*****
"Yasudah, tidak ada lagi kan yang mau ditanyakan?, silahkan duduk!". Ucap pak jam berusaha memperbaiki suasana..
"Iya pak!". Sahut Qeissa sambil berjalan pelan ke arah tempat duduknya..
"Kenapa sih mereka!". Batinnya
Pelajaran pun dimulai, para murid-murid dari sekolah Howard sangat rajin dan giat belajar..
Sedangkan Qeissa masih melamun menatap kertas kosongnya itu..
"Qeissa? Ada apa??". Ucap kak
Daniel memandang Qeissa dengan heran.."Eh? Ga ada kak, gapapa!!". Ucap Qeissa gelagapan sambil berpura-pura menulis..
"Yaudah!, jangan melamun lagi".
"Baik ka!". Sahut Qeissa singkat..
"Weh sa!, punya pulpen ga??". Ucap revan sambil mengetuk pelan meja gadis itu..
"Ya? Oh ada, bentar". Ucapnya sambil mencari didalam tasnya..
"Nih". Ujarnya sambil memberikan pulpennya.."Gw pinjam juga ya sa!". Davin menarik satu pulpen dari sana..
Disambung lagi oleh liam dan vito, mereka juga meminjam pulpennya Qeissa..
"Sat". Batinnya
Sedangkan Qeissa hanya terpelongo sambil memaksakan senyumnya..
"Cihh.. gw pikir anak-anak Howard itu orang kaya semua, tapi nyatanya kok semuanya minjam pulpen gw!". Gerutu batinnya..
"Woy, vin? Lo nyatet kan? Ntar gw liat catetan lo ya, mata gw agak burem!". Ujarnya sambil berpura-pura mengucak matanya..
Padahal ga burem dan bahkan sangat jelas sekali, ya namanya juga pemalas!
Dan juga padahal sekarang ibunya udah baik dan perhatian banget, tapi sifat pemalasnya udah gabisa dibuang lagi, karna udah kebiasaan..
"Iya, nanti ya!". Sahut davin lembut..
"Ughh, ramahnya... dasar caper njs!". Gerutunya pelan..
Tak lama setelah itu, pelajaran pun berakhir..
"Baiklah, karna waktunya sudah habis!, maka pelajaran kita hari ini berakhir sampai disini ya, semangat OSN nya!!". Ujar kak Daniel sembari menyemangati..
Para murid-murid pun merapikan perlengkapannya dan segera bubar..
"Eh tunggu sebentar, apakah kalian sudah membuat group??".
"Em belum kak!". Ucap Davin dengan lantang..
"Oh, kalo gitu, sesegeranya ya! Bikin group, ini juga demi kebaikan kalian, jangan lupa masukin kakak sama pak jam ya!!".
"Oke ka!". Sahut vito singkat..
"Sekaligus nanti kami akan mengumumkan leader untuk kelompok ini!".
"Siap kak Daniel ganteng!". Ujar Qeissa sudah tidak waras..
"Iya Qeissa cantik!". Balas kak Daniel sambil terkekeh dan geleng-geleng kepala..
Qeissa pun keluar dengan raut muka malu-malu..
"Woy sa!". Panggil davin sambil membawa bukunya..
"Iya?".
"Nih!, jadikan pinjem??". Tanya davin sembari memberikannya..
Belum sempat mengambil buku davin, seseorang pun datang juga untuk memberikan bukunya..

KAMU SEDANG MEMBACA
Starest love
Fiksi Remaja[REVISI] *yg udh pake 🌟, berarti udh di revisi* Qeissa katherine, Si pemalas super hokki ini lolos mengikuti tes OSN, yang sebenarnya hanya bermodal hokki dan insting macannya itu... Paras cantiknya bisa menipu semua orang, tapi kalau orang ngeliat...