Happy reading💕
***
"Nai apa kamu mau mama jodohkan dengan anaknya temen papa.?" Tanya putri dengan Hati-Hati
"Uhuk-uhuk." Reflek Naira tersedak susu yang ia minum karna mendengar ucapan mamanya barusan Di Jodohkan?
Oh ayolah ini bukan zaman Siti Nurbaya kan? Tapi jauh di dalam lubuk hatinya Naira memang mau menikah. Ada hal yang masih terganjal di hatinya di satu sisi dia belum siap meninggalkan kedua orang tuanya. Dia memang terbiasa hidup bersama orang tuanya.dia memang terbiasa hidup bersama orang tuanya sejak kecil wajar bukan jika Naira menakuti hal itu
"Ya allah Nai makanya kalo minum itu baca Bismillah dulu. Jadi keselek kan." Ucap Putri sambil menepuk halus punggung Naira
"Naira itu keselek bukan karna gak baca Bismillah."
Belanya
"Lah terus?."
"Naira kaget aja denger mama mau jodohin Naira" jawab Naira yang kini sudah duduk di meja makan
"Kok kaget sih? Emang kamu gk mau menikah?
"Mau lah ma. Naira kan dari dulu pingin nikah di umur 21 tahun"ujarnya, yah memang dari sejak smp Naira ingin nikah muda
"Alhamdulillah, yaudah kalo kamu emang mau nanti mama bilang ke papa biar papa bilang sama temen papa."kini nada suara Putri sudah berubah menjadi sangat ceria saat mengetahui kalau Naira mau menerima perjodohan ini
"Emang temen papa namanya siapa ma?"
"Namanya..... Siapa ya Nai mama lupa nanti mama tanya ke papa ya"
"Okee ma"
"Yaudah mama mau nelpon papa dulu yah."
"Yaudah Naira mau ke kamar dulu ya ma"pamitnya dan Naira langsung beranjak pergi ke kamarnya
Putri mengangguk dan langsung menelpon suaminya
"Hallo assalamualaikum pa"
"Waalaikumsalam ma ada apa"
"Naira sudah setuju kalo dia bakal kita jodohin sama anaknya temen papa"
"Alhamdulillah kalo gitu,nanti papa bilang ke temen papa ya ma"
"Iya pa,semoga Naira cepet nikah ya biar kita cepet gendong cucu"
"Aminn.... Yaudah ya ma"
"Iya pa,assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
***
Naira memasuki kamarnya dengan wajah yang lesu di satu sisi dia seneng jika akan ada yang datang untuk mengkhitbahnya, tapi di sisi lain dia juga sedih karna otomatis dia akan berpisah dengan keluarganya.
Naira memilih untuk sholat isya karna waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. Setelah sholat naira berdoa agar hatinya di beri ketenangan oleh sang khalik dan bermurojaag sebentar.
Setelah itu Naira merebahkan tubuhnya ke keranjang sizenya dan memilih terbang ke alam mimpinya, menghilangkan sejenak penat yang ada di kepalanya
***
Rasyid baru pulang sekitar jam 21.00 malam. Dan langsung masuk ke dalam rumahnya,dia merasa sangat lelah hari ini karna seharian ini dia ngoprasi 3 pasien
"Assalamualaikum mi bi"sapa rasyid sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam syid kamu baru pulang?" Tanya Akbar
"Iyah bi tadi ada 3 pasien yg harus Rasyid oprasi" keluhnya dan langsung duduk di sebelah Akbar, Zahra yang merasa kasihan melihat anaknya kelelahan akhirnya Zahra pun bangkit untuk sekedar membuat teh manis.
"Yah wajar dong Syid kan kamu dokter"
"Iya si bi."
Setelah membuat teh hangat untuk Rasyid, Zahra pun langsung menyerahkan pada Rasyid dan Rasyid langsung meminumnya.
Zahra tau teh buatannya adalah minuman favorit Rasyid.
"Syid umi mau ngomong sama kamu!" Ucap Zahra
"Mi Rasyid kelihatannya cape banget besok pagi aja ngomongnya." Sela Akbar karna melihat kondisi anaknya yang sudah sangat lelah
Ucapan Akbar bener juga kelihatannya memamang Rasyid sangat lelah hari ini, bayangkan saja pergi pagi pulang sampai malam seperti ini. Setelah berdiam cukup lama akhirnya Zahra menurut saran suaminya.
"Yaudah umi ngomongnya besok aja deh syid."
"Emangnya umi mau ngomong apa? Kayaknya penting banget.?
Tanya Rasyid penasaran sambil mengerutkan sedikit keningnya tidak biasanya nada bicara umi kelihatan serius seperti ini.
"Gk jadi deh Syid besok aja sekalian sarapan."
"Oh yaudah kalo gitu Rasyid masuk ke kamar dulu yah mi."
"Kamu udah sholat isya blm syid?" Tanya Akbar dia hanya memastikan anaknya ini tidak meninggalkan kewajibannya
"Udah dong bi tadi di masjid rumah sakit."
"Bagus kalo gitu yaudah sana ke kamar" perintah abinya, Rasyid pun mengangguki ucapan Akbar dan langsung menuju kamarnya
❤️❤️❤️
Jangan tinggalkan budaya votemend
KAMU SEDANG MEMBACA
DOKTER HALAL
EspiritualHR #23 spiritual 26/05/2018 Bagaimana rasanya menjadi dokter dan mengelola rumah sakit keluarga sendiri? Enak? Bangga? Senang? itulah yang dirasakan oleh naira sayyidina gadis berusia 24 tahun bekerja sebagai dokter muda spesialis bedah di rumah sak...
