Aku akan terus memperlihatkan senyuman kepada mereka, dan meyakinkan diri sepenuhnya baik-baik saja.
..
.
.
****
Matahari telah sampai pada puncaknya, menebarkan senyum yang cerah dipagi yang penuh dengan aktivitas ini.
Pagi ini, Jin akan pergi ke Daegu untuk menyelesaikan urusan pekerjaannya.
Kini, Jin lagi-lagi akan meninggalkan Jiwon untuk beberapa hari. Tidak, mungkin hingga beberapa minggu kedepan karna pekerjaannya yang sulit diprediksi.
Tepat pukul 06.00 Kst, Jin sudah siap untuk keberangkatannya ke Dageu.
Ditemani Jiwon gadis kecil kesayangannya dan Minhyun sahabat setia yang selalu menemani sang adik dikala Jin harus pergi meninggalkan Jiwon.
Mereka membawakan koper dan beberapa tas berisikan pakaian dan berkas masuk kedalaman mobil.
"Kau akan pergi sekarang hyung?", ucap minhyun sambil menutup pintu belakang mobil Jin.
"Eoh, ini sudah terlalu siang", Jin mengecek arlogi yang melingkar ditangan kirinya.
"Hmm, oppa", Seorang Yeoja menghampiri dan memeluk Jin layaknya boneka Teddy Bear.
"Kabari aku terus, jangan lupa makan dan beristirahatlah dengan cukup. Jangan memaksakan diri jika sudah merasa lelah, jangan sampai sakit dan segeralah pulang setelah urusanmu selesai".
Ya, itulah Jiwon adik dan keluarga satu-satunya yang Jin miliki, yang sangat teramat cerewet seperti seorang kekasih yang sangat posisif.
"Wahh lihat dia..", Ujar Jin menepuk tangan Minhyun.
"... Kapan adikku berhenti mengkhawatirkan ku?", Lanjutnya sambil membelai rambut Jiwon yang tak kunjung melepaskan pelukkannya.
"Wae??, apa salahku mengkhawatirkan mu??", kali ini Jiwon sedikit merajuk.
"Ahh baiklah Jiwon-ahh ,tapi aku akan terlambat kalau kau terus memelukku seperti ini", dengan perlahan Jin melepas pelukkan Jiwon.
"Baiklah hyung, sepertinya kau harus pergi sekarang sebelum gadis ini terus menahanmu", Minhyun menarik tangan Jiwon dan merangkulnya agar tidak lebih lama menahan Jin untuk pergi.
"Yayaya! ,Lepaskan aku", usaha Jiwon untuk terlepas dari rangkulan Minhyunpun sia-sia.
"Baiklah, kau harus menjaga adikku dengan baik. Ingat, kalau kau membiarkannya terluka sedikitpun, akan ku pastikan aku akan membunuhmu", Canda Jin pada Minhyun sebelum Jin benar-benar pergi dari hadapan Minhyun dan Jiwon.
"Aishh hyung, apa kau mengancamku?".
Tanpa jawaban, Jin memasuki mobilnya dan melaju pergi sambil melambaikan tangannya keluar kaca mobil.
.
.
.
Seperti biasa, kalau Jin sedang bertugas diluar, Minhyunlah yang selalu mengantar dan menjemput Jiwon kesekolah.
Sebenarnya Jiwon sudah beberapa kali menolak tawarannya dan bisa pergi kesekolah sendiri menggunakan bis. Tapi Minhyun tidak pernah menurutinya.
Setelah sampai di Seoul High School tempat dimana Jiwon bersekolah, Minhyun pun bergegas pergi kekampusnya di Universitas Seoul.

KAMU SEDANG MEMBACA
Day Dream
Fanfiction"Berhentilah menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada hatimu. Ketika seseorang tidak membalas perasaan yang kau kirim dan membuatmu terluka, bukan berarti dia adalah orang yang jahat. Kau tau? Dia juga memiliki pilihan untuk tidak mencintai...