6 [Kaito pov]

558 54 5
                                    

"HEY! SEBELUM AKU MASUK, CEPAT KATAKAN! SIAPA DI SANA?!"

"Oh tidak, siapa itu?" tanya Heiji berbisik pada kami semua.

"Sepertinya dia wanita." ucap Saguru, berbisik.

"Wanita dari mana, dengar suaranya, apa ada unsur suara wanita padanya?" ucap Heiji tak terima, berbisik juga.

"Ta-tapi, aku dengar suara high heels tadi." ucapku, lagi lagi berbisik.

Kami memperdebatkan tentang orang tersebut sambil berbisik hingga..

"HEI, KALIAN MENANTANGKU YA?! SIAPA DISANA?!"

"Sial, kalian terlalu banyak bicara, ayo ikuti aku!" ucap Shinichi seraya berjalan perlahan ke suatu alat penyiksaan.

"Kalian lihat, disini banyak alat penyiksaan besar. Masing masing dari kalian cepat sembunyi dibaliknya, aku akan sembunyi di balik papan pajangan pisau ini saja."

Akhirnya kami semua bersembunyi dibalik alat penyiksaan yang masing masing jaraknya cukup berjauhan.

Klak..klak..klak..

"Hm, aku yang salah atau memang ada sekumpulan remaja disini?" ucap orang itu dengan nada sarkastik seperti ingin memancing kami keluar dari persembunyian.

"Oh, ternyata aku benar.."

"ARGH!"

Sial, itu suara Shinichi!

"Ayo anak-anak, aku sudah menemukan satu teman kalian. Kalian mengajakku main petak umpet kan? Ayo, kutemukan kalian dengan cepat."

"Apa maksudmu? A-aku sendirian disini!" Shinichi berusaha mengamankan kami.

Tapi aku benar-benar ketakutan dengan nada mengerikan yang dilontarkan orang itu. Mau tidak mau, aku pun keluar dari persembunyianku.

"Kaito?! Kenapa kau- argh!"

"Maaf Shinichi, aku.." dan saat ku menoleh ke orang di samping Shinichi— "WAH? TERNYATA KAU PEREMPUAN YA?! HEBAT! SUARAMU SEPERTI LAKI LAKI!!"

"A-apa?" wanita itu kaget melihatku.

"Kaito!" ucap Shinichi berbisik.

"Uhm, maaf, aku tidak bermaksud untuk-"

"Hahaha, ternyata memang benar suaraku bukan suara wanita. Aku Kir, itu sebutanku disini. Apa kalian hanya berdua disini?" ucap wanita bernama Kir itu berubah lembut.

"Tidak, kami berempat."

"Oh, benarkah? Bagaimana kalian bisa disini? Pasti Sharon yang menyeret kalian kesini, iya kan?"

"Ya, itu benar." Heiji dan Saguru keluar bersamaan.

"Dasar perawan tua, dia itu memang hobi sekali menyeret remaja muda tampan seperti kalian."

Kami semua bergantian menatap satu sama lain. Heiji tertawa gurih sesaat.

"Hahah, ternyata bukan hanya kami saja yang diseret paksa."

"Ya, termasuk aku pun diseret paksa. Awalnya dia mengiraku laki-laki. Namun saat usiaku 13 tahun, dia akhirnya menyadari aku perempuan. Aku merasa beruntung karena dia tidak membuangku waktu itu."

"Eh? Kenapa?" tanyaku.

"Incarannya itu laki-laki. Dan karena aku sudah berjasa padanya, dia akhirnya mengizinkan ku tetap bergabung. Aku sudah nyaman menjadi diriku yang bernama Kir ini." Jelasnya.

"Memangnya siapa nama asli mu?" tanya Saguru.

"Sakira Kunihiro"

"Aaa aku tau. Nama Kir pasti diambil dari nama kecilmu kan?" tebakku.

"Ya, benar sekali"

"Apa kau satu satunya anggota perempuan disini?" tanya Saguru.

"Ya, awalnya hanya aku dan Sharon saja. Tapi sekarang sudah ada setidaknya 3 anggota perempuan selain kami."

"Apa mereka memiliki jalan cerita sepertimu? Ditarik paksa karena dikira laki laki?" tanya Heiji.

"Hahaha, tidak. Mereka adalah anak anak dari daerah yang berbeda, dan cerita mereka sama. Mereka anak yang dibully dan menawarkan diri bergabung disini untuk menjadi lebih kuat dan berani. Sharon mengerti keadaan mereka dan menerima mereka menjadi anggota disini."

"Oooh.."

"Oh iya, apa kalian sudah makan siang tadi?"

"Sudah, memangnya kenapa?" tanyaku.

"Kalau sudah, mari bantu aku menyiapkan makan malam, ikut aku." ajaknya.

Kami semua mengikutinya dari belakang. Kami menuju dapur yang letaknya ada di lantai bawah. Kami melewati lorong yang panjang dan gelap, sehingga terasa sangat jauh.

"Kenapa kalian betah bolak balik ke dapur melewati jalan menyeramkan seperti ini?" tanyaku.

"Ya nanti kalian juga terbiasa. Semua orang pasti merasa takut saat pertama kali melewati lorong ini."

Kami mengangguk mengerti dan terus berjalan hingga pojok lorong.

"Kita sampai. Jangan kaget saat kubuka pintunya"

Saat dia membuka pintunya..

"WAAAH DAPURNYA SEPERTI DAPUR KERAJAAN EROPA!! KEREN!!" Aku berteriak kagum melihatnya. Begitu juga Saguru, matanya nampak berbinar kagum.

"Lihatlah Shinichi, dapurnya—Eh, Shinichi? Dimana Shinichi?!" ucap Heiji kebingungan.

Semua menoleh ke arahnya. Kami baru menyadari jika selama ini Shinichi tidak ada di belakang kami.

"Sial. Kemana dia?!" Heiji sangat panik dan kebingungan. Saat ini dia terlihat seperti anak ayam mencari induknya. Haha, bercanda~

"Tenang, kalaupun dia tertinggal, akan mudah baginya untuk menyusul. Dia hanya perlu lurus mengikuti lorong ini." ucap Kir dengan nada yang sangat tenang.

"Argh kau ini, ayo semua bantu aku mencarinya!" Heiji berlari menjauhi dapur, begitu juga kami.

"Hei, aneh, lorongnya terlihat berbeda dari saat kita ke dapur" ucap Saguru.

"Ah iya aku lupa mengatakan ini pada kalian, lorong ini diberi efek ilusi oleh Sharon yang sama sekali tidak pernah kumengerti. Mungkin dia tersesat masih di daerah sini. Jangan berpencar atau kalian akan selamanya terjebak di lorong ini." jelas Kir.

"Baik!" ucap kami semua.

Saat kami berlari lebih jauh lagi, kami melihat sosok pria berdiri di tengah lorong. Jika dari siluetnya, dia itu—

"SHINICHI!!" teriakku memanggil pria itu.

Pria itu menoleh dan—

-TO BE CONTINUED-

Maafkan aku yang lamaa banget up nya dan cerita kali ini lebih singkat. Ternyata tugasnya jauh lebih numpuk dari perkiraan. Terima kasih buat kalian yang masih sabar menunggu^^
Semoga kalian suka dan ga benci ama aku yang lama up nya^^
Jangan lupa vote yak, kritik dan saran bisa komen. Arigatou~

X

Handsome but PsychoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang