pantaskah Surga Untukku?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang