#Novel ini bertemakan LGBT
Dua saudara tiri yang telah bersama selama 5 tahun. Singto dan Krist yang berpisah begitu saja, karena perceraian orangtuanya yang berbeda kasta dalam bangsa vampir. Akankah mereka dipertemukan kembali saat dewasa nanti...
Ck.. susah sekali mengendalikan insting vampir sialan ini. Padahal sudah mati matian menahan ingin minum darah, tapi malah bibi Nun ada di depanku. Ah, persetan aku sudah tidak tahan lagi dengan darah manusia.
"Wah, bibi Nun kau terlihat enak" ujarku yang memandang maid ku seperti makanan.
Aku langsung saja melompat pada bibi Nun. Untung saja maid ku bisa menghindar dariku dan maeku memegang tangan ku. Kalau tidak pasti darahnya habis sudah di hisap olehku dan aku akan jadi vampir yang membahayakan keselamatan manusia. Mae ku menenangkan bibi Nun yang ketakutan melihatku. Mae ku menyuruhku untuk meminum darah babi saja supaya insting vampirku menghilang. Sekarang, aku harus menunggu Mae besok untuk membawa babi utuh untuk ku hisap darahnya. . . .
Normal POV
Pada pagi buta suara babi menggema di seluruh penjuru rumah. Membangunkan para penghuni di dalam rumah. Puluhan babi dibawa ke kamar kosong tanpa perabotan apapun.
Ibu Krist membangunkan anaknya Krist dan Rune yang masih di alam mimpi dan memaksa mereka mengikuti ibunya.
"Kalian ikut Mae ke kamar kosong di ujung koridor rumah untuk menghisap darah" perintah Mae kepada Krist dan Rune.
"WHAT!!!MENGHISAP DARAH!!!" teriak Krist dan Rune bersamaan.
"Iya, kalian akan menghisap puluhan babi hari ini, untuk menghilangkan insting vampir kalian untuk meminum darah. Kalian di sediakan 100 babi pink untuk di hisap darahnya. Jadi, Krist dan Rune masing-masing menghisap 50 babi. Mengertikan" ucap sang ibu dengan santainya.
"Hmm... Baiklah. Ini demi menghilangkan insting vampir sialan ku" Ucap Krist yang di ikuti anggukan oleh Rune.
"Tapi, ini hanya menghilangkan insting untuk meminum darah saja" Ucap Jane menatap kedua anaknya.
"Tak apa Mae yang penting kita tidak membahayakan keselamatan manusia dengan meminum darah mereka" Ucap Rune dan anggukan kakaknya.
Mereka membuka pintu dan terlihatlah sekumpulan babi yang imut imut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Krist dan Rune mulai menghisap darah babi satu demi satu dan mengumpulkan tubuh babi itu di sudut ruangan. Mae Krist berencana mengadakan makan malam besar besaran dengan menyajikan 100 babi panggang. Para karyawan dan beberapa kenalan ibu Krist di undang untuk makan bersama nanti malam dan Krist juga mengundang teman teman sekolahnya. . . . . . . .
Berbeda dengan Singto yang mengatasi insting vampirnya dengan meminum ramuan dari Ayahnya. Insting meminum darah manusia bisa terhenti tanpa menghisap darah babi dengan taringnya. Sungguh tidak adil bukan?? Yang lain menghisap darah babi sampai taringnya hampir patah. Sedangkan Singto hanya perlu meminum ramuan yang di sediakan khusus untuknya.
"Tuan muda, anda harus meminum ramuan penurun insting vampir" kata Arn, pengawal pribadi Singto di dunia manusia.
"Baiklah" Ucap Singto dengan nada datar dan dingin.
"Arn, mulai besok kembalilah ke negeri Latcian. Lagipula, tidak akan ada orang di kaum vampir yang berani menyakitiku" Kata Singto sambil menatap Arn dengan tatapan dingin.
"Baiklah Tuan Muda. Saya akan kembali ke Negeri Latcian dan juga memberi tahu tuan Raja bahwa anda sudah selesai menjalani pengulangan insting vampir dalam meminum darah. Kalau begitu, saya undur diri dulu untuk menuju gerbang Negeri Latcian" Ucap Arn dengan sopan dan formal.
"Ya" hanya itu yang di ucapkan Singto meski Arn berbicara panjang lebar. . . . . . .
Bangkok School merupakan saingan sekaligus musuh dari Golden School. Yang berarti Singto (Bangkok School) dan Krist (Golden School) saling bersaing dalam hal berprestasi. Di sekolah masing-masing membentuk sebuah geng yang populer. Singto dan Krist juga tergabung di geng populer sekolahan mereka.
**** . . .
Maaf sekali kalau setiap part cerita nya sedikit sedikit. Karena setiap judul part menyesuaikan isinya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca