Dia yang peduli (yang ke- 2)

20 2 0
                                    

Besoknya...

Aku bangun dari tempat tidurku. Membuka tirai di kamar dan segera mandi. Setelah mandi aku memakai baju seragam sekolah dan berangkat. Aku naik bis. Aku harus berjalan selama 15 menit dari rumah. Bis nya pun datang. Aku naik bis dan sampai di sekolah tepat waktu. Entah kenapa aku bersemangat hari ini. Padahal aku masih merasakan sakit di kaki ku. Namun aku berusaha tuk melupakan rasa sakitnya.

Di dalam kelas. Pelajaran seperti biasa. Aku mengikuti pelajaran dengan baik. "Seo yeon! Ada apa denganmu hari ini?". Aku tidak menghiraukan perkataan itu sehingga aku tidak tau siapa itu.

Aku terfokus ke papan dan guru. Hingga aku sadar jika seluruh kelas menatapku termasuk sahabatku jimin dan jungkook. Tatapan yang sangat aneh. Saat itu guruku sedang keluar jadi aku langsung menoleh ke segala arah.

"yaakk, kamu kerasukan apa seo yeon?" kata jimin. "Aku...tidak..tidak apa apa? Waee?" aku menjawabnya. "Sangat aneh..." jimin langsung buang muka dariku.(kenapaa)

"Apa yang kalian liat eoh?" kataku dengan sedikit keras. Semua teman temanku yang ada di kelas langsung melihat bukunya lagi setelah aku berteriak. Apa salah ya aku merhatiin pelajaran? Ahh sudahlah. Aku sedikit termenung. Dan melirik ke sebelah kanan. Terlintas dengan cepat 'jawaban'. Iyaa..aku melihat jungkook yang serius mengerjakan soal. Seketika fokus ku buyar. Aku mengajak bicara jimin dan yang lain. Tapi entah mengapa mereka seperti bingung akan sesuatu dan aku juga tidak tau.

Author pov

Seo yeon diam tak berkutik dan terus memperhatikan pelajaran yang diterangkan didepan sampai semua murid disana keheranan atas sikap yang dilakukan seo yeon.

Memang,seo yeon tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dia tipe cewek yang agak cuek dengan pelajaran apalagi sekarang adalah pelajaran yang di bencinya yaitu pelajaran fisika. Saat gurunya selesai menjelaskan dan tentunya meninggalkan tugas untuk muridnya seo yeon pun menoleh, dan yang di dapat adalah teman teman nya yang memperhatikannya dari tadi.

Mereka memiliki tatapan yang se akan bertanya ke seo yeon.
Namun fokus itu hanya sementara. Seo yeon tidak fokus karena jungkook.

"Jimin, kamu bisa yang ini? Trus trus dipapan itu angka berapa ya? Ini pake rumus yang kek apa?" seo yeon menanyakan hal itu ke jimin. Namun yang di dapati hanyalah diam dari jimin. Beberapa detik setelahnya,jimin tertawa.

"Ahaha...ini baru seo yeon yang sebenarnya..ahahaha!" seo yeon mengerutkan dahinya "mm...maksudnya?" "sudah lupain..belajar dulu sana".

Pulang sekolah...
" seo yeon, aku pulang dulu yaa..eeh kook aku pulang yaa" kata jimin. "Pulang aja sana" kata seo yeon. "Ehmm...jadi?" tanya jungkook singkat. "I..iyaa" dengan susahnya seo yeon mengatakan satu kata tersebut. "Kita naik bus ya,gapapa kan?" tanya nya lagi. "Ahh nee gwaenchanayo jungkook!" antusias ku. (Iyaa gapapa)

Im seo yeon pov

Aku berjalan hanya berdua dengan jungkook. Iyaa..hanya berdua. Hal yang aku khawatir in sentiasa berputar putar di otak ku. Seperti tidak ingin hilang dari pikiranku. Di jalan kita hanya diam. Eits 'aku' ganti...aku dan jungkook. Hah~~.

Sampailah di halte dengan rasa yang sama,yaa canggung. Bus pun datang. "Kajja!" aja jungkook. Aku hanya mengangguk dan naik bus. Tapi...ada yang salah saat aku naik.  Jungkook memegang tanganku. Oh my goshh... (Ayo)

Aku duduk pun dengannya. Aku di sebelah jendela jadi ada alasan atau hal lain agar aku tidak melihatnya "Seo yeon gimana..." 

"Ah oyaa fisika nanti  tentang apa...?" sela ku. Yaa aku takut sekali kata kata itu iyaa itu...keluar dari mulutnya. Lalu dia menjawab perkataan ku. Terlihat jelas raut mukanya yang seperti nya kesal dengan ku. Setidaknya aku bisa menghindari itu.

Aku pun sampai di pemberhentian halte. Aku turun, jungkook dibelakang ku. Berjalan beriringan saat mentari akan hilang. Suasana yang sangat menenangkan. Warna jingga di langit sangatlah nyaman tuk dipandang. Namun, kenapa yang terjadi padaku malah sebaliknya...? Iyaa aku masih diam tak berkutik. Mulai dari halte sampai sekarang. Ingin rasanya lari dan bantingin tubuh ke kasur terlentang. Membebaskan pikiranku untuk sebentar saja.

"Masuk..jungkook" kataku seramah mungkin. Senyuman di wajahku pasti sangat aneh karena sedikit maksa. "Ya, misii.." katanya. Dia duduk di sofa ruang tv. Memang daripada di ruang tamu lebih nyaman diruang tv. "Sebentar aku bikinin minum dulu" kataku. Tapi dia menjawab jika tidak perlu membuatkan minum. Halaahh.. Basa basi doang. Aku ke dapur dan buat teh.

"Ini yaa diminum" kataku.

"Makasii yaa" aku senyum dan mengangguk. Aku langsung duduk di sebelahnya dan mulai belajar. Sebenernya sih gamau aku kek gini. Secara, pulang sekolah ini...apa gak pusing nih kepala? Tapi..aku mau dia biar cepet cepet pulang.

Tiba tiba ada sesuatu yang mengalir di kaki ku. Jungkook melihatnya. "Seo yeon,kakimu..." katanya. Hah?kenapa? Ada apa?. Aku pun melihat kakiku. "Phii...phii..." dan liquid air jatuh dari mata ke pipi. Aku menangis. (Darah..darah..)

Mungkin karena tadi aku biarkan berjalan dan jahitannya lepas. Jungkook lari mengambil kotak obat persis seperti taehyung waktu itu. Dia membersihkan darah di kakiku dengan sangat pelan. Sehingga aku juga tidak begitu merasakan sakit. "Jahitan? Kamu kenapa seo yeon?" tanya nya sembari membersihkan kaki ku yang berkucuran darah.

Story Of My Love :KTH or JJKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang