"Mataku terlalu pedih melihat sinar matahari, seperti hatiku yang pedih melihatmu bersama orang lain"
~Kimberly~
Sorry for typo and
Happy reading !💜
🌈🌈🌈
Setelah melaksanakan kegiatan belajar mengajar, Kim dan Rani berjalan ke parkiran.
"Ehm, Kim nggak papa kan kalo gue nggak bisa nganterin lo ?" ujar Rani dengan tampang merasa bersalah.
"Nggak papa Ran, gue bisa pulang sendiri kok" ujar Kim tersenyum.
"Ehm, tapi Kim--" Rani memang tidak bisa mengantar Kim karna Rani dan mamanya harus pergi ke rumah nenekya karna neneknya sedang sakit.
"Nggak papa Ran, udah sana kasian nenek lo kalo nggak dijengukin sama cucu yang paling cerewetnya ini" ujar Kim sambil mencubit pipi Rani dan terkekeh pelan.
"Hehe bisa aja lo Kim, yaudah gue duluan ya sampai ketemu besok !" ujar Rani ceria sambil melambaikan tangannya dan masuk kedalam mobilnya lalu melesat pergi meninggalkan parkiran sekolah, kim tersenyum lalu mulai melangkahkan kakinya kedepan gerbang untuk memesan taxi online, sebenarnya dia bisa meminta Evan untuk menjemputnya tapi entah mengapa dia lebih suka sendiri.
Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti tepat didepan Kim, Kim melihat DL dari ponselnya itu mobil yang dia pesan.
"Dengan mbak Kimberly ?" tanya sopur tersebut sambil membuka kaca jendelannya, Kim tersenyum lalu mengangguk dan masuk kedalam mobil tersebut dan melesat dari sana.
Pukul 14:30 Kim masih berada di kemacetan jakarta, lebih tepatnya didepan SMA 2 Jakarta, tunggu sepertinya Kim mengingat sesuatu ?dan ya! Ini sekolah Silvira. Kim membuka kaca mobil tersebut untuk memperhatikan SMA 2 Jakarta, banyak anak-anak yang baru keluar gerbang sekolah tersebut. Namun matanya menajam melihat dua orang yang sedang tertawa bersama.
"Kok sakit ya ?" ujar Kim dalam hatinya dengan senyum miris dia masih memperhatikan cowok itu memegang pergelangan tangan cewek tersebut menuju ke motor sportnya. Mereka berdua lalu melesan pergi meninggalkan tempat tersebut. Yah jika kalian berpikir jika kedua orang tersebut adalah Brandon dan Silvira, maka kalian sepemikiran dengan Kim dan author😅. Bertepatan dengan perginya motor Brandon mobil yang ditumpangi Kim berjalan mulus menuju ke alamat yang dituju Kim.
Saat di perjalanan pulang didalam mobil terputar lagu dengan judul pernah.
Ingatkah semua kata yang kau ucap dulu, kau berjanji untuk setia, kini kutanya kemana janji itu kau buang..
Pernah sakit tapi tak pernah sesakit ini, karna pernah cinta, tapi tak pernah sedalam ini aku ingin semua cintamu hanya untukku, memang ku tak rela bagi dengan hati yang lain..
Kim bersenandung mengikuti lagu tersebut. "Apa yang terjadi sama gue ?kenapa gue tiba-tiba pengen nyanyi lagu ini ?!" batinnya.
Mataku terlalu pedih melihat sinar matahari, seperti hatiku yang pedih melihatmu bersama orang lain -Kimberly.
🍃🍃🍃
Brandon pov
Semenjak kenal sama Silvira gue ngerasa bahagia walaupun nggak sebanding dengan bahagia gue dulu,dan yang sama waktu gue deket sama Veca, gue pikir dulu nggak bakal ketemu sama Veca, tapi Tuhan berkata lain, Tuhan kirim seseorang yang mampu bantu gue nemuin tawa yang dulu sempat hilang, di satu sisi gue bahagia akan hal itu, tapi disisi lain, gue ingat Kimberly ada sedikit getaran waktu gue deket sama dia entah apa itu, mungkin dia gak mau gue deketin, dia selalu cuek, dan setau gue kalo dia cuek, itu adalah kode keras buat kita untuk menjauh.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love
Teen FictionKimberly Mutiara Pratama Gadis cantik, cerewet, pintar dan ramah jika dia berada dilingkungan orang-orang yang mengenalnya. Kim adalah seseorang yang tidak peduli dengan orang-orang yang tidak menyukainya buat apa dipikirin ?nggak penting juga, beg...
