12|Hari bersama nya

153 19 7
                                        

Hari ini adalah quality time bagi Dear dan Syifa. Mereka tidak perlu untuk pergi jalan dengan kendaraan dan membuang uang begitu saja.

Mereka cukup keluar rumah dan duduk di halaman berdua.

"Gue habis ketemu Salsa kemarin."

Dear langsung mengalihkan pandangan nya ke arah Syifa. "Pulang sekolah kemarin?" tanya nya.

"Iya." Syifa mengangguk. "Dia tau kalau kita punya selingkuhan?" tanya Syifa untuk memastikan.

"Lihat sendiri lebih tepat nya." jawab Dear. "Cuma yang lo gak sengaja gue katakan ke Salsa."

Syifa sudah menduga nya. Dear selalu bersikap jujur kepada Salsa, tapi ada beberapa yang tidak harus di ketahui Salsa.

Syifa tersenyum. "Biar lo gak di tuduh nyakitin gue ya?" tanya Syifa.

Dear menggeleng dengan cepat. "Bukan gitu,"

"Gue ngerti De. Sebenarnya lo gak mau di tuduh sendiri, gak mau di katakan bahwa lo sakitin gue atau yang lain, iyakan?" tanya Syifa. "Pada inti nya lo gak mau di pandang salah oleh Salsa."

"Lo ngomong apa sih?"

Syifa tersenyum kecut. "Sama kaya Salsa ya lo, suka gak ngerti perkataan gue. Perkataan gue itu emang seberapa susah nya sih untuk di mengerti De? Kalimat yang gue kasih bukan soal matematika yang susah nya minta ampun."

Dear terdiam. Dear melakukan kesalahan untuk kesekian kali nya. Harus nya ia tak mengatakan sesuatu kepada Salsa pada saat itu.

"Kenapa gak sekalian aja De, bilang kalau gue kasih tantangan untuk lo? Gue gapapa."

Dear jadi kesal sendiri. Menyesal memang datang nya di akhir, setelah kita menyadari bahwa hal yang kita pilih bukan pilihan terbaik.

Manusia memang suka keliru.

"Gue minta maaf."

Syifa terdiam, Dear mengatakan kata maaf? Menakjubkan.

"Gue gak marah."

"Gue tahu lo dari kecil, jadi gue tau kalau lo marah gimana."

Syifa tersenyum kecut. Dear akhir-akhir ini memang membuat mood nya turun terus.

"Kalau udah tau marah sama lo, ya jangan di buat marah terus."

Dear salah lagi. "Iya maaf. Nama nya juga manusia letak nya kesalahan,"

"Dari kesalahan itu di jadikan pembelajaran dan gak di ulang lagi De!"

Dear mengangguk mengerti. Dear tak ingin memperpanjang masalah ini. Tapi jujur ini karena tantangan yang Syifa buat, membuat Syifa sering kali marah pada nya.

"Malam minggu ini kata nyokap, bakar-bakar."

"Bakar rumah atau bakar sampah?" tanya Syifa.

"Bakar makanan Syifa."

"Gue kira bakar minuman."

Dear tersenyum, Syifa sikap nya kembali normal. Syifa orang nya cuek sebenarnya dengan masalah seperti ini. Mungkin sikap Syifa akhir-akhir ini karena faktor Cintya kali.

"Ajak keluarga lo seperti biasa."

Keluarga mereka memang sangat dekat. Mereka sama-sama membutuhkan satu sama lain. Keluarga masing-masing pun sikap nya baik dan menganggap sudah satu keluarga.

Sebenarnya masing-masing dari keluarga mereka tidak ada yang tahu hubungan mereka. Maksud nya mereka hanya tahu jika Dear dan Syifa adalah sahabat.

DEAR SYIFA [TELAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang