Dia yang Peduli

27 2 0
                                    

"Sudah,bisa berdiri?" "ne,aaah..sakittt..."(ya)

"sini tanganmu gelantung in di pundakku,kamu gak kuat itu lukanya cukup dalam"

aigoo naega otokhe? Hah~~bodo amat...sakit gak nahan. "Pelan pelan..."( aduh, aku harus gimana?)

Aku diantar ke kamarku. "Gwaenchanaa?"( gapapa?) dia bertanya padaku. "Ne gomawo"(iyaa makasih)

"aku akan menjagamu, bilang aja kalau mau sesuatu arraji?"( mengerti) katanya. Kok bisa sebaik ini sih taehyung?

"Ahh, aniyaa kamu bisa pulang"(tidak) "kamu mengusirku?" hah~~ menyebalkan lagi...

" a.. maksudku.. "
"sudahlah...aku akan menjagamu...lagian kamu sendirian" dia memotong omonganku.

Author pov

Kim taehyung benar benar ada bersama im seo yeon. Saat ini Seo Yeon tidur karena habis minum obat pereda nyeri. Taehyung berbicara sendiri.

"Yeuppeudaa...ah, apa yang aku katakan" sambil menutup mulutnya. Taehyung menatap seo yeon begitu lama. Dia terkadang senyum melihat seo yeon yang sedang tidur. (cantiknya)

"Neo neomu arreumdawoyo...".(kamu sangat cantik)

Seo yeon terbangun. Seo yeon sedikit berusaha memfokuskan pandangannya. Seo yeon sedikit kaget.

" ah' kkamjagiyaa! (Mengagetkan) Sejak kapan kamu disitu"

seo yeon bertanya sambil berusaha membangunkan dirinya dan bersandar dengan bantal yang di berdirikan di kasur.

"Sejak...tadi kamu tertidur dan aku sudah bilang ke kamu kalau aku akan menjagamu, butuh sesuatu?" kata taehyung.

"Aahh...aniyaa...aku bikin repot kamu saja ani" tolakmu. Taehyung mengambil air minum di gelas yang berada di meja dekat kasur. (Tidaaak)

"Nih,minum dulu" pintanya. Seo yeon lalu menerima gelas itu dan meminumnya. "Gomawo taehyung". Taehyung hanya membalas dengan senyum yang manis. (Makasih)

"Gimana? Masih nyeri?" tanya taehyung. "Udah agak redahan nyerinya, sekali lagi makasih nee..."

"kalau begitu aku pulang dulu, aku mau ngerjakan pr nanti kita vidcall an yuk!" "a' ee...nee..." jawab seo yeon sedikit ragu. "Cepat sembuh yaa...anyeong...kalau ada apaa apa telpon, aku ada untukmu" kata taehyung yang berhasil membuat pipi seo yeon memerah. "Hm? Apa yang barusan dia bilang?".(ya, dadah...)

Taehyung pov

Ahh paboyaa taehyung....kenapa kamu bilang kayak gitu... Semoga dia mengabaikan omongan ku tadi. Aku naik mobil dan berhenti di minimarket. Aku ingin beli samyang nuklir. Di minimarket aku bertabrakan dengan seorang cowok. (Bodoh sekali)

" eh,mian" taehyung membukukkan badannya dan orang itu juga melakukan hal yang sama. "Maaf, aku tidak sengaja" kata cowok itu. "Aku juga,aku taehyung, kim taehyung, siapa namamu?" tanya taehyung sambil memperkenalkan dirinya, dan memberikan tangannya tuk berjabat tangan. "A' nee...namaku...(maaf)

Seo yeon pov

Aagh masih sakit. Aku berusaha menggapai pintu kamarku. Aku ingin beranjak dari kasur dan kebawah untuk nonton tv. Malah yang terjadi aku jatuh. Untungnya aku membawa hp. Aku pun menelpon taehyung. "Taehyung....tolong aku...aku terjatuh"
"Makasih taehyung..."

Author pov

" namaku...." kata cowok itu dan berhenti saat taehyung menerima telpon. "Ehmm..mian aku harus angkat telpon dulu,sekali lagi maafkan aku ne?" kata taehyung sambil berjalan menjauhi cowok itu. "Aah nee aku akan kesana tunggu ne.." taehyung bergegas ke mobil dan tancap gas kerumah seo yeon. (Maafkan, ya)

Sampailah taehyung dirumah seo yeon. Taehyung langsung masuk dan pergi ke atas ke kamar seo yeon. Sebelum taehyung membuka pintu, taehyung sudah mendengar suara tangis dan keluh kesakitan.

Cklk "seo yeon!! Ne ne jangan nangis aku sudah datang,rangkul aku,aku akan mengangkatmu" taehyung mengangkat tubuh seo yeon ke atas kasur lagi. "Perbannya lepas seo yeon,biar aku perban lagi ya" kata taehyung sedangkan seo yeon hanya menangis karena rasa sakit yang amat luar biasa. (Ya,ya)

Taehyung mengambil kotak obat dan memberi perban ke kaki seo yeon "aahh sakit taehyung... Gamau..." keluh seo yeon.

"Aku kasih obat merah lagi... bentar, tahan dulu ne?" tenang taehyung. "Hiks hiks..." seo yeon menangis sambil menarik kaos taehyung untuk dapat menahan sakit di kakinya itu.

"Nah sudah,apa kamu yakin gak mau ke dokter,?" tanya Taehyung. "Nggak,nanti malah disuntik,kasih infus, terus dimasukan ke kamar sepi dan gelap" kata seo yeon takut.

"Ani..ini hanya luka,disana hanya di bersihin sama kasih antibiotik, nih dari kemaren cuman obat merah doang loh,sedangkan lukamu itu dalem,aku khawatir nanti ke tulang kamu...mau ke dokter kan? Yaah?" ajak taehyung. (Nggak)

Seo yeon diam dan memikirkan apa yang dikatakan taehyung. Seo yeon pun mengangguk pelan. Taehyung dengan semangat mengangkat taehyung ke bawah menuju mobil dan mengarah ke rumah sakit terdekat.

Sampailah di rs. Taehyung masih menggendong bridal seo yeon yang menangis karena seo yeon takut dengan RS . "Suster tolong temen saya" kata taehyung. "Iyaa!" seo yeon pun dibawa ke ruangan. Taehyung ikut masuk karena seo yeon sepertinya benar benar takut di dalam.

"Lukanya dalam sekali, sejak kapan luka ini?" tanya dokter. "Kemarin dok" jawab taehyung. "Kenapa baru dibawa sekarang, ini kalau terlambat bisa pembusukan tulang" seo yeon menangis lebih keras dari yang tadi. "Aah seo yeon syutt...gapapa jangan nangis" taehyung menenangkan seo yeon. "Takut..." kata seo yeon. "Ehmm sebentar saya suntik dulu yaa" kata dokter itu.

"Ah andwaee andwaee...sakit itu...tidak.....taehyung gamau....!" taehyung memeluk seo yeon dan menutupi wajahnya agar tidak melihat suntik nya. Seo yeon pun tertidur.(jangan,jangan)

"Dok,kenapa di bius?" tanya taehyung. "Ini perlu dijahit,kalau tidak, bisa ke tulang,tidak apa apa tidak ada efek sampingnya" dokter pun memulai tuk menjahit kaki seo yeon.(jangan,jangan)

"Sudah selesai, bius ini masih bekerja,dia akan bangun 30 menit lagi,oh iya kalau sudah 3 minggu tolong pergi ke rumah sakit lagi atau bidan buat melepas jahitan nya" pinta dokter. "Ne,khamsahamnidaa"(yaa terima kasih)

Taehyung pov

Tuhkan kamu gak nurut dibilang in juga. Hmm~~ternyata kamu mendengarkanku. Makasih telah mempercayaiku dengan menelpon ku tadi. Baiklah seo yeon yang cantik cepatlah sembuh. Aku minta maaf karena membuatmu seperti sekarang ini jika aku tidak mengerjaimu kamu gak akan mendapat luka ini. Sekali lagi maafkan aku.

Story Of My Love :KTH or JJKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang