Hari ini mereka berdua jalan bersama. Mereka memutuskan untuk menonton film yang sedang tayang di bioskop. Bianca sangat suka dengan film horror, dan Dear hanya bisa mengangguk saja.
Sebelum film tayang, mereka berdua jalan-jalan sebentar hanya untuk mencuci mata. Bianca masuk ke salah satu toko yang berada di mall tersebut.
"Ar bagus gak?" tanya Bianca memperlihatkan jepitan bunga pilihan nya.
Dear hanya tersenyum, "Apa aja bagus di pakai lo."
Bianca jadi tertawa karena pujian Dear. "Sok muji, geblek!"
"Di puji gak mau, dasar cewek!"
Bianca melihat-lihat lagi barang yang lain. Bianca menemukan gelang yang berada di paling ujung yang menarik perhatian nya.
"Ar sini deh!" panggil Bianca.
Dear menghampiri Bianca, dan di perlihatkan sebuah gelang yang sama macam nya. "Pengen couple sama gue lo?"
Bianca hanya tersenyum sinis dan masih melihat beberapa macam gelang yang sama.
"Kok cuma dua ya? Padahal gue pengen couple tiga."
"Buat siapa?" Dear jadi aneh sendiri.
"Jangan lupa sama Syifa,"
Duh! Dear jadi ingat bahwa dia belum mengatakan kepada Syifa bahwa ia sedang pergi dengan Bianca. Dear tidak begitu salah 'kan? Manusia itu letak kesalahan, jadi jangan terlalu menyudutkan Dear.
"Gak lupa lah!"
Mereka akhirnya membeli 2 pasang gelang. Satu nya entahlah untuk siapa, Bianca tidak terlalu peduli.
Mereka berdua masuk ke dalam studio teater. Bianca senang sekali bisa menonton dengan lelaki, dan itu hanya berdua. Selama Bianca hidup, ini kali pertama nya ia menonton hanya berdua dengan lawan jenis.
"Kalau lo takut sambil teriak kaga jelas, gue tabok ya lo Bi?"
Bianca jadi kesal sendiri. "Gak boleh hukum nya main fisik dengan perempuan, wahai lelaki." ucap Bianca agak ngawur.
"Bahasa lo mulai ketinggian Bi."
Film pun di mulai. Bianca sudah mulai ancang-ancang untuk bersiap diri, jika nanti ada hantu yang mendadak muncul. Dear hanya terkekeh kecil melihat tingkah Bianca. Bianca terlalu tinggi mengatakan bahwa ia senang menonton film horror, tapi tak berani menonton nya.
"Ngapain nonton film horror kalau lo sendiri takut liat nya?"
"Diem Ar, nanti gue gak bisa fokus nonton nya."
Dear tersenyum untuk Bianca. Tanpa sadar tangan Dear memegang kepala Bianca dan mengacak rambut nya.
Bianca tersentak kaget karena perlakuan Dear kepada nya. Jantung nya mulai berdegup lebih cepat, lebih dari biasa nya. Bianca harap rasa kaget nya tak di sadari oleh Dear.
Dear sendiri kaget dengan apa yang ia lakukan. Dengan cepat Dear menarik tangan nya dan fokus pada layar.
Mereka berdua saling terdiam, tanpa ada yang bersuara. Mereka sama-sama mengalihkan nya ke arah layar dan menonton film nya dengan seksama.
Jantung Bianca sudah kembali normal. Dirinya bisa kembali fokus dengan film yang sedang ia tonton.
Bianca refleks menjerit ketakutan dan langsung saja memeluk Dear dari samping karena hantu mendadak muncul di layar.
Dear langsung tahan napas. Baru kali ini ia di peluk oleh seorang perempuan selain ibu dan kakak nya. Syifa yang sebagai pacar nya selama dua tahun, belum pernah memeluk nya. Paling Dear yang merangkul Syifa, itu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEAR SYIFA [TELAH TERBIT]
Novela JuvenilCerita masih lengkap SELESAI - [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Mereka sudah menjalin kasih selama dua tahun. Hubungan mereka baik-baik saja dan tidak ada sebuah masalah. Ketika sebuah tantangan tidak masuk akal yang di lontarkan Syifa kepada Dear di...
![DEAR SYIFA [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/146100294-64-k878880.jpg)