Sebuah jalan

1.2K 94 24
                                        

Mohon maaf yg sebesar-sebesar nya karena baru sempet update,  bagi yg lupa alur bisa baca ulang ya  heheh
Oh iya,  spoiler dikit.  Ini mendekati klimaks loh, jadi beberapa part lagi udah end😭 Makasih yg masih stay sama BLAS.  Semangat,  jangan lupa bintangnya 😘

***

Kai Pov

Tidak ada yg berubah,  dia tetap gadisku yg selalu menatapku saat menempelkan bibir merah nya pada bibirku . Sesuatu yg selalu aku rindukan

Tapi nyata nya,  ini bisa jadi ciuman perpisahan.  Sungguh menyedihkan,  saat kita merasakan apa yg kita rindukan mendekat tapi dalam detik selanjutnya justru kenyataan pahit sudah menanti

Karena ini bisa jadi terakhir kali,  aku menahan tengkuknya saat ia akan melepaskan pautan kami

"aku mohon,  sebentar lagi" ucapku pelan beberapa detik melepas bibirnya,  lalu ku lanjutkan lagi.  Dia tidak menolak

Mata merah nya,  pipi basah nya,  membuatku memejamkan mata. Kenapa aku yg menjadi alasan dia menangis kali ini,  disaat aku bahkan sedang berusaha menjadi pahlawan untuk nya???

Apakah harus berakhir seperti ini??

Aku tidak memiliki hubungan dengan irene,  tidak seperti yg shinny-ku tuduhkan

Perhatianku sebatas kasihan,  tidak lebih

Tapi kenapa aku tidak bisa menyanggah?

Aku hanya pernah menciumnya, aku dan irene memang pernah melakukan sesuatu yg lebih.  Tapi itu sebuah ketidak sengajaan,  apa itu salah ku??

Bukan kah kalian akan lebih cepat akrab jika kalian memiliki nasib yg  sama seperti diriku dan irene.  Kami sama sama menjadi pihak ketiga, dan itu yg membuat kami dekat. Saling menguatkan,  sejauh ini aku pikir tidak ada yg salah

Tetapi setelah melihat air mata sesosok wanita yg tengah di hadapan ku. Membuatku sadar,  ternyata aku juga melukai perasaan nya

Shinny mendorong bahu ku pelan,  dia ingin mengakhiri untuk yg kedua kali nya

Kali ini aku pasrah,  kami terdiam dengan mata yg saling memandang.  Dia terkekeh, aku pun juga.  Kami seperti sedang syuting menjadi sepasang kekasih di dalam drama

Aku merasakan cairan bening sialan meluncur di sudut mataku,  begitupun dengan dia. 

Kemudian terkekeh lagi,  kami seperti orang gila.  Kami tertawa,  tapi air mata terus saja hadir?

Apa jika aku menangis berati aku tidak jantan??  Kurasa tidak

Ku lihat dia menarik nafas pelan "berarti sudah selesai ya" ucapnya

Aku mengangguk, meski aku tidak rela

"kita tidak bermusuhan kan?"

Aku menggeleng mantap "boleh aku peluk" tanyaku hati hati

Kulihat dia terdiam sejenak,  ada raut bingung di wajah nya.  Aku memang tidak tau diri,  di saat perpisahan seperti ini bahkan aku meminta ciuman dan pelukan nya

Dengan sigap dia memeluk ku, aku menumpukkan daguku pada pundak nya.  Aku selalu nyaman "jika aku rindu bagaimana?" aku bertanya dengan nada cengengesan agar ia mengira aku bercanda,  padahal itu memang hal yg aku takut kan

"tidak boleh,  aku milik sehun" sungguh,  aku menyesal. Ulu hati ku semakin sakit rasa nya

"heheh.jaga kesehatan, Jangan telat makan, kau punya magg.  Jaga ye jun dengan baik,  jadilah ibu yg memprioritaskan anak" aku mengelus pucuk kepala nya "jangan benci aku" lirih ku

Between Love And SelfisnhessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang