Pt. 5

10K 386 6
                                        

Dua insan yang saling mencintai, belum tentu selamanya bisa menikmati waktu bahagia mereka. Meski salah satunya berusaha untuk meluangkan waktu, belum tentu pihak lain dapat meluangkan waktunya. Tentu saja hal itu dapat merugikan sebelah pihak yang sangat ingin memadu kasih setiap waktu. Seperti halnya Haemi saat ini, ia sudah menunggu hingga berjam-jam lamanya di dalam apartemen Jungkook, namun pria itu masih belum juga menampakkan batang hidungnya. Jungkook sudah memberitahukan password apartemennya sejak mereka menjadi sepasang kekasih.

Haemi masih terus menunggu, tidak mengetahui bahwa Jungkook akan lembur kerja karena gadis itu sengaja tidak menghubungi sang kekasih untuk memberikan kejutan.

Hoseok juga tidak mengetahui jika saat ini adik perempuannya tengah berada di apartemen Jungkook yang jelas-jelas membuatnya sangat waspada jikalau pria itu hanya mempermainkan adiknya. Haemi beralasan ia akan menginap di rumah Seoulmi, teman kuliahnya. Padahal Seoulmi sendiri hari ini sedang bekerja paruh waktu. Haemi mulai pandai berbohong akhir-akhir ini, padahal sebelumnya dia tak suka membohongi sang kakak.

Waktu yang terbuang percuma untuk menunggu orang terkasih tak lagi Haemi pikirkan. Ia hanya ingin Jungkook segera pulang, mengobrol dengannya, saling memeluk satu sama lain dan melontarkan candaan walau memang mereka belum pernah melakukan hal seperti itu. Jungkook terkadang sangat hangat, kadang juga dingin ketika perasaannya sedang tak baik. Hal itu membuat Haemi sedikit sulit memahami sifat kekasihnya itu.

Jam yang terpaku di dinding ruang televisi sudah mulai menunjukkan pukul sepuluh malam. Kedua mata Haemi sudah mengerjap hingga berkali-kali, bahkan kadang ia hampir terlelap jika saja suara tayangan acara di televisi tidak mengganggunya. Gadis itu menghela napas berat, perlahan mengeratkan selimut tebal yang tengah melekat pada tubuhnya.

Tak lama kemudian terdengar suara dari pintu utama. Sepertinya Jungkook tengah mengetik password selanjutnya terdengar suara pintu telah tertutup. Haemi tersenyum senang, lekas berpura-pura mengeratkan pejaman matanya, membiarkan televisi tetap hidup.

Suara langkah kaki yang mengetuk permukaan lantai sama sekali tak membuat Haemi ingin membuka mata. Ia sedang berpura-pura tertidur agar setidaknya Jungkook merasa bersalah. Haemi berusaha menormalkan napas.

Jungkook baru saja memasuki ruang tengah, ia sudah menebak jika gadisnya itu berada di apartemen karena dua pasang sandal rumahan yang ia sediakan di depan pintu utama hanya menyisakan satu pasang lagi di tempatnya. Jungkook lekas menyadari bahwa saat ini sang gadis tengah terlelap di sofa yang mengarah pada televisi. Ia menatap sejenak sembari melonggarkan dasi yang melingkar pada kerah kemejanya, membuka kancing pada bagian pergelangan tangan lalu duduk bersilang kaki pada sofa kosong yang berdekatan dengan sofa di mana Haemi terlelap.

Pria itu menahan tawanya. Ia sangat tahu bahwa gadisnya sedang berpura-pura terlelap. Jungkook lekas mendekatkan wajah, tangannya bergerak mengapit hidung kecil Haemi, berhasil membuat gadis itu sulit bernapas lalu membuka kedua matanya sambil berusaha menepis tangan Jungkook. Haemi bergegas mengambil posisi duduk, mengerucutkan bibir sambil memegangi hidungnya yang memerah. Jungkook tersenyum gemas melihat ekspresi sang gadis yang menurutnya terlihat imut.

"Sejak kapan kau di sini?" tanya Jungkook tanpa basa-basi.

"Sejak aku mengakhiri panggilan tadi siang. Aku makan siang di sini, aku menghancurkan dapurmu." Ujar sang gadis menatap sebal, bibirnya tetap mengerucut. Jungkook berdecih sesaat kemudian.

"Lalu kau ingin aku melakukan apa?" tanya Jungkook menyelidik, seolah mengetahui bahwa gadis itu tengah mengujinya. Haemi menormalkan ekspresi wajahnya.

"Oppa harus minta maaf karena sudah membuatku menunggu lama." Sahut sang gadis dengan kedua tangan bersilang di depan dada.

"Hanya minta maaf?" tanya pria itu memastikan. Haemi lekas mengangguk yakin. "Kalau begitu maaf sudah membuatmu menunggu lama." Ujar Jungkook terdengar datar dan sama sekali tak ada ketulusan di setiap kata yang menyempurnakan kalimatnya. Haemi mengernyit, membuat Jungkook bertanya-tanya lagi akan kesalahannya.

My ToyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang