Diterbitkan oleh Erye Art, 2019
[𝗦𝗲𝗿𝗶 𝗽𝗲𝗺𝗯𝘂𝗸𝗮 '𝗡𝗔𝗦𝗔']
Ketika NASA gagal menyelamatkan krunya yang tertinggal diruang angkasa.
Cerita Sci-fi yang mengedukasi mengenai ilmu kebumian : Astronomi.
Start : Desember 2017
Science fiction...
Be warn. Part ini akan lebih semakin sedikit kata-katanya. Pembaca mungkin akan kecewa, karena update tak lebih dari 500 kata.
Mereka merekam detik demi detik kejadian nahas itu terjadi. Pimpinan dewan ESA, CAS (China Air Space), LAPAN, JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) turut bersimpati akan kejadian unik ini, beberapa berpartisipasi untuk menawarkan sebuah kerjasama terhadap NASA, Mereka akan saling berhubungan untuk membuat pesawat yang baru, dan mmeperbarui pesawat yang telah dibuat untuk, River. Mereka tak sadar, bahwa teka-teki ini sudah terpecahkan.
Sekarang dunia dihebohkan akan peristiwa A-397 dan hewan kecil persilangan DNA yang jenius, Hybrid. Beberapa orang bertanya-tanya, apakah NASA menciptakan Hybrid untuk invasi planet? Atau hanya untuk hasil karya ilmiah semata? Masa direktur, untuk opsi yang pertama. Karena posisi tergeser sudah, maka jawaban menuju ke opsi yang kedua.
Damian mengklarifikasi bahwa Hybrid hanyalah karya ilmiah semata, sekaligus mengkonfirmasi bahwa mereka gagal membawa astronot River pulang ke Bumi.
Masyarakat Washington mengadakan gerakan unjuk rasa ke kantor NASA. Sementara mereka gagal menyelamatkan River, apa mereka juga akan membiarkan River begitu saja di Mars hingga mati? Sama saja, mereka masih mempunyai hati nurani. Walau kecerdasan minim dan keahlian rendah untuk membuat pesawat luar angkasa sendiri, setidaknya mereka berusaha mendesak NASA agar astronot River dapat diselamatkan melalui aksi demo.
Sementara A-397 berbalik kembali dengan kecepatan diatas rata-rata, Damian tak memutuskan komunikasi sekdetikpun dengan Ethan. Karena yang Damian tahu, Ethan adalah manusia tercerdas yang pernah ia temui, mungkin ditengah jalan sebuah ide melintas dipikirannya, sebuah ide yang tidak bisa dibeli dengan harga.
Megan menangis, sementara Luis gemetaran. Alan yang kacau, masih tetap mengotak-atik komputernya demi meng-update situasi terbaru di NASA yang kini lebih kacau dari dirinya. Bukan masalah River, tapi pihak hukum yang akan ikut turun tangan mengenai masalah yang sekarang bisa dibilang amat serius.
NASA
River mengatur nafasnya, ia sangat merindukan Bumi. Selama 17 jam dari fenomena meteor itu, ia memutuskan kontak dengan NASA beserta A-397. River menyesal untuk mempercayai Ethan dan Damian. Makhluk pembual handal bahkan disaat-saat genting seperti ini! Para Hybrid kecilnya menjadi semakin aneh, mereka mulai memakan sesuatu untuk bertahan hidup. Saat River menggeser jagung yang dimakan Dante, Hybrid cerdas itu langsung menggigit tangannya hingga berdarah. Semenjak itu, ada tiga hal yang River sadari. Hari semakin panas, tak peduli siang atau malam, tingkah Hybrid yang sebelumnya jinak menjadi agresif, dan ...
Kadar oksigen di hab yang semakin menipis. Tanpa ada tanda-tanda kebocoran di hab sama sekali.
Dan baru kali ini, River menyerah pada kemampuan Sains yang selama ini membantunya untuk bertahan hidup.
NASA
"Jadi, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Damian menerima telepon dari Cody, salah satu temannya yang bekerja dengan Badan Antariksa Russia.
"Apakah, kami masih bisa menaruh harapan pada pesawat luar angkasa kalian, Soyuz?"
"Masalahnya, kami khawatir pesawat itu tidak akan pernah sampai di Mars. Misi asli Soyuz : adalah titik yang berada di paling bawah Mars."
"Apa maksudmu? Tim peneliti kami berhenti selama 2 hari ini. Apa yang berhasil kalian amati? Bung, NASA kini benar-benar kritis." Damian mulai merasakan sesuatu yang, berbahaya.
"Aku tidak bisa mengatakan seluruh misi ini karena ini sangat rahasia, tapi ada satu hal yang dapat kukatakan padamu untuk paham," Cody menghela nafas, "Lubang Cacing."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.