Main Bareng

34 8 3
                                    

~Selamat Membaca~
* * *

Raina kembali ke kelasnya dengan senyum yang merekah, bahagia rasanya ia telah berhasil membalas Bayu. Walaupun kejadian itu tidak direncanakan, tapi dapat berhasil.

Ia dapat menebak, bahawa hari ini guru-gurunya sedang rapat. Tebakan itu pasti benar, karena ia melihat di papan tulis ada tugas yang tertulis tetapi tidak ada guru yang terlihat ditambah dengan suasana kelasnya yang sangat tidak beraturan. Tidak hanya kelasnya, tetapi hampir semua kelas. Pantas saja tadi Bayu pergi ke ruang musik.

Baru saja ia ingin mendaratkan bokongnya, tetapi panggilan Ara membuat Raina mengurungkan niatnya.

"Dari mana lo? Gue cariin gak ada."'

Raina membuka mulutnya ingin menjawab, tetapi lagi-lagi tertahan karena Ara melanjutkan ucapannya.

"Jawab nanti aja. Sekarang kita ke kantin, gue haus," ucapnya sambil menarik lengan Raina menuju kantin.

Ara langsung memesan minuman setelah sampai di kantin, sementara Raina mencari tempat duduk untuk mereka.

Tak berselang lama, Ara kembali dengan membawa jus mangga untuk dirinya dan juga Raina. Ara merasa aneh melihat Raina yang sejak kapan sudah tersenyum tanpa ada sebab.

"Kenapa lo senyum-senyum?" tanya Ara sambil memberikan jus milik Raina.

"Gue senang banget hari ini gue berhasil ngerjain Bayu," ucapnya diakhiri kekehan.

"Lo dari mana sih sebenernya?"

Raina menyedot jus mangganya terlebih dahulu, "tadi gue ke ruang musik, terus gue kan udah mau balik nih ke ke kelas. Waktu udah di luar gue gak tau kalo ada Bayu di belakang gue, jadi gue langsung jalan aja nih sambil balik badan. Terus gue gak sengaja tuh nabrak dia, pas banget dia lagi pegang minuman jadi minumannya kena baju dia. Seneng banget gue bisa ngerjain dia, walaupun ini gak sengaja. Asli awalnya gue mau ngakak tapi gak enak." Raina mengakhiri ceritanya dengan tertawa.

Ara ikut tertawa mendengar cerita Raina. "Lo lawak banget asli, terus lo minta maaf gak?"

Raina mengangguk,. "Iya gue minta maaf," ucapnya lalu menyedot jus mangganya lagi, "tapi setelah itu gue bilang lagi ke dia, kalo untuk kali ini pemenangnya gue."

Keduanya kembali tertawa lagi. Menurut Ara, yang dilakukan Raina kali ini sangat lucu. Ia membayangkan ekspresi Bayu saat bajunya terkena minuman.

"Kasian banget ya Bayu, bajunya pasti basah,"ujar Ara dengan sisa-sia tawanya.

"Bodo amat gue, lagian salah sendiri. Udah tau gue mau balik badan, lah dianya malah diem," ucap Raina sambil mengaduk-aduk minumannya.

"Rai, hari ini gue main ke rumah lo boleh gak?"

"Boleh dong,"

"Oke, nanti pulang sekolah kita jalan bareng ke rumah lo atau naik mobil gue?"

"Jalan aja, hari ini juga gak panas-panas banget." Ara mengangguk sebagai respon dari ucapan Raina.

***

Petikan gitar Bayu terhenti saat melihat pintu ruangan musik berdecit dan memperlihatkan kedua temannya yang berjalan mendekat kepadanya.

DisputatioTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang