Part 4

2.5K 292 39
                                        


Previous

"Selamat siang-....."

DEG!

Rasanya suara familiar untuk Luhan, terlalu familiar, dia yang sedang merayakan euforia melepas status anak baru di kelas ini terpaksa harus mendongak, mencari tahu suara yang sedang memperkenalkan diri untuk dibuat sesak melihat saat ini, yang sedang memperkenalkan diri sebagai siswa baru di kelasnya adalah

"Namaku Hwang Jackson, mohon bantuan kalian selama proses belajar di kelas."

Mata Luhan membesar, dia berkedip sebanyak mungkin, mengelak bahwa itu Jackson namun sial semakin dia berkedip maka sosok Jackson yang kini justru menatap dan sedang tersenyum benar-benar terlihat seperti Jackson, kekasihnya.

"tidak mungkin...."

.

.

.

.

.

.

A Fanfiction to celebrate Our beloved Hun-Han Month

Its called

.

Been Through

.

Hun-Han

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kau bisa duduk dibelakang Luhan, kursi disana masih kosong."

Sedari tadi yang dilakukan Jackson hanya menatap rindu pada kekasihnya yang tampak terkejut, jadi ketika gurunya mengatakan dia bisa duduk dibelakang kekasihnya hanya membuat senyum itu terlihat, berbanding terbalik dengan ekspresi Luhan yang masih tak menyangka bahwa kekasih yang hampir tiga bulan ini tak ia dengar kabarnya tiba-tiba datang dan gilanya juga bersekolah di sekolah yang sama dengannya, di Seoul.

"Baik, terimakasih Seongsaengnim."

Dia pun berjalan lurus ke tempat yang ditujukan untuknya, melewati sang kekasih dan sedikit menunduk untuk berbisik "Xiao Lu...." yang mana membuat tubuh Luhan sedikit meremang saat mendengar suara pria yang diam-diam coba dia lupakan selama tiga bulan mereka tidak bertukar kontak sama sekali.

Dan bohong jika semua hal yang membuat Luhan gugup tidak tertangkap pandangan tajam Sehun, dimulai dari wajah Luhan yang terlihat pucat, tangannya terus terkepal dengan tatapan yang seperti menatap hantu membuatnya tertarik untuk menatap si pendatang baru yang duduk dibelakang Luhan, Sehun menoleh, memperhatikan, lalu kembali lagi melihat Luhan yang terlihat semakin cemas untuk mengambil satu kesimpulan.

"Jangan katakan dia kekasihmu...."

Tanpa disadarinya, ada rasa tak suka menyelimuti benak Sehun ketika melihat langsung pria yang sering diceritakan Luhan padanya, rasa tak suka yang coba dia elak tapi semakin nyata saat tangannya ikut terkepal dan mendengus marah tanpa alasan.

Been ThroughTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang