Part 21- Melampiaskan yang lalu

54 14 8
                                        

Hayyy jgn lupa tinggalin jejak ya, VOTE AND COMMENT kalian penyemangat buat aku, kalo kalian nggak mau comment, setidaknya vote aja, itu lebih dari cukup, makasih atas perhatiannya, hapoy reading!

***

"Huhh" kim mendengus, saat ini gadis itu sudah ada di depan toilet, yah Bu. Dona yang killer itu, yang tidak tanggung-tanggung memberikan hukuman pada siswa yang terlambat. Kim berdiri memegang pel dan ember berisi air yang sudah di campur dengan sabun, pasti kalian tau ?membersihkan kamar mandi.

"Ini alasannya kenapa gue nggak mau telat" ujar Kim tersenyum haru sambil menepuk-nepuk dadanya dan berjalan masuk ke dalam toilet mereka. Toilet di sekolah ini sudah seperti toilet di mall-mall saja, di toilet perempuan dan laki-laki saat masuk di sebelah kanan ada beberapa kaca yang berukuran sedang beserta wastafelnya, dan di sebelah kiri terdapat 6 bilik toilet dengan berbagai perlengkapan lengkap di dalamnya. Disamping wastafel terdapat Tissue yang khusus disediakan untuk mengeringkan tangan.

 Disamping wastafel terdapat Tissue yang khusus disediakan untuk mengeringkan tangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Gambar toilet sekolah Kim)

Kim mulai membersihkan satu persatu bilik toilet tersebut, untunglah tidak bau karna setiap hari para petugas kebersihan disekolah selalu membersihkan dan mengecek keadaan toilet mereka. Namun hari ini kedua petugas itu tidak dapat membersihkan toilet karna mempunyai halangan masing-masing, jadilah Kim yang membersihkannya pada saat di bilik ke 5 sepertinya ada orang, Kim menunggu sekitar 5 menit orangnya nggak keluar-keluar Kim memutuskan untuk mengetoknya.

"Bentar ada orang nih, sabar ya cantik" jawab orang di dalamnya, Kim mendegus kesal lalu menunggu orang tersebut keluar, sekitar 5 detik orang itu keluar dan ternyata dia adalah Rani.

"Eh Kim kok lo disini ?lo gantiin petugas kebersihan ya ?" ujar Rani dengan tampang tidak bersalahnya.

"Yaelah, nggak nih jadi gue--"

"Lo terlambat. Right ?" potong Rani sambil mengancungkan jari telunjuknya.

"Iss, iya"

"Pantes lo nggak ada gue kira lo ada halangan makanya gak sekolah, gue wa lo tau tapi nggak di bales" ujar Rani kesal.

"Maaf, gue habis bersihin 4 bilik ini" ujar Kim sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Eh btw, Pak Ruddy ada nggak ?" Pak Ruddy adalah guru kesenian dan jam pelajaran pertama adalah jamnya Pak. Ruddy.

"Enggak ada, kabar baik Kim! Guru-guru hari ini rapat jadi kita lowong deh" ujar Rani dengan mata berbinar.

"Beneran ?yeayy"

"Udah sini gue bantuin lo bersihin toiletnya" ujar Rani sambil mengambil alih pel dari tangan Kim yang langsung ditahan gadis itu.

"Eh apaansih Ran, nggak usah ngerepotin tau, udah gue aja" ujar Kim menolak, Kim tidak mau merepotkan orang lain selama dia masih bisa melakukannya sendiri dia akan melakukannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 18, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

First LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang