AZKI |3

43 11 0
                                        

"Ni tongkat lo." Cowok tadi menyerahkan kedua tongkat Kirana yang jatuh dekat mereka.

Dengan gugup Kirana menerima kedua tongkatnya "te... Rima.. Makasih."

Cowok yang berada di mimpinya tadi malam, sekarang sedang membantunya berdiri.

'Senyuman yang manis, mata coklat gelap, alis yang tebal. Masih jelas teringat sama Kirana' batin Kirana sambil berdiri dengan dibantu kedua tongkatnya, ia tidak tahu harus senang apa sedih, karena saat di mimpinya ia merasakan dua hal yang berbeda.

"Sekali lagi, sori ya," Cowok itu menepuk kedua pundak Kirana sebanyak tiga kali, Kirana yang terkejut hanya bisa tersenyum kikuk.

"Ngg, i.. Iya." Kirana berusaha menetralkan detak jantungnya yang serasa ingin lepas dari tempatnya, -Bukan, bukan karena Kirana jatuh Cinta atau apalah, tapi karena Kirana terkejut bisa bertemu dengan pangeran aneh di mimpinya-

Seakan belum percaya dengan kenyataan kali ini, Kirana diam diam mencubit tangan kirinya dengan cubitan kecil dan "aauw," teriaknya lumayan nyaring.

Dengan segera Cowok tampan itu menengok kearah Kirana, ia mengernyit bingung dengan kelakuan gadis didepannya, tiba tiba mencubit sendiri dirinya dan sekarang? Ia berteriak, pikirnya.

"Kenapa?" tanya Cowok tampan itu, dan mengambil skateboard nya yang sudah lari kesana.

"Ndak papa kok." syukur deh jantung Kirana ndak sakit! Kalo sakitkan ndak ada yang bisa cari uang! Batinnya konyol.

"Hmm, gua pulang dulu ya, udah mau malem nih," pamit cowok tampan itu dengan senyuman yang diukir pada sudut bibir seksinya.

"Iya," jawab Kirana dengan mata bulat polosnya yang terlihat lucu sekali.

'Ni cewek gila apa apa ya? Liatin gua sampe kayak gitu!' Dengan langkah lebarnya Cowok tampan itu meninggalkan Kirana seorang diri.

Kirana hanya menatap punggung lebar yang berjalan semakin jauh, karena dikikis oleh jarak.

"Astaga... Cafe!" Kirana berjalan tergesa gesa menuju rumahnya, dia berdoa supaya ada angkotan umum yang lewat, karena setengah jam lagi ia harus berada di cafe.

---

"Maaf pak, saya telat 5 menit." Kirana menunduk menatap kedua sepatunya, walau ia tak merasakan apa apa dikedua kakinya, tapi ia harus memakaikan sepatu saat ia kerja seperti ini.

"Ya sudah, tidak papa, kamu langsung saja! Dan ingat gaji bulan ini saya potong!" kata Pak Bos cafe dengan tegas. Dan pergi meninggalkan Kirana seorang diri dibelakang.

'Ndak papa.. Semoga keberuntungan Kirana berpihak kali ini, biar ndak dipotong gaji bulan ini, kan kasian ibu nunggu dirumah!' batin Kirana menyemangati dirinya sendiri.

Dengan langkah semangat dan tak lupa senyuman yang selalu ia ukir dibibirnya, Kirana berjalan menuju atas panggung kecil didepan para pengunjung cafe.

Ya... Kirana penyanyi di cafe saat malam hari, tapi jika hari libur ia akan bekerja di salah satu penjualan mobil terkenal, sebagai pembagi brosur.

Kirana duduk dikursi penyanyi dan menyimpan kedua penjaganya di belakang -kedua tongkat- dan berbalik, sambil merapikan rambutnya yang sudah rapi.

"Test tes..." cek Kirana sambil mengetuk ngetuk microphone, serasa sudah pas dengan semua, Kirana tersenyum sangat manis kepada para pengunjung.

"Malam semua..." sapa Kirana dengan lambaian tangan.

"Malam." tidak semua orang memperhatikannya karena mereka sibuk dengan urusan masing masing.

"Kali ini Kirana akan bawakan lagu perfect -edsheren, karena malam ini kalian yang duduk didepan Kirana, sangat cantik dan tampan..." Kirana menjeda perkataanya karena ia melihat sosok itu! Didepan sana!

---

Lanjut tidak?

Comment boleh! [Tinggalkan jejak]
Tekan Bintang pojok kiri!

Salam ✨
Dari nela yang berharap ada comment 😉

Ps: maap kalo ada typo

(19 juli 2018)

AzkiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang