Diterbitkan oleh Erye Art, 2019
[𝗦𝗲𝗿𝗶 𝗽𝗲𝗺𝗯𝘂𝗸𝗮 '𝗡𝗔𝗦𝗔']
Ketika NASA gagal menyelamatkan krunya yang tertinggal diruang angkasa.
Cerita Sci-fi yang mengedukasi mengenai ilmu kebumian : Astronomi.
Start : Desember 2017
Science fiction...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kembali ke Washington. Tepat dimana Ethan mengirimkan sebuah pesan kepada Damian, mengenai tikus itu.Damian yang menerima pesan dari Ethan, langsung menghubungi Megan karena dia dan Alan sedang repot dengan pers. Hari pertama mereka kembali menginjakkan kaki di NASA, sudah di banjiri dengan lautan kamera dan wartawan yang meliput berita. Kabar konspirasi mengenai kematian Ethan bangkit kembali, menarik perhatian publik.
"Darimana kau menemukan ini, Caitlin?!" kata Megan dengan sedikit membentak.
"Asal kau tahu saja, jika Ethan tidak ceroboh meninggalkan peliharaannya di tempat penyimpanan cairan kimia, aku tidak akan menemukannya bodoh!"
"Sekarang aku tahu, semua pertanyaan kalian mengenai tikus ini terjawab oleh hasil lab-ku." lanjut Caitlin.
"Oh ya,? Dan mengapa aku harus mengetahuinya? Kau pikir aku tertarik,?!" Megan secara ingin menyembunyikan apa yang Ethan coba sembunyikan.
"Tak apa, kau bisa menutup telingamu jika tidak ingin mendengarku mengenai hasil lab tikus ini."
"Sebagian besar terdiri dari dua gen African Rat dan Loricifera. Namun bagian anehnya, tikus ini hanya mempunyai 3 jari di kaki bagian depan. Apa ini masuk akal bagimu?" jelas Caitlin.
"Dia Hybrid, bodoh! Tak perlu menganalisisnya karena semua itu sudah jelas!"
"God, seriously? Bagaimana jika direktur tahu ada Hybrid disini?" tanya Caitlin dengan nada terkejut.
"Hanya karena itu kau menghubungiku kesini? Membuang waktuku saja." Megan bergegas pergi menuju lift sebelum Caitlin memanggilnya kembali.
"Megan!"
"Apa?"
"Kau tidak mau membawa hewan pengerat ini? Bukankah ini milik seseorang yang kau sukai dari dulu?" ucap Caitlin sambil menatap jijik tikus yang ada di dalam kotak kaca.
"Jaga bicaramu. Walau itu benar, kau tidak akan membiarkanku membawa hewan itu, Caitlin. Tidak usah mempersulit keadaan, kau tetap saja keras kepala."
"Ngomong-ngomong soal keras kepala, kurasa itu lebih tepat ditujukan untuk Martin. Kemarin baru saja ia lari dari lantai 7 karena takut di anestesi untuk penjahitan luka yang ada di kepalanya. Ia tak fokus dan berlari menabrak vas keramik besar di samping lift. Sayang sekali bukan kepalanya yang pecah, namun vas-nya." kata Caitlin panjang lebar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.