Mereka berdua berada di taman yang sama pada saat hari jadi mereka yang ke dua tahun. Dear tiba-tiba saja ingin mengajak Syifa ke taman ini berdua.
"Kemarin lo ke mana?" tanya Syifa, yang masih penasaran.
Flashback~
"Bagus banget 'kan Ar?" tanya Bianca.
"Iya bagus Fa." ucap Rivan, yang bersamaan dengan Bianca.
Dear dan Syifa langsung berhenti berjalan.
Saling mendengar nama yang saling di sebut oleh orang lain.
Syifa yang penasaran melirik ke arah kiri nya. Namun di tempat itu tidak ada sosok Dear. Syifa tidak mungkin salah dengar dengan ucapan seorang perempuan yang sedang bertanya dengan lawan bicara nya.
"Van, lo dengar kata 'Ar' gak?" tanya Syifa.
"Gak. Gue cuma dengar omongan gue tadi."
Syifa menggaruk kepala nya yang tak gatal. Mungkin itu cuma perasaan nya saja.
Off~
"Gue kerja kelompok sama temen. Hp gue ketinggalan di rumah, jadi gue gak tau kalau ada chat dari lo. Pulang-pulang gue langsung chat lo dan ajak lo ke sini. Sori banget kalau gue gak kabarin lo."
Syifa hanya tersenyum. Manusia letak kesalahan bukan? Jadi Syifa tak bisa menyudutkan Dear untuk kesalahan nya.
"Gue kira lo nonton." ucap Syifa.
Dear langsung tersentak kaget. Jadi Syifa dengan Rivan menonton di tempat yang sama? Sebutan nama yang ia dengar berarti itu benar Syifa?
Flasback~
Ketika Dear berhenti karena mendengar sebutan nama kekasih nya. Ia tak sempat untuk melirik dan memastikan itu benar. Bianca yang langsung menarik nya ke arah poster iklan film yang akan tayang.
Ketika Dear mencoba untuk melihat keseliling bioskop ia sudah tak menemukan sosok Syifa di situ. Mungkin Syifa memang tak ada di bioskop itu, dan itu hanya perasaan Dear saja.
Dear juga tak sempat membuka ponsel nya selama mereka bersama. Ketika Dear sampai rumah, baru ia melihat isi pesan tersebut. Karena rasa bersalah Dear, maka dari itu dirinya mengajak Syifa ke taman untuk keesokan hari nya.
Off~
"Nonton tv aja." jawab Dear. "Gimana jalan-jalan sama Rivan seru? Seruan mana sama gue?" tanya Dear mengalihkan pembicaraan.
Syifa melirik Dear dan tersenyum senang. "Rivan baik banget. Dia bayarin gue nonton, padahal kita baru kenal. Gue kira dia sombong karena gak pernah nanggepin kalau orang ada yang tanya sama dia."
"Asli nya Rivan baik Fa. Cuma dia suka males nanggepin orang yang gak jelas,"
"Gak jelas? Maksud nya gimana De?"
"Banyak yang suka sama dia, jadi nya males nanggepin nya. Kalau mereka ingin berteman, ya berteman aja jangan terlalu melebih-lebihkan dia. Terkadang Rivan jengah kalau ada yang muji-muji nya segala macem, mereka membuat Rivan serasa sempurna. Padahal Rivan tau manusia gak ada yang sempurna." ucap Dear. "Ngerti gak?"
"Ngerti. Berarti Rivan orang nya rendah hati ya. Dia merasa biasa aja, padahal dia the best banget De. Gak kaya lo, sok kegantengan banget, jijik gue."
"Gue emang ganteng, jadi ada yang gue sombongin. Tapi gue bakal merasa biasa aja ketika gue dekat sama lo Fa. Gue merasa keburukan gue di liat lo wajar, dan gue gak merasa di rendahin sama lo."
Syifa hanya terkekeh. "Tapi waktu itu lo gak mau di liat keburukan nya, pas Cintya di bentak sama lo?"
"Kalau itu beda. Masalah nya gue gak mau di liat lo kalau gue orang nya kasar."
KAMU SEDANG MEMBACA
DEAR SYIFA [TELAH TERBIT]
Teen FictionCerita masih lengkap SELESAI - [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Mereka sudah menjalin kasih selama dua tahun. Hubungan mereka baik-baik saja dan tidak ada sebuah masalah. Ketika sebuah tantangan tidak masuk akal yang di lontarkan Syifa kepada Dear di...
![DEAR SYIFA [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/146100294-64-k878880.jpg)