Part 17- sahabat

38 18 3
                                        

"Akan ada saatnya dimana percayamu dikecewakan, lalu hatimu dengan sengaja dipatahkan dan saat itu kamu tau apa maksud dari keikhlasan"

~Kimberly~

Sorry for typo and
Happy reading ! 💛

🌈🌈🌈

Selama dimobil Rani terus saja mengomel tentang Brandon, Kim terkekeh geli melihat Rani yang tiada henti-hentinya mengoceh sebangai bentuk kekesalannya pada Brandon.

"Apa-apaan sih itu orang ?apa maksudnya coba ngebaperin habis itu ninggalin" omel Rani seraya berdecak kesal namun pandangannya sesekali pada jalan dan sesekali pada Kim.

"Udah lah Ran, biarin aja gue nggak papa kok" ujar Kim berusaha menenangkan Rani, perasaan yang dibuat kecewa itu Kim deh, kok Rani yang ngomel-ngomel.

"Nggak papa gimana Kim ?lo nggak bisa bohong sama gue, gue tau lo.. Udah mulai suka sama Brandon kan ?" ujar Rani sepelan mungkin karna takut sahabatnya tersinggung.

"Eh- nggak kok" ujar Kim gelagapan sendiri.

"Kim jangan bohong, please jujur ke gue, walaupun baru kenal 1 bulan tapi gue udah amggep lo bukan sahabat, tapi kayak saudara buat gue" ujar Rani sambil tersenyum tulus.

"Gimana ya Ran ?gue emang udah terlanjur baper sama Brandon, tapi--" ujar Kim mengaku, belum sempat habis berkata-kata Rani langsung menerobos memotong perkataan Kim.

"Nahh kan !apa gue bilang !lo pasti udah terlanjur suka sama Brandon, emang ya itu cowok nggak bertanggung jawab banget pengen gue panggil berantem deh sama dia" ujar Rani melanjutkan omelannya.

"Ihh dengerin dulu belum selesai ngomong nih" ujar Kim kesal karna Rani terus saja memotong perkataannya.

"Hehe iya lanjutin mba silahkan" ujar Rani sambil tertawa kecil.

"Kalo menurut persen sih Ran, gue baru 50% baper sama dia" ujar Kim melanjuti perkataannya.

"Haa ?50% lo suka sama dia ?" beo Rani tak percaya, mungkin kalau dia yang jadi Kim mungkin sudah jatuh cinta bukan lagi masih baper.

"Iya kenapa emang ?jangan terlalu baper makanya biar hati lo nggak bakal hancur kayak wafer" ujar Kim sambil tertawa.

"Ehm, lo beneran masih baper belum ke tahap suka ?" ujar Rani.

"Suka ?" ulang Kim dengan nada ragu, memang Kim tidak pernah merasakan jatuh cinta tapi menurut artikel remaja yang sering ia baca bisa jadi ciri-ciri naksir seseorang, berlaku pada Kim.

"Gak tau Ran, males gue mikir" ujar Kim final sambil menyandarkan punggungnya.

Setelah itu mereka tidak lagi membahas Brandon, melainkan bercerita hal-hal yang konyol sehingga mereka tertawa bersama.

"Gue seneng lihat lo bahagia gini Kim, jangan sedih terus ya gue bakal selalu ada buat lo" batin Rani sambil tersenyum kecil menatap Kim yang tengah tertawa karna lawakan garing milik Rani.

🍃🍃🍃


kim memasuki kamarnya dengan wajah datar, ketika ditanyai tadi oleh mamanya kenapa Kim hanya menjawab ada banyak tugas disekolah. Gadis itu langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuknya.

"Kenapa hati gue sakit ya waktu Brandon jujur tentang yang sebenarnya ?gue nggak suka sama dia dan nggak akan pernah! Tapi kenapa gue bisa nangis ?!" ujar Kim frustasi, meskipun dia mengatakan bahwa dia tidak menyukai Brandon, tapi hatinya malah berkata lain.

First LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang