THORN

1.6K 215 83
                                    

🎬🎬🎬




Hyunwoo masih memegang memo yang sebelumnya menempel di lemari es. Entah kapan Kihyun meninggalkan itu di sana. Karena saat Hyunwoo bangun pagi tadi, sang mantan masih terlelap di sisinya. Mungkin saat Hyunwoo pergi ke lantai dasar apartemen untuk bertemu seseorang tadi. Karena tidak mungkin Hyunwoo mengajak sang kolega pergi ke tempatnya di saat Kihyun juga berada di sana. Saat ini cukup Minhyuk saja yang tau. Ia tak ingin menambah beban pikirannya sendiri. Sampai saat ini saja Hyunwoo benar-benar merasa sangat bersalah pada Minhyuk.

Kemudian Hyunwoo sadar dari lamunannya. Setelah membaca memo Kihyun sekali lagi, pria berbadan atletis itu teringat untuk pergi membeli sesuatu. Tentu saja ia akan pergi bersama Minhyuk.

Ia meremas memo di tangannya sekecil mungkin, lalu membuangnya. Sebelum mengganti pakaiannya, Hyunwoo mengambil air mineral dan meneguknya sekali.

🎬🎬🎬


"Sebentar...!" seru Minhyuk yang masih berbalut baju tidurnya. Langkahnya menjadi cepat saat hampir sampai pintu.

"God!" Minhyuk mundur selangkah karena seseorang dengan sengaja mengejutkannya dengan sebuket bunga. "Hyung! Kau mengejutkanku!"

Hyunwoo menyampingkan buket di tangannya, dan kemudian terkekeh. Melihat Minhyuk masih mengerutkan dahinya karena kesal, dengan cepat ia mencubit pipi kanan sang tunangan. "Manisnya bonekaku...," masih dengan posisi mencubit.

Mulut Minhyuk mengerucut. "Jadi aku hanya boneka?" sambil merebut buket dari tangan Hyunwoo dengan kasar. Setelah itu, ia berbalik dan berjalan masuk tanpa mempersilakan Hyunwoo. Tapi tetap saja laki-laki itu mengekori Minhyuk.

"Marahhh...?" langkah Minhyuk di hentikan Hyunwoo dengan memeluknya dari belakang.

Minhyuk pun tidak bisa menahannya lagi. Senyumnya akhirnya lepas juga. Walau sederhana, tapi perlakuan Hyunwoo benar-benar bisa menentramkan jiwanya. Seperti saat ini.

Minhyuk melirik, "Kau menggodaku, ya? Lepaskan!" Minhyuk menggoda Hyunwoo. Ia melepaskan tangan kekar itu dari pinggangnya. Tapi karena ia tidak bisa akting dengan baik, akhirnya ia tertawa juga sambil memeluk Hyunwoo dan membenamkan wajahnya di balik dada bidang Hyunwoo.

"Sungguh...haha...aku tidak bisa akting. Maaf, haha," ia terus saja tertawa.

"Itulah kenapa aku ada untukmu," gombalnya.

"Ck!" Minhyuk melepas pelukannya. "Jadi, ada apa tuan Son datang kemari dan mengganggu tidur Lee Minhyuk?"

"Ah! Nanti malam ada pesta untuk merayakan ulang tahun Hyungwon. Kau tau kan? Model sekaligus artis yang datang di pesta pertunangan kita dulu."

"A-ah, ya. T-tentu."

"Apa ada sesuatu?"

"T-tidak. Hanya saja...aku...tidak mengenalnya dengan baik."

"Tidak apa-apa. Aku akan mengenalkannya padamu nanti. Dia sangat baik dan ramah."

"Ahhh. Oh ya, kita perlu membeli kado. Apa aku harus bersiap-siap sekarang?"

Hyunwoo mengangguk. "Aku tunggu."


🎬🎬🎬

Hyunwoo dan Minhyuk pergi ke sebuah butik mewah di kawasan Hongdae. Sesampainya mereka di sana, mereka segera pergi menuju lantai atas untuk menemui seseorang.

"Hyunwoo-ssi," seseorang menyapa Hyunwoo lebih dulu.

"Ah, Noona," Hyunwoo membungkuk.

"Ada apa kemari? Kau mau pamer tunanganmu, ya?" kemudian seseorang bernama Bora itu terkekeh.

Love Scenario [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang