"Lantas, jika bersamamu saja aku nyaman, Kenapa aku harus mencari orang lain ?"
~Brandon~
🌈🌈🌈
Setelah mengikuti pelajaran seharian, dan Brandon yang selalu saja mengganggunya,Kim bisa bernapas lega karna akhirnya bel pulang sekolah menggema.
"Pulang yuk Kim!" ujar Brandon yang entah sejak kapan ada di sampingnya.
"Nggak! Pulang sendiri sana !" ujar Kim ketus sambil memasukan buku-buku dan alat tulisnya ke dalam tas.
"Yakin ?lo nggak takut ?jakarta rawan penculikan loh, entar kalo lo diculik gue nggak mau nyariin lo" ujar Brandon sambil terkikik geli tatapan Kim beralih menatap Brandon dengan datar.
"Lo mau gue diculik ?!" tanya Kim dengan berkacak pinggang.
"En-enggak maksudnya gue pengen jagain lo doang" ujar Brandon sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Nggak mau, gue bisa pulang naik taxi atau nggak ojek online" ujar Kim seraya menggendong tas ranselnya dan berjalan keluar kelas diikuti oleh Brandon.
"Nggak bisa, pulang sama gue pokoknya gue nggak mau lo kenapa-napa" ujar Brandon sedikit tegas lalu menarik lembut tangan Kim menuju parkiran, Kim yang memperhatikan Brandon kini melongo tak percaya mendengar perkataan Brandon. Dan tanpa sadar dia mengikuti langkah kaki Brandon.
"Cowok gesrek kayak dia bisa perhatian juga ternyata" ujar Kim dalam hatinya.
Setelah sampai di parkiran Brandon langsung menyerahkan helm kepada Kim.
"Udah nggak usah gue bisa pulang sendiri kok" ujar Kim sambil menyerahkan kembali helm kepada Brandon.
Brandon menghela napas lalu beralih menatap mata abu-abu milik Kim. "Kim dengerin gue, jakarta nggak aman buat lo biarpun lo mau naik taxi atau ojek online lo nggak tau kan pikiran mereka gimana, lo mau mereka ngelakuin hal yang enggak-enggak ?lo juga nggak kenal kan sama mereka ?udah mending sama gue aja tenang gue bakal anterin lo tanpa lecet sedikit pun" ujar Brandon lembut sambil tersenyum manis, Kim menganga mendengar penjelasan Brandon, sejak kapan dia jadi bijak ?.
"Lo nggak kerasukan setan kan ?mendadak jadi bijak gini ?" ujar Kim sambil menatap Brandon curiga, namun dalam hatinya dia sedikit tersenyum mendengar perkataan Brandon yang terdengar mengkhawatirkannya.
Brandon lagi-lagi menghela napas kasar "terserah deh mau ngatain apa, yuk cepetan gue anter pulang" ujar Brandon lalu naik ke atas motor ninja hitamnya. Brandon mengalihkan pandangannya kearah Kim yang masih berdiam diri ditempatnya sambil menatap Brandon dengan penuh selidik.
"Gue nggak bakal culik lo, cepetan" ujar Brandon dengan gemas bercampur nada pasrah, tak lama kemudian Kim segera duduk di jok belakang motor Brandon. Brandon tersenyum lalu langsung menancap gas meninggalkan parkiran sekolah mereka yang luas.
"Kim, lo nggak laper ?" tanya Brandon sambil menatap Kim lewat kaca spionnya.
"Enggak, kenapa ?mau ngajak makan ya ?" ujar Kim dengan angkuhnya sambil membalas tatapan Brandon lewat kaca spionnya.
"Enggak cuma nanya doang" ujar Brandon tenang lalu kembali melihat jalan didepannya. Kim menganga tak percaya mendengarnya.
"Halah nggak usah nanya gitu sekalian!" ujar Kim kesal sambil memukul pundak Brandon yang membuat Brandon terkekeh.
"Kenapa ?lo mau makan bareng gue ya ?" ujar Brandon dengan nada jahilnya.
"Pede banget lo" ujar Kim lalu mengalihkan pandangannya, karna seketika pipinya terasa panas.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Love
Ficțiune adolescențiKimberly Mutiara Pratama Gadis cantik, cerewet, pintar dan ramah jika dia berada dilingkungan orang-orang yang mengenalnya. Kim adalah seseorang yang tidak peduli dengan orang-orang yang tidak menyukainya buat apa dipikirin ?nggak penting juga, beg...
