Seulgi pov
Aku mencoba membuka dan mengerejapkan mata lalu mengangkat tangan kananku untuk menghalangi sinar matahari yang menyilaukan. Aku melihat ke kiri dan kanan yang terlihat hanyalah langit biru tanpa awan dan salju yang terhampar luas. Baru kuteringat bahwa tadi kami para pendaki terkena longsor dan sebagian dari kami terpisah dari rombongan.
Aku mencoba untuk duduk dan bangun untuk melihat kondisi yang terjadi serta mencari pendaki lainnya.
"Arrgghhh tangan kiriku terasa sakit, apakah akibat longsor tadi yang menyebabkan aku terantuk batu"
Aku mencoba untuk berjalan dengan langkah tertatih dan memandang sekeliling, terlihat sesuatu di kejauhan, sesuatu berwarna orange seperti baju Minho oppa. Dengan langkah cepat meskipun tertatih aku berusaha memangkas jarak antara aku dan sesuatu yang berwarna orange itu......
Deg...deg...deg....suara jantungku berdetak lebih cepat, aku berharap bahwa itu adalah Minho oppa....tolong Tuhan biarkan kami semua dapat kembali dengan selamat....
Benar...itu adalah jaket Minho oppa setelah akhirnya aku berhasil mendekati sesuatu yang berwarna orange itu, akupun membalikan badan Minho oppa yang tertutupi salju dan mencoba untuk membangunkannya.
"Minho oppa...minho oppa...bangunlahhhh" kataku sambil menepuk-nepuk pipinya yang terasa dingin, akan tetapi Monho oppa tetap terdiam. Dengan tangan bergetar aku menempelkan jariku di bawah hidung Minho oppa untuk mengetahui apakah Minho oppa bernafas atau tidak.
Airmataku tumpah dan aku menjerit "oppaaaaaa bangunlah oppaaa....jebal ... jangan tinggalkan Seulgi disini sendiri....oppaaaaaa....ottoke oppaaaaa.....jeballlll!!!"
Setelah meletakkan mayat Minho oppa dalam posisi tertidur, akupun duduk dan berpikir untuk langkah selanjutnya. Aku pun melihat kompas dan mulai melangkahkan kakiku menuruni gunung........seorang diri....ditemani suara angin yang bersahutan.....
To Be Continue......
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencintai Dalam Diam
FanficLangit terlihat biru bersih tanpa awan...... Hening..yang terdengar hanyalah suara angin yang bertiup Lelah dan mengantuk, itu yang kurasakan saat ini Apakah ini rasanya menghadapi kematian Tapi tidak ada penyesalan dalam diriku menghadapi kematian...
