Mafu tercengang melihat pemuda yang kini berdiri di depannya. Tatapan dingin yang ditujukan pemuda itu membuat para makhluk yang tadi mengerumuni Mafu mati kutu. Seakan hipnotis, mereka tak bergeming barang sesenti pun.
"Night... Nighthawk?"
Tanpa basa-basi, Soraru menyabetkan sabit besarnya ke arah makhluk-makhluk itu. Mereka langsung lenyap ketika tertebas. Matanya yang keemasan berkilat, menambahkan kesan memukau pada setiap gerakannya.
Mafu hanya bisa terdiam di tempat. Ternganga melihat makhluk di hadapannya saat ini. Entahlah, saat gadis itu tersadar dari lamunannya, semua makhluk itu sudah tidak bersisa lagi. Tak ada satupun terlihat selain pemuda bersurai raven itu.
Soraru berbalik, "Kamu ngga pa-pa, kan?" Mafu mengangguk pelan. Soraru lantas datang menghampiri dan berjongkok di hadapannya.
Tiba-tiba, Amatsuki datang dengan berlari. Ia terkejut ketika melihat wujud Soraru saat itu. Gadis itu terdiam agak lama, kemudian langsung berlari dan menendang Soraru dengan keras.
"HEI! ITU SAKIT BODOH!!" gerutu Soraru tak terima.
"Kau yang bodoh! Bisa-bisanya kau menampakkan wujudmu dengan terang-terangan begitu. Kalau ada orang yang lihat dan tahu, kan, bahaya!" sanggah Amatsuki tak mau kalah.
Soraru menghela napas, lalu mengusap-usap punggung kepalanya yang baru kena tendang. "A-Anu..." mereka berdua yang tadinya ricuh sendiri kini menatap Mafu, yang baru saja mengeluarkan suara.
"Soraru-san... apakah... Soraru-san adalah... Nighthawk?" Amatsuki dan Soraru saling pandang. Tak lama Amatsuki bertanya heran, "Tak ada satupun keluargamu yang memberitahu?" Mafu menggeleng.
"Yah, wajar saja, sih," sambar Soraru, "tak semua orang di klan tahu tentang aku. Hanya Luz, Neru-san, dan orangtuanya yang tahu." Mafu menyela cepat, 'Tapi- Kukira Nighthawk sudah... punah?"
Soraru terdiam sesaat, kemudian setelah agak lama, pemuda itu menjelaskan, "Iya, Nighthawk sudah punah. Akulah satu-satunya Nighthawk yang tersisa."
Mafu diam mendengar penjelasan tersebut. Nighthawk, makhluk mitologi berwujud manusia bersayap elang. Beberapa tahun yang lalu pemerintah menyatakan bahwa Nighthawk telah punah. Alasannya sangat sederhana...
Tiba-tiba Soraru terhenyak. "kamu... kakimu berdarah?" Mafu ikut terkejut. lantas ia melihat keadaan kakinya. Ada luka yang cukup besar di sana. "A-ah... pasti karena terjatuh tadi..."
Soraru mengeluarkan sebilah belati dari sakunya. Amatsuki membelalakkan mata melihat hal itu, "Soraru, jangan-jangan kamu-"
Belum selesai perkataan Amatsuki tersampaikan, Soraru sudah menyayat tangannya sendiri. Darah segar mengalir dari sana. Ia lantas menampung darah itu dengan tangannya yang lain, kemudian mengusapkan darah itu ke luka Mafu. Mafu meringis lirih, menahan sensasi yang sedikit perih ketika darah itu bersentuhan dengan lukanya.
Tak lama, dengan sendirinya luka Mafu menutup. Gadis bersurai salju itu terkejut, "I-ini..."
"Alasan kenapa kaumku punah," lagi-lagi Soraru memotong, "Nighthawk merupakan makhluk mitologi yang dipercaya memiliki khasiat penyembuhan..."
Amatsuki menunduk. Tatapan matanya berubah sayu, "Berbeda dengan kitsune. Kitsune memang memiliki khasiat penyembuhan juga. Tetapi khasiat penyembuhan kitsune adalah kitsune mampu menyembuhkan orang yang ia kehendaki dengan kekuatan spiritualnya. Nighthawk tidak seperti itu."
"Jika Kitsune seperti dokter yang menyembuhkan, maka Nighthawk itu seperti obat."
Mereka menoleh, mendapati Luz tengah berjalan ke arah mereka. Amatsuki berdiri, lantas menundukkan tubuhnya. "Luz-sama, maafkan hamba. Hamba gagal menghentikan Soraru kembali menggunakan darahnya..." ujarnya dengan nada menyesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Memento
Ficțiune generală"Oto-san... Okaa-san... " Kau tahu? sejauh apapun dia melangkah, hanya bayang-bayang masa lalu yang membuntutinya. Yang ia lakukan hanya merintih, meleburkan butiran airmata dari manik spicanya. Terus berjalan sendirian pada malam hari, di bawah bi...
