Bianca menatap lurus ke arah Dear. Tidak percaya dengan perkataan yang di lontarkan oleh lelaki itu terhadap nya. Tidak percaya jika Dear datang kepada nya.
"Lo kan punya pacar Ar. Gue gak mau di bilang orang ketiga, dari hubungan lo sama Syifa. Lo tau sendirikan, anak sekolah ini udah pada tau hubungan lo, dan mereka bahagia banget dengan itu. Gue kalau jadi orang ketiga, ntar gue malah babak belur sama fans lo dan Syifa. Gue ogah dan gak mau."
Dear akan tahu jika Bianca akan berbicara itu. Bianca adalah salah satu teman baik nya di sekolah ini. Bianca juga termasuk teman Syifa dari kelas 10 SMA.
"Kita main jujur Bi. Syifa akan tau hubungan kita. Tapi lo harus tetap hargain Syifa sebagai pacar gue."
Bianca sedikit berpikir tentang hal itu. Tidak ada yang tidak mau untuk menjadi kekasih Dear. Tapi tetap saja Bianca tak ingin dapat masalah di sekolah nya.
"Syifa masih teman gue. Jahat banget gue kalau jadi selingkuhan lo. Apalagi selingkuhan nya terang-terangan."
Susah sekali membujuk Bianca. Beruntung wajah Bianca cantik, kalau tidak Dear akan maki-maki.
"Syifa gak masalah dengan hal itu. Malah dia mau lo jadi selingkuhan gue. Dia lebih percaya sama temen sendiri. Lagipula dia pengen lo juga pacaran sama gue, karena lo pernah suka sama gue."
Skak!
"Syifa masa gitu sih? Syifa gak mungkin mau bagi pacar nya."
"Ayolah Bi. Besok gue gak akan mau lagi sama lo, kalau lo sama sekali gak jawab,"
"Iyadah. Ini karena gue temen Syifa dan lo. Tapi jangan terlalu anggap gue sebagai pacar lo, apalagi selingkuhan."
"Iya deh Bi. Makasih."
"Harus jamin gue gak kenapa-kenapa sama fans lo."
❤
Syifa menatap lurus ke arah depan. Mencoba untuk berlagak serius. Lelaki di hadapan nya ini, dari awal Syifa bicara, ia langsung terdiam tanpa ekspresi apapun. Syifa jadi kebingungan dan tak tahu harus bagaimana. Syifa mencoba tetap serius dan meyakinkan lelaki di hadapan nya ini.
"Tapi Syif," Robi membuka suara nya. "Lo udah punya pacar, dan gak mungkin gue ganggu hubungan lo. Dear sempat jadi temen deket gue, pas kelas satu. Gue gak enak."
Robi sok jual mahal. Syifa tak suka lelaki seperti ini. Syifa akan suka ketika lelaki langsung menjawab iya, ketika Syifa mengajak nya berpacaran. Syifa harus menang dalam tantangan ini. Tidak lucu jika Syifa kalah dalam tantangan yang ia buat sendiri.
"Lah enakkin aja sih. Sekarang udah jaman nya teman nikung teman nya sendiri. Lagian kalau di atas nama cinta itu tidak ada kata 'tidak enak pada teman', yang ada itu berjuang untuk dapat memiliki yang dia cintai. Cinta itu harus egois Rob. Gimana lo mau dapatin yang lo mau, kalau lo sendiri aja gak berjuang." jelas Syifa untuk membuat Robi mengerti.
"Tapi lo bukan yang gue cintai."
Jleb!!
Syifa tersenyum sinis. Robi membuat nya malu setengah mampus. Kalimat yang ia keluarkan membuat Syifa down. Apalagi Robi mengatakan nya dengan wajah tanpa dosa.
Allahuakbar, ini cowok tau aja kapan ia harus jatuhin cewek. batin Syifa.
"Udah gak usah! Gue juga males kalo sama lo. Gak tau deh ntar gue gimana kalau setiap hari gue di jatohin terus. Bikin mood gue rusak. Padahal niat nya baik, buat ngebantuin buat dapet orang yang lo suka itu, dengan gampang. Eh malah buat gue down."
Robi langsung berpikir keras. Orang yang ia suka adalah teman nya Syifa pada saat sekolah menengah pertama. Jika ia menerima permintaan Syifa, Robi akan lebih mudah mendapatkan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEAR SYIFA [TELAH TERBIT]
Fiksi RemajaCerita masih lengkap SELESAI - [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Mereka sudah menjalin kasih selama dua tahun. Hubungan mereka baik-baik saja dan tidak ada sebuah masalah. Ketika sebuah tantangan tidak masuk akal yang di lontarkan Syifa kepada Dear di...
![DEAR SYIFA [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/146100294-64-k878880.jpg)