Five

517 82 46
                                        


Pagi ini hujan. Soraru menatap butiran-butiran air yang menempel pada jendela kelas. Di bangku depannya, Mafu tengah asyik mengobrol dengan Amatsuki. Sepertinya mereka ngobrol seru sekali. "Mereka jadi sangat dekat, huh?" gumamnya sendiri.

Sudah beberapa hari Mafu tinggal di kota ini. Gadis albino itu sudah mulai terbiasa. Setiap hari mereka bertiga berangkat bersama, pulang bersama, dan melakukan berbagai hal bersama. Tidak buruk menurutnya. Maklumlah, selama di kampung dia tak punya banyak teman.

"Soraru!" Soraru yang tadinya hendak pindah ke alam mimpi dikejutkan oleh panggilan dari Amatsuki, "Mafu sudah setuju mau bergabung dengan klub kita!"

Soraru mengernyitkan dahinya heran. "Klub? Maksudmu klub yang anggotanya hanya kita berdua itu??" Amatsuki mengangguk. "Klub itu memang diperuntukkan bagi orang-orang seperti kita, kan?" ujar gadis berkacamata itu.

Soraru menghela napas. Sebenarnya itu bukan sesuatu yang bagus untuknya. Mafu, gadis itu sepertinya sangat tertarik pada nighthawk. Sejak beberapa hari yang lalu, gadis itu selalu mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Bahkan pertanyaan aneh seperti 'nighthawk itu bertelur atau melahirkan?'

Dia memang bersayap burung, tetapi dia tak bertelur.

"Haah... sepertinya sore ini akan menjadi sore yang panjang..." ia menggumam sambil menenggelamkan wajahnya pada buku yang ia pegang.

-

-

-

Setelah jam pelajaran terakhir usai, mereka berkumpul di ruang klub. Klub 'mitologi' mungkin akan jadi klub pertama dan terakhir yang ada di sekolah itu. Anggotanya hanya Amatsuki dan Soraru, dengan tambahan Mafu saat ini.

"Baiklah, jadi apa yang kita lakukan dalam klub ini?" Mafu menepuk kedua tangannya. Aura semangat terpancar dari dirinya. Soraru yang duduk di sebelahnya malah sebaliknya. Pemuda itu lesu dan mengantuk. Rasanya dia ingin pulang saja.

Amatsuki yang duduk di hadapan Mafu berdehem sekali, kemudian menjelaskan. "Kegiatan harian klub mitologi adalah mengkaji berbagai informasi yang berhubungan seputar ayakashi, youkai, onmyouji, ataupun berita terkini seputar itu. Kadang kita membantu siswa yang punya masalah terkait ayakashi dan sejenisnya."

Mafu mengangguk tanda mengerti. Gumaman 'oh' panjang meluncur dari bibirnya yang membulat. Tak lama, gadis itu kembali bertanya, "Jadi, apa yang akan kita lakukan hari ini?"

Amatsuki tampak berpikir sejenak. Beberapa saat kemudian ia berdiri, berjalan menuju sebuah rak buku tak jauh dari sana. Gadis itu membalik-balik deretan buku yang berjejer apik, berusaha menemukan sesuatu.

"Eh?" gumamnya, "buku itu tidak ada?"

Kini ia berbalik menatap kedua temannya, "Aku akan ke bawah sebentar. Barangkali buku itu terselip di rak perpustakaan. Kalian tetaplah di sini!" dan gadis brunette itu meluncur keluar dari ruangan di lantai dua tersebut.

Mafumafu dan Soraru terdiam. Suasana jadi canggung. Keduanya tak tahu bagaimana caranya memecah keheningan itu.

"A-ano, S-Soraru-sa-"

"Permisi..."

Keduanya terkejut. Seorang gadis berdiri di ambang pintu. "Apa... benar ini ruang klub mitologi?" katanya. Mafu mengangguk, "Ada perlu apa kemari?"

Gadis itu melangkah masuk. "A-aku ingin meminta pertolongan dari kalian. Maukah kalian membantuku?" Mafu segera berdiri. "Oh, tentu saja!"

Soraru segera membentengi Mafumafu dengan tangannya. "Tunggu dulu! Gadis itu punya aura yang aneh. Dia bukan manusia!"

MementoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang