"Bahagia itu sederhana, jangan bandingkan apa yang datang, dengan apa yang telah pergi"
~Rendy Alvino Maleandro~
🌈🌈🌈
Akhirnya Kim pasrah duduk dengan Brandon, Kim masih fokus mendengar penjelasan guru mereka sedangkan Brandon hanya sibuk mencoret buku, menggambar dan mengganggu Kim.
"Kim" panggil Brandon berbisik tapi Kim masih diam memperhatikan penjelasan guru mereka.
"Kim!" panggil Brandon sedikit lebih keras, Kim masih pura-pura mencatat dibukunya. Brandon yang kesal dicuekin langsung mengambil buku Kim.
Kim beralih menatap tajam Brandon. "Apaan sih lo!? Kembaliin buku gue, gue mau nyatet!" ujar Kim kesal sambil berbisik takut di dengar oleh guru mereka yang ada dimuka. Sedangkan Brandon hanya menatap Kim yang sedang kesal kepadanya.
"Heh bego,kembaliin buku gue!" ujar Kim sedikit meninggikan suaranya dan mencoba mengambil bukunya dari tangan Brandon, Brandon mengangkat buku Kim dengan tangan kirinya.
"Kembaliin nggak!" ujar Kim berbisik pelan.
"Lo nyuekin gue sih, fokus mulu sama buku sampe gue dilupain" ujar Brandon dengan tampang melasnya.
"Bodo amat!keluar sana lo kalo nggak mau dicuekin" ujar Kim sinis sambil mencoba mengambil bukunya tapi Brandon malah mengangkat tangannya lebih tinggi.
"Brandon, please kembaliin buku gue, gue mau nyatet" ujar Kim sudah tampak pasrah akan kejahilan Brandon.
"Ehm, maaf deh Kim, nih buku lo" ujar Brandon dengan tampang bersalahnya, Kim menatap buku itu berbinar lalu langsung mengambilnya tapi Brandon langsung menarik kembali buku Kim.
"Jangan cuekin gue lagi ya" ujar Brandon tersenyum lebar.
"Iya,kembaliin nggak!" ujar Kim sambil meninggikan suaranya, sekarang kesabaran Kim sudah habis menghadapi orang yang ada didepannya, seluruh tatapan siswa/i langsung terarah pada Brandon dan Kim.
"Brandon, Kimberly apa yang kalian lakukan saat jam pelajaran saya ?!" tanya Pak. Bima sambil menatap tajam kearah Kim dan Brandon.
"Eng-maaf pak Brandon ngambil buku saya pak, saya mau nyatet" ujar Kim dengan sedikit takut.
"Benar Brandon ?" tanya Pak. Bima lagi.
"Iya pak, dia nyuekin saya sih, sakit hati saya pak" ujar Brandon dengan tampang yang di sedih-sedihkan, Kim langsung menatap tajam kearah Brandon, ingin rasanya Kim menonjok wajah Brandon tersebut.
"WAILAHHH BRANDON BAPERAN AMAT LO" ujar Deon berkoar sambil tertawa, tiba-tiba seluruh siswa/i yang ada dikelas itu langsung menggoda Brandon dan Kim.
"MANTEP BRAN, TERUSKAN!!!"
"CIEEE BRANDON!"
"SIKAT BRAN, SIKAT!"
"GAS TERUS JANGAN KASIH KENDOR BRAN!" ucap Seluruh siswa sambil tertawa. Kim menutup wajahnya karena malu digodai oleh teman-temannya itu.
"Diem semua, mau saya hukum ?!" ujar Pak. Bima sambil menatap tajam seluruh siswa/i dikelas XI Ipa 1 yang mendadak menjadi kelas layaknya pasar. Lantas seluruh siswa/i langsung kicep seketika.
"Enggak pak, dia bo-" ucapan Kim terpotong dengan ucapan tegas Pak. Bima.
"Sudah-sudah, Kimberly, Brandon keluar dari kelas saya!" ujar Pak. Bima tenang tapi dengan nada yang tegas.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love
Teen FictionKimberly Mutiara Pratama Gadis cantik, cerewet, pintar dan ramah jika dia berada dilingkungan orang-orang yang mengenalnya. Kim adalah seseorang yang tidak peduli dengan orang-orang yang tidak menyukainya buat apa dipikirin ?nggak penting juga, beg...
