.
.
"Yak! Anak nakal! Kemasi semua buku-bukumu.. apa kau tega membiarkan halmi memungutinya?"
"Ah.. Halmi... aku mau ke rumah Sohyun."
"Iya.. kemasi dulu bukumu itu.."
Taehyung melangkah kecil, matanya sembari menatapi buku-bukunya yang berserakan. Lututnya jadi merasa goyah sekarang.
"Halmi? Kapan Eomma akan pulang?"
Pertanyaan ringan mendadak muncul dari hati Taehyung. Sementara sang nenek hanya diam mematung untuk beberapa detik.
"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan eomma eoh?"
"Aku rindu Eomma. Appa. Dan juga adikku."
Batin Halmi terasa tertusuk. Bagaimana ia harus menjelaskan kepada anak berusia 10 tahun? Bahwa orangtuanya tak mau merawatnya lagi?
Taehyung hanya akan terluka. Ia masih terlalu dini untuk menyadari kenyataan pahit itu.
"Halmi? Apa Halmi mendengarku?"
Air mata hampir saja jatuh jika saja Halmi tidak mengusap mata rentanya.
"Iya. Halmi mendengarnya.."
"Jadi kapan mereka pulang Halmi? Aku sangat rindu. Kapan mereka akan menelpon lagi? Aku sangat ingin mendengar suara mereka."
Halmi tersenyum. Mungkin.. sedikit memaksakan.
"Taehyung-ah.. cucuku yang paling tampan.."
Halmi mulai mendekati Taehyung yang sibuk membereskan meja belajarnya. Perlahan, tangannya yang berkerut itu mengelus kepala Taehyung kecil yang lembut. Taehyung pun segera merespon Halminya dengan melihat kedua matanya penuh perasaan.
"Bersabarlah. Mungkin mereka masih sangat sibuk. Mereka pasti sudah bekerja keras demi membiayai sekolahmu. Apa kau paham?"
"Tentu saja Halmi. Aku pun juga sudah berjanji pada diriku. Aku akan belajar dengan sungguh-sungguh! Aku akan menjadi anak yang pintar, yang sukses, yang bisa menghidupi Halmi dan juga keluarga kita. Aku akan membuat kalian bangga!"
Ucap Taehyung seraya mengacungkan telunjuk kanannya ke udara, membuat Halmi sedikit terkekeh geli.
"Nah.. Tae.. Halmi harus pergi ke ladang Nyonya Ji. Jaga dirimu baik-baik ya?"
Halmi menepuk kecil punggung Taehyung yang masih berfokus pada pekerjaannya.
"Halmi!"
Teriak Taehyung ketika Halminya hendak meninggalkan ruangan.
Halmi pun menoleh dan mendapati Taehyung sudah berdiri di belakangnya dan menggandeng tangannya.
"Halmi.. tidak akan pernah meninggalkanku kan?"
"Eh.. kenapa Taehyung bicara seperti itu? Kenapa Nak?"
"Tidak. Hanya saja.. sekarang ini aku hanya punya Halmi. Halmi harus selalu bersamaku ya. Aku mau Halmi yang menjadi saksi kesuksesanku nanti.."
Tanpa terasa, mata Halmi mulai berkaca-kaca. Rasanya tak sanggup telinganya mendengar kalimat yang baru saja Taehyung lontarkan. Lihat betapa polos cucunya itu.
"Tentu.. tentu Halmi akan selalu bersamamu. Kenapa jadi sedih begitu huh? Sana. Kembali rapikan barangmu. Setelah itu kau bisa main ke rumah Sohyun."
KAMU SEDANG MEMBACA
Recondite (Kth X Ksh) ✔
Cerita PendekTentang sebuah kisah manis bercampur pahit, dua orang sahabat kecil yang menikmati masa mudanya. Kim Taehyung seorang laki-laki remaja yang dititipkan orangtuanya kepada sang nenek yang merupakan petani. Kim Sohyun, seorang gadis muda yang hidup den...
